Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 7 Juli 2026 16:15 WIB
Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi tahlilan. (Gemini AI)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan jamuan bagi para pelayat. Fenomena ini memunculkan diskusi mengenai makna takziah, hubungan tradisi dengan ajaran Islam, serta pentingnya mengedepankan empati kepada keluarga yang kehilangan.

Kepala Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Isman, mengajak masyarakat memandang persoalan tahlilan secara utuh, mulai dari aspek sejarah, budaya, hingga ajaran Islam.

Menurutnya, tahlilan tidak muncul sebagai ritual yang berdiri sendiri, melainkan hasil proses perpaduan dakwah Islam dengan budaya lokal Nusantara. “Pada mulanya tahlilan merupakan proses internalisasi antara agama dan budaya yang dilakukan para Wali Songo. Tradisi-tradisi yang telah berkembang di masyarakat kemudian diislamkan sehingga memiliki nuansa keislaman,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Isman menjelaskan masyarakat Nusantara sejak lama memiliki budaya memuliakan tamu. Tradisi menjamu tamu menjadi bagian dari etika sosial yang berkembang sebelum Islam hadir.

Namun, seiring waktu, nilai tersebut mengalami pergeseran. Jamuan yang semula diberikan secara sukarela sesuai kemampuan keluarga kerap dipahami sebagai kewajiban. Akibatnya, tidak sedikit keluarga yang sedang berduka justru menghadapi tekanan sosial untuk menyediakan konsumsi bagi tamu.

“Padahal ketika seseorang datang bertakziah, semestinya tidak memiliki niat memperoleh sesuatu. Kita datang untuk mendoakan almarhum sebagai bentuk penghormatan terakhir dan bersilaturahmi kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Ia menilai ramainya pembahasan di media sosial dapat menjadi momentum evaluasi agar masyarakat kembali memahami tujuan utama takziah. Meski begitu, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak disampaikan dengan cara yang justru melukai keluarga yang sedang berduka.

“Jangan sampai niat kita ingin meluruskan tradisi, tetapi cara yang digunakan justru menyakiti orang yang sedang kehilangan. Edukasi dan dialog jauh lebih bijaksana,” ujarnya.

Kepala Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Isman.

Kepala Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Isman.

Isman mencontohkan tradisi masyarakat Minangkabau yang mengumpulkan bahan makanan pokok untuk diberikan kepada keluarga yang berduka sehingga beban ekonomi mereka menjadi lebih ringan. “Tradisi seperti itu menunjukkan gotong royong dan solidaritas sosial yang patut dipertahankan. Masyarakat kita memiliki kearifan untuk saling membantu, bukan menambah beban keluarga yang sedang berduka,” ungkapnya.

Dari perspektif Muhammadiyah, Isman menjelaskan pandangan mengenai tahlilan telah dirumuskan melalui keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid. Muhammadiyah berpandangan tahlilan tidak perlu dilakukan, sedangkan amalan yang lebih utama ialah mendoakan orang yang telah wafat.

Ia menjelaskan pandangan tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad Saw. saat Ja’far bin Abi Thalib wafat. Rasulullah memerintahkan para sahabat menyiapkan makanan untuk keluarga Ja’far, bukan sebaliknya. “Esensi takziah adalah membantu keluarga yang sedang berduka. Karena itu, keluarga yang kehilangan seharusnya diringankan bebannya, bukan dibebani untuk melayani tamu yang datang,” jelasnya.

Selain mendoakan almarhum, takziah juga menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial, misalnya membantu keluarga menyelesaikan persoalan yang masih ditinggalkan, termasuk jika almarhum memiliki tanggungan utang.

Meski berpandangan tahlilan tidak perlu dilakukan, Muhammadiyah tetap mengedepankan sikap bijaksana dalam kehidupan bermasyarakat. Isman menjelaskan jika warga Muhammadiyah menghadiri undangan tahlilan, kehadiran itu diniatkan sebagai bentuk takziah dan doa kepada almarhum, bukan mengikuti ritual ataupun memperoleh jamuan.

Apabila menerima bingkisan atau pemberian tertentu, Majelis Tarjih juga memberikan pedoman agar pemberian tersebut dapat dikembalikan jika memungkinkan atau dialihkan kepada pihak yang lebih membutuhkan. “Yang terpenting adalah menjaga niat. Kita hadir bukan untuk mendapatkan berkat ataupun amplop, melainkan mendoakan almarhum dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Isman berharap masyarakat tidak terjebak pada perdebatan mengenai tradisi semata, tetapi mampu mengembalikan makna takziah sebagai ruang menghadirkan empati, doa, dan solidaritas sosial bagi keluarga yang sedang mengalami musibah.

Berita Terbaru

Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...

RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...

Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...

Kajian Ngeteh PCPM Kota Bengawan: Dari Jamaah Merajut Ukhuwah….

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, kembali menggelar Kajian Ngeteh: Ngaji Entuk Hikmah dengan mengusung tema “Dari Jamaah Merajut Ukhuwah”, Sabtu...

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...