Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika, Guru Besar UMS: Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 20 Januari 2026 13:37 WIB
Ilmu Tafsir Didorong Jadi Basis Etika, Guru Besar UMS: Hukum Positif Tak Cukup Atasi Krisis Moral
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Andri Nirwana, menegaskan persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Andri Nirwana, menegaskan persoalan kebangsaan modern tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum positif dan ideologi formal. Menurutnya, akar persoalan bangsa saat ini justru terletak pada krisis etika publik dan moralitas sosial.

Hal tersebut disampaikan Andri dalam Jumpa Pers Pengukuhan Guru Besar UMS bertajuk “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an”. Ia menilai maraknya kasus korupsi, polarisasi politik, hingga konflik berbasis agama menunjukkan lemahnya fondasi etika masyarakat.

“Regulasi antikorupsi kita sudah sangat ketat, operasi tangkap tangan dilakukan di mana-mana. Tapi kenapa korupsi tidak selesai-selesai? Masalahnya bukan di hukumnya, tapi etika publik kita yang lemah,” ungkapnya, Senin, (19/1/2026).

Ia menambahkan, sistem demokrasi prosedural juga belum mampu meredam polarisasi politik. Bahkan, konflik berbasis agama tetap muncul meski kebebasan beragama telah dijamin konstitusi. Kondisi tersebut, kata Andri, menunjukkan bahwa pendekatan normatif legal belum menyentuh akar persoalan bangsa.

Ia mengutip Q.S. al-Ḥujurāt [49]: 13) yang artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal”. Ayat ini adalah pernyataan universal tentang kemajemukan dan tanggung jawab moral manusia untuk hidup berdampingan dalam harmoni.

“Dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk, ayat ini menegaskan bahwa perbedaan bukan sumber pertentangan, melainkan ruang untuk membangun etika sosial yang saling menghormati. Di sinilah Ilmu Tafsir memiliki relevansi besar, karena ia berfungsi menjembatani nilai-nilai wahyu dengan realitas kebangsaan yang kompleks,” ujar Andri.

Andri menawarkan ilmu tafsir sebagai sistem penalaran etis berbasis wahyu. Menurutnya, tafsir tidak hanya berhenti pada penjelasan makna ayat, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai moral yang memandu tindakan korektif dalam kehidupan berbangsa. “Tafsir itu bukan sekadar menjelaskan teks Al-Qur’an, tapi menguak nilai-nilai moral di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang bisa kita jadikan sumber dalam menyelesaikan problem kebangsaan,” ujarnya.

Penyalahgunaan Wewenang 

Ia mencontohkan persoalan korupsi yang sejatinya berbeda dengan pencurian biasa. Korupsi merupakan penyalahgunaan wewenang yang kerap dilakukan secara berjemaah. Karena itu, pendekatan hukum semata tidak cukup, melainkan perlu pemaknaan lebih dalam melalui tafsir maqashidi, yakni memahami tujuan dan hikmah di balik ayat-ayat Al-Qur’an.

“Dalam Al-Qur’an memang ada konsep potong tangan bagi pencuri. Tapi kita perlu mencari maqashid-nya, tujuannya apa. Bagaimana punishment yang efektif sehingga korupsi bisa benar-benar hilang, tanpa melahirkan masalah sosial baru,” jelasnya.

Andri juga menekankan pentingnya menjaga kemaslahatan umat sebagai validasi utama dalam etika kebangsaan. Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan seperti penebangan pohon, pengerukan tanah, hingga kerusakan laut yang sejatinya bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

“Al-Qur’an jelas melarang perusakan di bumi setelah diperbaiki. Baik itu kerusakan laut, darat, maupun tatanan sosial seperti korupsi. Semua itu merusak kemaslahatan umum,” tegasnya. Menurutnya, berbagai disiplin ilmu sebenarnya sudah menunjukkan bahwa perusakan lingkungan adalah kesalahan. Nilai-nilai tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Al-Qur’an.

Lebih jauh, Andri merekomendasikan agar ilmu tafsir diposisikan sejajar dengan pendidikan moral, Pancasila, dan pendidikan karakter bangsa. Ia berharap tafsir dapat menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter generasi muda. “Ilmu tafsir idealnya masuk sebagai ilmu etika kebangsaan. Dulu ada PPKN, tapi sekarang bagaimana Pancasila dipahami sebagai nilai, bukan sekadar hafalan. Tafsir bisa memperkuat itu,” katanya.

Ia menilai, selama ini pakar tafsir masih berada di ranah masyarakat dan belum banyak dilibatkan dalam penyusunan kebijakan publik. Padahal, nilai-nilai Qurani sangat relevan untuk merumuskan regulasi yang berkeadilan dan beretika. “Pakar tafsir belum masuk ke stakeholder kebijakan. Ini kendala kita. Padahal nilai-nilai Al-Qur’an bisa menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan publik,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Guru Besar Ilmu Tafsir UMS itu menegaskan bahwa ilmu tafsir perlu diteguhkan sebagai disiplin etika kebangsaan. Tafsir harus bergerak melampaui penafsiran tekstual menuju konstruksi nilai publik yang menopang kehidupan bernegara. “Ilmu tafsir harus berdialog dengan ilmu sosial, kebijakan publik, dan studi kebangsaan tanpa kehilangan akar metodologisnya. Inilah yang kami tawarkan: tafsir sebagai ilmu etika kebangsaan,” ujarnya.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...