PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Memasuki awal tahun 2026, kondisi perekonomian Indonesia dinilai masih menghadapi tekanan berat sebagai kelanjutan dari kelesuan atau perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Anton Agus Setyawan, menjelaskan perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi global maupun nasional. Menurutnya, ekonomi global yang masih melambat serta dinamika geopolitik internasional turut menekan pertumbuhan ekonomi dunia yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
Dampak perlambatan global tersebut juga dirasakan di dalam negeri. Kondisi ekonomi nasional masih mengalami perlambatan, sektor industri belum sepenuhnya bergerak optimal, dan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% belum tercapai.
Hingga akhir 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5%. Selain perlambatan ekonomi, isu inflasi juga menjadi perhatian. Secara definisi, Anton menjelaskan, inflasi merupakan kenaikan harga barang atau indeks harga.
Fenomena Berulang
Kenaikan harga ini menjadi fenomena berulang yang kerap terjadi pada momen-momen tertentu seperti Natal, Tahun Baru, dan Idulfitri. Pada periode tersebut, harga komoditas cenderung mengalami kenaikan, terutama harga pangan yang menjadi sorotan masyarakat.
Namun, Anton menilai bahwa pengendalian inflasi di Indonesia tidak sesederhana itu. “Masalahnya, dalam realitasnya tidak sesederhana itu. Penyebab inflasi di Indonesia itu lebih banyak disebabkan karena masalah pada distribusi,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Dia menyebut ada kecenderungan beberapa pihak yang punya akses ke komoditas pangan sengaja menyimpan supply komoditas pangan di pasar. “Dengan harapan karena permintaan komoditas pangan naik, akan terjadi kenaikan harga,” ujarnya.
Selain persoalan distribusi, perubahan iklim juga berkontribusi terhadap kenaikan harga pangan, misalnya ketika terjadi gagal panen yang mengurangi pasokan. Fenomena kenaikan harga juga kerap berulang menjelang Ramadan dan Idulfitri akibat meningkatnya permintaan dan penawaran masyarakat.
Pada kondisi lain, misal pada masa liburan, masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi pangan untuk kebutuhan pesta, serta adanya peningkatan aktivitas di sektor pariwisata dan perhotelan. Untuk menekan inflasi, pemerintah melalui Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter dengan memainkan instrumen suku bunga guna mencegah kenaikan harga yang berlebihan.
Dalam penghitungan inflasi, Bank Indonesia menggunakan koefisien, di mana komoditas pangan memiliki kontribusi yang cukup besar. “Memang kalau dihitung rata-rata nanti bisa dilihat bahwa angka inflasi masih bisa dikendalikan. Tetapi memang kalau kita lihat pada titik-titik tertentu terutama di komoditas pangan itu patut diwaspadai. Pangan itu kan dampak ke yang lain,” katanya.

Prof. Anton Agus Setyawan saat diwawancarai kontributor Muhammadiyahsolo.com, Rabu (12/2/2025). (Humas).
Ia mencontohkan, kenaikan harga cabai dapat berdampak pada industri pangan maupun rumah makan yang menyediakan sambal. Kontrol pemerintah terhadap harga komoditas juga dinilai belum optimal. Ia melihat ada kelompok tertentu yang memiliki power berbeda-beda di rantai pasok yang bisa memengaruhi harga.
Menurutnya, manajemen rantai pasok khusus komoditas pangan seharusnya menjadi perhatian utama, mengingat persoalan pangan di Indonesia banyak berkutat pada aspek tersebut. “Itu kan membuka peluang untuk tata kelola yang tidak beres. Kemudian dari kontrol pemerintah terhadap harga komoditas juga belum optimal. Ini menyebabkan sangat terbuka peluang dari kelompok tertentu untuk memainkan harga,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya ketersediaan data pada lembaga-lembaga terkait, terutama data akurat mengenai kenaikan harga komoditas seperti cabai dan daging sapi pada waktu-waktu tertentu. Berdasarkan riset yang pernah dilakukannya, harga yang diterima petani cenderung sama, baik ketika harga pangan di pasar sedang tinggi maupun rendah. “Keuntungannya naik, tapi tidak sebesar harga yang dicerminkan di pasar,” ujarnya.
Anton menekankan kembali, kondisi ini mengindikasikan adanya kelompok tertentu dalam rantai pasok yang memiliki kekuatan berbeda-beda untuk memengaruhi harga. Kelompok masyarakat yang paling terdampak inflasi, menurut Anton, adalah mereka yang memiliki penghasilan tetap, baik dari kelompok bawah maupun menengah. “Dengan harga yang naik, mereka tidak bisa melakukan adjustment atau penyesuaian,” katanya.
Berbeda dengan individu yang memiliki beberapa sumber penghasilan dan lebih mampu menyesuaikan diri. Sementara itu, masyarakat dengan satu sumber pendapatan akan lebih rentan terdampak inflasi, termasuk kelas menengah dengan penghasilan tetap.
Inflasi juga berdampak pada daya beli masyarakat karena mengurangi alokasi dana untuk menabung maupun berinvestasi. Akibatnya, konsumsi masyarakat lebih terfokus pada kebutuhan pokok, sementara komoditas lain menjadi kurang diminati.
Meski inflasi terjadi setiap tahun dan tidak selalu berdampak negatif, misalnya jika disebabkan oleh kenaikan permintaan, masyarakat tetap diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas. Pengambilan keputusan konsumsi perlu dilakukan secara rasional dengan mendahulukan kebutuhan dibandingkan keinginan.
“Kalau dari keinginan ya tidak terbatas, kalau dengan pengambilan keputusan yang rasional ketika kita melakukan aktivitas konsumsi, maka dasar kita adalah kita butuh apa ngga sih barang yang kita mau beli itu? Jadi ketika kita beli kita jadi tau prioritas komoditas atau barang yang akan kita beli,” pesannya.
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...
Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...
Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...
Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...
UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer
SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...
PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji
GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...
Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul
GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...
Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...
Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...
Peluang El Nino 2026 Capai 70 Persen, Akademisi UMS Ingatkan Potensi Kemarau Panjang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fenomena El Nino “Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan istilah ilmiah resmi. Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas...







