Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Pengajian Ahad Pagi, PCM Mantingan Hadirkan Wayang Golek Pitutur

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 29 Desember 2025 15:23 WIB
Pengajian Ahad Pagi, PCM Mantingan Hadirkan Wayang Golek Pitutur
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana Pengajian Ahad Pagi PCM Mantingan terasa berbeda dan lebih semarak. Bertempat di Masjid Ibrahim Al Mathrud Muhammadiyah Mantingan, Minggu (28/12/2025) pagi, jemaah disuguhi dakwah yang dikemas unik melalui Wayang Golek Pitutur, menghadirkan Ustaz Pujiono, dalang pitutur asal Boyolali. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Pengajian Ahad Pagi PCM Mantingan terasa berbeda dan lebih semarak. Bertempat di Masjid Ibrahim Al Mathrud Muhammadiyah Mantingan, Minggu (28/12/2025) pagi, jemaah disuguhi dakwah yang dikemas unik melalui Wayang Golek Pitutur, menghadirkan Ustaz Pujiono, dalang pitutur asal Boyolali.

Dengan gaya khas dalang yang komunikatif dan sarat pesan moral, Ustaz Pujiono menyampaikan nilai-nilai keislaman secara ringan namun mengena. Ia menegaskan dakwah tidak harus selalu kaku, tetapi bisa disampaikan melalui media budaya yang dekat dengan masyarakat.

“Wayang pitutur ini hanya sarana. Intinya adalah bagaimana ajaran Islam bisa masuk ke hati, menggerakkan akal, dan mendorong amal nyata. Islam itu menyejukkan, bukan menakutkan,” tutur Pujiono di hadapan jemaah.

Ustaz Marseno, salah seorang pengurus pengajian menuturkan pengajian dimulai pukul 06.30 WIB dan diikuti jemaah dari berbagai kalangan. Pesan-pesan tentang akhlak, keikhlasan, serta pentingnya istiqamah dalam beragama disampaikan dengan selingan humor khas pewayangan, membuat jemaah betah hingga akhir acara. “Semoga semuanya berjalan dengan sukses dan manfaat barakah.”

Sambutan Ketua PCM Mantingan yang diwakili Sutono, menekankan pentingnya inovasi dalam dakwah Muhammadiyah. Menurutnya, pendekatan kultural seperti Wayang Golek Pitutur merupakan bagian dari strategi dakwah Islam berkemajuan yang tetap berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah.

“Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan. Dakwah melalui budaya seperti ini menjadi jembatan agar pesan Islam lebih mudah diterima masyarakat,” ujarnya. Undangan Pengajian Ahad Pagi ini juga dihadiri jajaran pimpinan dan kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Mantingan, di antaranya:

Bendahara PCM Mantingan: Sutono

Kepala TK Aisyiyah 1: Lilik

Kepala TK Aisyiyah 2: Nurjiati

Kepala TK Aisyiyah 3: Binti

Kepala SD Muhammadiyah 1: Mucharom

Kepala SMP MUSIK: Anik

Kepala SMK MUDA

Kepala STIT Muhammadiyah: Sumarno

Antusiasme jamaah terlihat jelas sepanjang acara. Banyak yang menilai pengajian dengan media wayang pitutur ini terasa lebih hidup, mudah dipahami, dan relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, PCM Mantingan berharap Pengajian Ahad Pagi terus menjadi ruang dakwah yang menyejukkan, mencerdaskan, sekaligus mempererat ukhuwah umat dengan pendekatan yang ramah, berbudaya, dan berkemajuan.

Berita Terbaru

Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...

Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...

Iman dan Takwa Jadi Kunci Keberkahan Kampung

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan kajian bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” dalam Salat Subuh...

Doa sebagai Penyembuh: Sembuhkanlah Sakitmu dengan Dahsyatnya Kekuatan Doa

Di tengah dunia yang semakin bising, manusia modern sesungguhnya sedang memikul banyak luka yang tidak selalu tampak oleh mata. Ada tubuh yang sakit karena kelelahan,...

Pengajian Aisyiyah Kampung Sewu, Jatmiko Ingatkan Ketakwaan sebagai Solusi Langit

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan pesan mendalam tentang ketakwaan sebagai solusi atas setiap persoalan hidup dalam...

Tafsir atau Tafsir-Tafsir-an? Bahaya Belajar Agama Tanpa Guru di Era Digital

Ada satu perubahan yang pelan-pelan terjadi dalam cara manusia memahami agama—dan sering kali luput disadari. Hari ini, belajar agama terasa semakin mudah. Cukup membuka TikTok,...

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...