Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Murid SD Muhammadiyah PK Solo Antusias Belajar Tatah Sungging di Bantul

Nikmah Hidayati, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 9 April 2026 14:15 WIB
Murid SD Muhammadiyah PK Solo Antusias Belajar Tatah Sungging di Bantul
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi sentra pembuatan wayang kulit milik Suprih di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/4/2026). (Humas)

BANTUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi sentra pembuatan wayang kulit milik Suprih di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/4/2026).

Kegiatan bertajuk Cultural Creation: Learning to Creatively Carve Wayang ini menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dan upaya pelestarian warisan budaya leluhur. Kunjungan tersebut tidak sekadar wisata edukatif, melainkan implementasi pembelajaran kontekstual yang memadukan mata pelajaran Bahasa Jawa dan Seni Budaya.

Koordinator Tim Kelas III, Yuli Ekowati, menegaskan pentingnya pengalaman belajar yang bersifat empiris dan bersentuhan langsung dengan objek nyata. “Kami tidak ingin para murid hanya menjadi penonton budaya, tetapi juga pelaku yang memahami proses di balik layar. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang seni tradisional sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap para perajin,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para murid dipandu Suprih, maestro wayang kulit yang karyanya telah menembus pasar internasional, seperti Jerman, Belanda, hingga Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, Suprih mengajak murid mengamati secara langsung proses pembuatan wayang kulit yang autentik melalui tiga tahapan utama.

Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi sentra pembuatan wayang kulit milik Suprih di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/4/2026).

Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi sentra pembuatan wayang kulit milik Suprih di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/4/2026). (Humas)

Tahap pertama adalah pengolahan bahan baku. Kulit kerbau berkualitas dipilih, kemudian direndam selama satu malam, dibentangkan, dan dikeringkan hingga sempurna. Tahap kedua, pembersihan, yaitu proses pengerokan lemak dan rambut hingga permukaan kulit siap diberi pola.

Tahap ketiga adalah tatah dan sungging. Proses pemahatan (tatah) disesuaikan dengan karakter tokoh pewayangan, sedangkan pewarnaan (sungging) menuntut ketelitian dan estetika tinggi. Di sela-sela kegiatan, Suprih juga menyampaikan pesan agar generasi muda senantiasa mencintai dan bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, seni tatah sungging dinilai mampu mengasah sensitivitas estetika serta keterampilan motorik halus murid. Ia berharap regenerasi perajin dan penikmat wayang terus tumbuh agar kesenian ini tidak tergerus zaman.

Salah satu murid, Gibran Alfan Mahardika, mengungkapkan kesan mendalam dari kegiatan tersebut. Menurutnya, field trip ini tidak hanya memberikan pengalaman seni, tetapi juga pembelajaran tentang manajemen waktu dan kesabaran. “Ketelitian adalah kunci untuk menghasilkan wayang berkualitas tinggi. Satu wayang kulit bisa dikerjakan hingga dua bulan. Belajar seni budaya sejak dini adalah wujud nyata cinta tanah air,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai karakter, seperti kesabaran, ketekunan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa, sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman nyata bagi para murid.

Berita Terbaru

Murid SD Muhammadiyah 16 Kota Solo Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita FLS3N

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siswa SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Kota Solo, Tabina Khansa Nirwasita, meraih juara 1 Lomba Menulis Cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa...

Gandeng Mafindo, MPLS SMP Muhammadiyah 7 Solo Bahas Sopan Santun Bermedia Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak dengan tema “Membentuk Generasi Progresif yang Religius, Berwawasan Global, dan...

Siswa Baru SD Muhammadiyah 8 Jagalan Jalani MPLS dengan Lesehan Santai

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu agenda wajib yang dilakukan di awal tahun ajaran. Kegiatan yang membangun keakraban serta menanamkan nilai karakter...

Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Sedekah Pohon dan Lepas Burung Perkutut di Balaikambang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas...

Bekali Siswa Cakap Digital, SD Muhammadiyah 8 Jagalan Gandeng Diskominfo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Kota Solo, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solo menyelenggarakan sosialisasi Bijak Bermedia Digital bagi 436 murid...

SD Muhammadiyah 1 Solo Ajak Wali Murid Bersinergi Wujudkan Generasi Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo mengajak wali murid berperan aktif mendampingi pendidikan anak melalui sosialisasi program sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 bertajuk Growing Together,...

Matamuda MTs Muhammadiyah Solo Bekali Murid Anti-Perundungan dan Jiwa Kepemimpinan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari ketiga Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di MTs Muhammadiyah Solo berlangsung edukatif dengan menghadirkan...

SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan saat MPLS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun...

Guru Gunungkidul Belajar Inovasi Pembelajaran Bahasa Jawa di SD Muhammadiyah PK Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo kembali dipercaya menjadi rujukan pengembangan pendidikan. Sekolah ini menjadi lokasi Studi Lapangan Pendidikan dan Pelatihan...

Lewat Pembiasaan Harian, SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Karakter Religius Murid

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat budaya religius melalui pembiasaan ibadah yang dilaksanakan secara terstruktur setiap hari. Program tersebut menjadi bagian dari...

Sekolah Harus Adaptif, Strategi Branding di Era Digital Penting

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, mengingatkan lembaga pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat di era digital. Menurutnya,...

Wawali Solo Ajak Murid SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Jadi Petualang Hebat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Solo berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani....