Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Tafsir UMS Ajak Umat Islam Bangun Peradaban Berkeadilan lewat Surat Al-Baqarah

Zaatuddin, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 27 Oktober 2025 11:54 WIB
Kajian Tafsir UMS Ajak Umat Islam Bangun Peradaban Berkeadilan lewat Surat Al-Baqarah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi kajian agama.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an bersama Ainur Rha’in., Lektor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI).

Dalam kesempatan ini, Ainur mengupas makna mendalam dari Surat Al-Baqarah yang mengandung banyak pesan tentang keimanan, ketakwaan, dan progresivitas peradaban Islam. Ainur menjelaskan kata “Al-Baqarah” sering disalahartikan oleh sebagian besar masyarakat sebagai “sapi betina”. Menurutnya, huruf ta’ marbuthoh pada akhir kata tersebut tidak selalu menandakan jenis kelamin betina.

“Dalam kisah Bani Israil, baqarah berarti seekor sapi, tanpa disebutkan jenis kelaminnya. Mereka hanya disuruh untuk membeli sapi. Namun karena mereka terlalu banyak bertanya, justru Allah memberi syarat yang mempersulit mereka sendiri,” jelasnya, Jumat (24/10/2025).

Ia melanjutkan, surat yang turun di Madinah ini membahas berbagai aspek: akidah, syariat hukum, sejarah Bani Israel, serta moral dan sosial. Menurutnya, surat Al-Baqarah bukan sekadar bacaan, tetapi benteng spiritual yang mendatangkan keberkahan dan menolak keburukan.

“Rasulullah bersabda bahwa membaca Al-Qur’an khususnya Surat Al-Baqarah akan membawa keberkahan dan perlindungan dari gangguan setan. Orang yang di dalam dirinya ada Al-Qur’an, hatinya akan kuat dan tidak mudah terguncang,” ujarnya.

Keunikan Huruf

Selain itu, ia menyoroti keunikan huruf mukhata’ah seperti Alif Lam Mim yang membuka surat ini. Huruf mukhata’ah merupakan huruf yang dibaca secara terpisah, tanpa menggunakan harakat seperti huruf dalam Al-Qur’an pada umumnya.

“Huruf mukhata’ah itu huruf yang dibaca terpisah-terpisah. Kalau dalam kaidah bahasa Arab itu kan huruf ada harus ada harukatnya, nah ini huruf dibaca dengan huruf mati dan terpisah-pisah. Masing-masing huruf itu terpisah, makanya disimpul dengan mukoto’a, terpisah antara huruf satu dengan huruf yang lainnya,” ujarnya.

Ainur menyebut makna sesungguhnya dari Alif Lam Mim ini tidak pernah diketahui oleh siapapun, bahkan Rasulullah SAW. Banyak ulama menafsirkan Alif Lam Mim dengan makna yang sangat beragam. Ia melanjutkan, hal ini dikarenakan setiap kitab suci memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh Allah saja.

“Al-Quran itu menurut Ibn Uthaymiyah, ada yang hanya dipahami oleh Allah saja. Ada yang dipahami oleh Nabi Muhammad SAW, ada yang dipahami oleh ulama, dan ada yang dipahami oleh orang yang bisa bahasa Arab. Dan ini termasuk yang hanya dipahami oleh Allah,” jelas Ainur.

Menurutnya, Alif Lam Mim mengandung semangat progresif — sebuah dorongan bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat. “Jadi, Alif Lam Mim pada zaman modern ini adalah semangat dan jiwa progresivitas yang menghadirkan perbaikan. Berani mematahkan sistem feudalis, kapitalis, sosialis, atau sistem-sistem yang tidak sesuai dengan syarat Islam,” tuturnya.

Ainur menjelaskan makna ayat kedua, “Zalikal kitabu laa raiba fihi hudan lil muttaqin”, bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk tanpa keraguan bagi orang-orang bertakwa. “Petunjuk Al-Qur’an hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang bertakwa — mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan salat, menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan meyakini hari akhir,” jelasnya.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an bersama Ainur Rha’in., Lektor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI).

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an bersama Ainur Rha’in., Lektor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI). (Humas)

Lebih lanjut, Ainur juga menekankan bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca saja, tetapi harus disertai dengan penghayatan dan penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk dilombakan atau dikhatamkan. Ia adalah petunjuk kehidupan. Kalau hanya dibaca tanpa dipahami, kita hanya mendapatkan pahalanya. Tapi jika dipahami dan diamalkan, kita akan mendapat hidayah yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ainur juga menyampaikan umat Islam perlu meneladani semangat Surat Al-Baqarah dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Ia menilai, pesan-pesan dalam surat ini relevan dengan tantangan masyarakat modern, khususnya dalam menjaga nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

“Surat Al-Baqarah mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ini sangat penting di era modern, ketika banyak orang sibuk membangun karier, tapi melupakan nilai-nilai spiritual,” jelasnya.

Ia juga menambahkan sifat orang bertakwa sebagaimana disebut dalam ayat-ayat awal surat Al-Baqarah mencakup iman yang kuat, konsistensi dalam beribadah, serta kepedulian sosial terhadap sesama. “Ketakwaan sejati bukan hanya diukur dari seberapa sering kita beribadah, tapi juga dari seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Orang bertakwa itu hatinya hidup, peka terhadap sekitar, dan selalu berusaha memberi keberkahan,” tambahnya.

Di akhir kajian yang dilaksanakan pada Kamis (23/10/2025) itu, Ainur mengajak peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam setiap aspek kehidupan — baik pribadi, sosial, maupun profesional. “Kalau umat Islam benar-benar memahami Al-Qur’an, tidak akan ada yang tertinggal. Kita akan menjadi umat yang unggul, karena nilai-nilai dalam Al-Qur’an selalu mendorong kemajuan, keadilan, dan keseimbangan,” tutunya.

Berita Terbaru

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...