Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Tafsir Online UMS Bedah Pesan Ketuhanan dalam Surah Al-Mursalat

Adi, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 10 Oktober 2025 19:59 WIB
Kajian Tafsir Online UMS Bedah Pesan Ketuhanan dalam Surah Al-Mursalat
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kajian tafsir online Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar dengan pembahasan Surah Al-Mursalat ayat 1–28 yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Ainur Rha’in. Kajian ini mengupas makna sumpah Allah, peran malaikat, hingga janji pasti tentang datangnya hari kiamat. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kajian tafsir online Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar dengan pembahasan Surah Al-Mursalat ayat 1–28 yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Ainur Rha’in. Kajian ini mengupas makna sumpah Allah, peran malaikat, hingga janji pasti tentang datangnya hari kiamat.

Dalam pemaparannya, Ainur menjelaskan bahwa pada ayat 1–5, Allah bersumpah demi para malaikat, asmaul husna yang mulia, dan makhluk ciptaan-Nya. Kata Al-Mursalat diartikan sebagai malaikat yang diutus untuk menyebarkan kebaikan dan kemakrufan.

Sementara istilah Falfariqat, salah satu kata dalam surat Al-Mursalat, menggambarkan malaikat yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan. “Al-Mursalat juga bisa dimaknai sebagai manusia yang senantiasa menyebarkan kebaikan dan kebermanfaatan di muka bumi,” jelasnya, Kamis (9/10/2025).

Ayat ke-7, lanjut Ainur, menegaskan bahwa janji Allah tentang datangnya hari kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi. Hal ini diperkuat oleh ayat 8 –11 yang menggambarkan tanda-tanda dahsyat menjelang kiamat, di mana alam semesta mengalami kehancuran besar sebagai awal mula Hari Pembalasan.

Dalam pembahasan ayat 12 –15, Ainur menyampaikan bahwa azab bagi orang-orang kafir tidak langsung diturunkan di dunia, tetapi akan diberikan pada hari keputusan kelak. “Maka celakalah mereka para pendusta,” katanya, mengutip isi ayat sebagai bentuk peringatan bagi manusia agar tidak mengingkari kebenaran wahyu.

Kajian tafsir online Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar dengan pembahasan Surah Al-Mursalat ayat 1–28 yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Ainur Rha’in. Kajian ini mengupas makna sumpah Allah, peran malaikat, hingga janji pasti tentang datangnya hari kiamat.

Kajian tafsir online Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali digelar dengan pembahasan Surah Al-Mursalat ayat 1–28 yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Ainur Rha’in. Kajian ini mengupas makna sumpah Allah, peran malaikat, hingga janji pasti tentang datangnya hari kiamat. (Humas)

Pada ayat 16 –19, kajian ini menyoroti kisah kehancuran umat-umat terdahulu yang menolak risalah dan tidak mempercayai Hari Kebangkitan. Menurutnya, kehancuran itu menjadi pelajaran penting bagi manusia masa kini agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selanjutnya, Ainur menjelaskan ayat 20 –24 yang menegaskan bahwa Allah adalah sebaik-baik pembuat takdir. Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari air yang hina (mani), namun diberi potensi besar untuk mencapai kemuliaan. “Apabila takdir Allah yang terbaik tidak kita syukuri dan tidak dimanfaatkan dengan baik, maka seluruh potensi hidup akan menjadi sia-sia,” ujarnya.

Kajian diakhiri dengan pembahasan ayat 25 –28 yang menggambarkan bagaimana Allah menjadikan bumi sebagai tempat kehidupan manusia. Dari bumi manusia memperoleh rezeki, tempat berpijak, dan akhirnya tempat kembali.

Melalui kajian ini, Ainur mengajak para peserta untuk memperdalam keimanan, memperbanyak amal saleh, dan menebarkan kemanfaatan bagi sesama. “Surah Al-Mursalat mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan janji Allah tentang hari pembalasan adalah sesuatu yang pasti terjadi,” ujarnya.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...