Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Berkat Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Mahasiswa UMS Boyong Silver Medal di IID 2025

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 8 Oktober 2025 20:13 WIB
Berkat Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Mahasiswa UMS Boyong Silver Medal di IID 2025
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Smart and Intelligent of Self Care and Clinical Treatment, yang berhasil meraih medali perak dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2025. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kebutuhan layanan fisioterapi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan dan perawatan fisik. Namun, akses terhadap layanan ini masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan.

Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Smart and Intelligent of Self Care and Clinical Treatment, yang berhasil meraih medali perak dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2025.

Dalam ajang tersebut, Physio Connect sukses mengungguli ratusan karya inovatif lainnya dan menyabet penghargaan medali perak. Inovasi ini merupakan hasil karya Tim Physio Connect yang beranggotakan mahasiswa dari Program Studi Fisioterapi dan Bisnis Digital UMS.

Mereka adalah Urip Pamungkas Jati Dharma selaku ketua tim, serta anggota Hafidh Erli Nurdin Pratama, Meitha Wila Roseyani, Yudha Wirajati, Shandhi Putri Wahyu Sartika, Nabil Oktora Ramadhan, dan Jafar Annashirudin. Tim ini dibimbing dosen pendamping Arif Pristianto.

“Awalnya saya dan dua teman hanya ikut lomba-lomba nasional, kemudian menang, dan dari situ Pak Arif memberi ide, bagaimana kalau dikembangkan ke tingkat internasional,” ungkap Urip Pamungkas, saat ditemui pada Selasa (7/10/2025).

Urip menceritakan proyek ini bermula dari kolaborasi lima mahasiswa Fisioterapi yang kemudian berkolaborasi dengan dua mahasiswa Bisnis Digital. “Karena aplikasinya berbasis digital, kami butuh rekan yang paham di bidang itu. Akhirnya kami gandeng teman dari Bisnis Digital untuk bantu dari sisi teknis dan bisnisnya,” tambahnya.

Kesenjangan Akses Layanan

Gagasan utama pengembangan Physio Connect berangkat dari kesenjangan akses layanan fisioterapi antara kota dan desa. “Banyak masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses layanan fisioterapi. Sementara kebutuhan layanan fisioterapi kian meningkat, layanan yang ada saat ini justru masih terpusat di perkotaan. Dari situ kami ingin menghadirkan solusi berbasis teknologi,” jelas Urip.

Aplikasi Physio Connect memiliki berbagai fitur unggulan, salah satunya Journal Link, yang memungkinkan pengguna maupun terapis mengakses jurnal ilmiah berbasis bukti (evidence-based physiotherapy). “Kami ingin menjembatani kebutuhan akan literasi ilmiah dalam praktik fisioterapi,” terang Urip.

Selain itu, terdapat fitur Exercise Fit, yang membantu pengguna mengikuti program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. “Fitur ini memungkinkan pengguna mengetahui intensitas, repetisi, hingga cara melakukan latihan yang benar. Semua terintegrasi dengan referensi jurnal ilmiah agar program latihan kredibel,” tambahnya.

Inovasi lain yang dihadirkan adalah Telephysio, layanan konsultasi jarak jauh antara pasien dan fisioterapis. “Biasanya konsultasi harus datang langsung, tapi dengan Telephysio, pasien yang memiliki kendala saat ingin melakukan konsultasi kepada fisioterapis tetap bisa berkonsultasi secara daring,” tutur Urip.

Fitur lainnya yang tak kalah menarik adalah Near Therapy, yang berfungsi seperti peta digital untuk mencari klinik fisioterapi terdekat. Ada pula Posture IQ, fitur yang memungkinkan pengguna memeriksa postur tubuh secara mandiri hanya dengan mengambil foto. “Dari hasil foto itu bisa muncul analisis postur tubuh dan rekomendasi latihan untuk memperbaikinya,” jelasnya.

sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Smart and Intelligent of Self Care and Clinical Treatment, yang berhasil meraih medali perak dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2025.

sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Smart and Intelligent of Self Care and Clinical Treatment, yang berhasil meraih medali perak dalam ajang internasional Indonesia Inventors Day (IID) 2025. (Humas)

Pengembangan Physio Connect dilakukan selama kurang lebih empat bulan menjelang kompetisi. “Kami mulai dari semester empat, dan proses development aplikasinya sekitar tiga sampai empat bulan sebelum lomba,” ujar Urip.

Menghadapi kompetisi berskala internasional, Urip mengakui timnya menghadapi tantangan besar. “Pesaingnya dari berbagai negara, bahkan ada dari Korea yang teknologinya lebih maju. Tapi kami jadikan itu motivasi agar tetap percaya diri dan menunjukkan bahwa ide dari mahasiswa Indonesia juga punya potensi besar,” ujarnya.

Bagi Urip, pengalaman mengikuti lomba internasional adalah kenangan berharga. “Ini pertama kalinya saya ikut lomba internasional, dan dipertemukan dengan tim yang luar biasa. Perjuangan bersama mereka menjadi pengalaman terbaik selama kuliah,” ungkapnya.

Setelah menorehkan prestasi tersebut, Tim Physio Connect berencana melanjutkan pengembangan aplikasi dan mengikuti kompetisi lain. “Kami tidak ingin berhenti di satu pencapaian. Harapannya, inovasi ini bisa terus dikembangkan agar layanan fisioterapi di Indonesia semakin maju dan mudah diakses,” kata Urip.

Menutup wawancara, Urip berpesan kepada mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman. “Jangan takut mencoba hal baru. Ketakutan itu jadikan motivasi. Kita mungkin merasa tim lain lebih unggul, tapi yakinlah setiap usaha punya hasil. Fokus saja pada tujuan dan nikmati prosesnya,” pungkas mahasiswa berprestasi itu dengan senyum penuh optimisme.

Berita Terbaru

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...

Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...

Kajian Ngeteh PCPM Kota Bengawan: Dari Jamaah Merajut Ukhuwah….

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, kembali menggelar Kajian Ngeteh: Ngaji Entuk Hikmah dengan mengusung tema “Dari Jamaah Merajut Ukhuwah”, Sabtu...

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...