Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Tafsir UMS Bahas Gambaran Neraka dan Para Penghuninya

Asyiyah, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 13 September 2025 15:18 WIB
Kajian Tafsir UMS Bahas Gambaran Neraka dan Para Penghuninya
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Narasumber Kajian Tafsir UMS, Ainur Rha’in, saat menyampaikan materi melalui Zoom Meeting. (Humas UMS).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pembahasan mengenai neraka kini cenderung terabaikan seiring perkembangan zaman. Banyak anak sekarang tidak mengetahui bagaimana gambaran penghuni neraka. Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rha’in, mengupas bagaimana gambaran neraka serta penghuni di dalamnya menurut QS. Al-Mudatsir.

Ia memaparkan kondisi neraka ketika kiamat tiba. Neraka saqar digambarkan sebagai neraka yang penuh kesakitan dan kesengsaraan tiada henti. Neraka ini diperuntukkan bagi orang yang menghina ajaran Islam.  Penghuni neraka bagaikan orang paling bangkrut karena akan merasakan siksaan neraka selamanya. Orang yang masuk ke dalamnya akan dibakar dengan api yang sangat panas yang akan membakar kulitnya.  “Ketika api itu membakar kulit hingga menghitam, melepuh, dan mengelupas maka kulit itu akan diganti Allah dengan kulit baru. Begitupun seterusnya. Proses pergantian kulitnya sakit sekali,” jelas Ainur, Kamis (11/9/2025). Materi tersebut disampaikan dalam Kajian Tafsir UMS melalui Zoom Meeting.

70 Ribu Malaikat

Selain itu ia juga menjelaskan bagaimana dahsyatnya neraka jahanam. Ketika kiamat tiba, neraka jahanam dihadirkan dengan 70 ribu tali kekang, setiap kekang terdapat 70 ribu malaikat yang menariknya.  “Yang dijelaskan itu baru yang menariknya, belum termasuk malaikat penjaganya, malaikat yang menyiksanya dan malaikat yang di dalamnya,” lanjutnya.

Ainur juga menjelaskan ciri-ciri penghuni neraka, di antaranya yakni orang yang tidak menunaikan salat, tidak memberi makan orang miskin, berbicara batil, dan tidak mempercayai hari pembalasan (kiamat). “Hal paling utama yang membedakan kita (orang Muslim) dengan orang kafir itu salat. Malaikat berkata seandainya aku tidak diperintahkan oleh Allah untuk memberi rezeki, tidak akan sudi aku memberikan kepada orang yang tidak salat,” jelasnya.

Kajian ini juga menyoroti tentang maraknya informasi hoaks yang banyak ditemukan di media sosial. Orang yang menyebarkan informasi hoaks termasuk dalam orang yang batil yaitu menutupi kedzaliman dengan kedzaliman.  “Penghuni neraka itu keras kepala, diingatkan kebaikan tidak mau. Kata-kata nya kasar dan kotor dan mudah mendzalimi orang lain,” lanjutnya.

Dosen FAI UMS itu mengingatkan kita untuk mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat dengan membekali diri dengan ilmu tentang akhirat, baik surga maupun neraka. Ia menekankan kepada kita agar jangan sampai kita menjadi bagian dari penghuni neraka.

Berita Terbaru

Bukan Hanya Berdoa, Kekeringan Perlu Dijawab dengan Ikhtiar

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga penopang kehidupan petani. Ketika hujan tak kunjung turun, sawah mengering, tanaman merana, dan penghasilan warga terancam....

Pengajian RRI Surakarta Ajak Pegawai Tingkatkan Etos Kerja

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Masjid As-Syiar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta menggelar pengajian untuk mensyukuri selesainya renovasi masjid pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan bertema “Memakmurkan Masjid, Meningkatkan Kinerja,...

9 Kebiasaan Emas Muslim agar Rutinitas Bernilai Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kebiasaan baik perlu dilatih secara konsisten agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejumlah rutinitas, mulai dari menjaga salat hingga membangun sikap positif dan...

Imron Rosyadi: Pentingnya Ilmu Faraidh untuk Pembagian Harta Waris

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pembagian harta peninggalan orang meninggal atau yang disebut dengan harta waris seringkali menimbulkan konflik horizontal dalam keluarga. Pertikaian, tidak tegur sapa, bahkan hingga saling...

Kajian Maulid Nabi, Pesan Cinta Rasulullah untuk Generasi Z

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar kajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa...

Pengajian Ahad Pagi Masjid An Nuur Tekankan Keteladanan Rasulullah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Masjid An Nuur di Jalan Biak Gang II Nomor 15, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, menggelar pengajian Ahad pagi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad...

Mensyukuri Kemerdekaan dengan Amal Saleh, Ini Pesan Dai MUI di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan melalui penguatan iman, ketakwaan, dan amal...

Pengajian Kauman Bahas Makna Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Doa bukan sekadar bacaan yang dilafalkan setelah Salat, tetapi menjadi wujud penghambaan sekaligus pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan Allah Swt....

Kajian Ahad Subuh Barokah Masjid Sidodadi Perkuat Iman dan Ukhuwah Jemaah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pajang bersama Pengurus Takmir Masjid Sidodadi Pajang, Laweyan, kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Subuh Barokah, Ahad (26/7/2026). Kegiatan...

Kupas Tafsir Al-Baqarah 155-157, Dosen UMS Jelaskan Makna Ujian Hidup

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Ujian hidup kerap dipahami sebagai tanda ketidaksukaan Tuhan kepada manusia. Padahal, dalam perspektif Islam, ujian justru dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah...

Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...

Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...