Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

KPID Jateng Gelar Seminar Literasi Media di UMS, Dorong Mahasiswa Cakap Bermedia

Zaatuddin, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 9 Oktober 2025 14:32 WIB
KPID Jateng Gelar Seminar Literasi Media di UMS, Dorong Mahasiswa Cakap Bermedia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah sukses gelar KPID Goes to Campus UMS yang bertemakan “Cakap Bermedia, Kritis Bersuara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (7/10/2025) di Gedung J Seminar 1 Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dihadiri sekitar 100 peserta. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah sukses gelar KPID Goes to Campus UMS yang bertemakan “Cakap Bermedia, Kritis Bersuara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (7/10/2025) di Gedung J Seminar 1 Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dihadiri sekitar 100 peserta.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yakni Budi Santoso perwakilan dari salah satu dosen Ilmu Komunikasi UMS, Hendrik Hutabarat dan Anas Syahirul Alim perwakilan langsung dari KPID Jawa Tengah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi mahasiswa mengenai regulasi penyiaran di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan FKI UMS, Endah Sudarmilah, menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa dalam bermedia. Ia menyatakan materi yang disampaikan sangat kompeten dan relevan dengan ilmu komunikasi.

“Dari acara ini akan ada sesuatu yang sangat berharga, khususnya untuk Prodi Ilmu Komunikasi. Kita akan lanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang insya Allah akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ujar Endah.

Selain itu, menurut Endah, kegiatan ini menjadi bukti komitmen FKI terhadap pendidikan yang menjadi salah satu Catur Dharma Perguruan Tinggi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) untuk kerja sama yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama tidak hanya pada sisi mahasiswa, tetapi mencakup seluruh aspek Catur Dharma Perguruan Tinggi UMS. “Kerja sama ini akan mencakup pada Catur Dharma Perguruan Tinggi UMS yang meliputi Pendidikan, Pengabdian, Penelitian dan Al-Islam Kemuhammadiyahan,” jelasnya.

Kemajuan Ilmu Komunikasi 

Endah berharap melalui kegiatan ini, KPID dapat berbagi ilmu dengan mahasiswa dan memberikan insight serta edukasi untuk kemajuan bidang ilmu komunikasi di FKI UMS. “Al-Islam Kemuhammadiyahan itu kan salah satu ciri khasnya adalah dakwah dan itu tidak mungkin lepas dari KPID. Jadi harapannya nanti bisa dikolaborasikan dan dielaborasikan,” harap Dekan FKI itu.

Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah, Hendrik SP. Hutabarat, menekankan pentingnya kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi di berbagai bentuk media. “Di era disinformasi yang kian marak, literasi media menjadi keterampilan penting untuk membantu masyarakat bersikap kritis terhadap pesan-pesan media,” jelas Hendrik.

Ia menjelaskan empat pilar literasi digital yang harus dikuasai, yakni digital skill (keterampilan teknis), digital culture (membangun nilai kebangsaan), digital ethics (kesadaran etika), dan digital safety (perlindungan dari ancaman siber).

Hendrik juga menguraikan tugas KPID sebagai lembaga independen yang menjamin masyarakat memperoleh informasi layak, membangun persaingan sehat antarlembaga penyiaran, serta menampung pengaduan masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran.

Ia mengingatkan tujuh kekeliruan media yang harus diwaspadai oleh mahasiswa, “Tujuh kekeliruan yang biasa kita temukan, diantaranya Distorsi Informasi, ⁠Dramatisasi Fakta Palsu, ⁠Mengganggu ‘Privacy’, ⁠Pembunuhan Karakter, ⁠Eksploitasi Seks, ⁠Meracuni Benak Pikiran Anak-anak, ⁠Penyalahgunaan Kekuasaan,” paparnya.

Di samping itu, Budi Santoso selaku narasumber kedua membahas tentang kebebasan berpendapat dalam hukum di Indonesia. Ia merujuk pada UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang menjamin kemerdekaan pers dan hak menyampaikan informasi. “Kebebasan berbicara adalah hak, tetapi mempertanggungjawabkan segala informasi yang kita bagikan adalah kewajiban,” tegas Budi.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah sukses gelar KPID Goes to Campus UMS yang bertemakan “Cakap Bermedia, Kritis Bersuara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (7/10/2025) di Gedung J Seminar 1 Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dihadiri sekitar 100 peserta.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah sukses gelar KPID Goes to Campus UMS yang bertemakan “Cakap Bermedia, Kritis Bersuara”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (7/10/2025) di Gedung J Seminar 1 Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dihadiri sekitar 100 peserta. (Humas)

Ia menjelaskan bahwa kebebasan berbicara bukan tanpa batas. Setiap penyampaian informasi harus menghindari fitnah, hoaks, ujaran kebencian, atau diskriminasi, serta tetap menjaga kepentingan publik. Lembaga penyiaran dan pers wajib menjalankan kode etik jurnalistik dan fungsi etika profesi. “Pers itu punya kode etik jurnalistik sebagai bagian dari etika profesi yang membatasi sekaligus membebaskan para wartawan,” ungkapnya.

Anas Syahirul Alim sebagai narasumber ketiga menyoroti perkembangan media dan tantangan di dunia maya. Ia memaparkan data pengguna internet Indonesia yang didominasi Generasi Z (34,40%) dan Milenial (30,62%).

Menurut Anas, salah satu tantangan yang dihadapi oleh KPID adalah turunnya minat Generasi Z (sebagai salah satu adopter media terbanyak) terhadap media konvensional seperti televisi dan radio. Menurutnya KPID telah melakukan langkah konkrit dalam menjawab tantangan tersebut. “Sejauh ini kami telah melakukan kampanye konvergensi media. Jadi sekarang radio wajib punya akun media sosial seperti instagram dan tiktok,” pungkasnya.

Anas mengingatkan enam jenis konten negatif berdasarkan UU ITE, yaitu pelanggaran kesusilaan, perjudian, penghinaan, pemerasan, penyebaran berita bohong, dan penyebaran kebencian berdasarkan SARA.

Ia juga menyoroti fenomena perundungan di ruang digital (cyberbullying) yang dapat memicu kekerasan fisik di dunia nyata. “Menyebarkan berita bohong bisa dipidana penjara hingga enam tahun dan denda Rp1 miliar sesuai Pasal 28 Ayat 1 UU ITE No. 19 Tahun 2016,” jelas Anas.

Ia mengajak mahasiswa sebagai bagian dari Society 5.0 untuk memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab. Seminar yang dimoderatori Intan Nurlaili dari KPID Jawa Tengah ini berlangsung interaktif dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam memanfaatkan media secara cerdas dan kritis di era digital.

Berita Terbaru

Inovasi Kesehatan Berbasis AI, Mahasiswa UMS Raih Gold Medal di YISF 2026

JOGJA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi internasional lewat ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 yang diselenggarakan di UIN...

Mahasiswa Teknik Industri UMS Pamer Karya dalam Expo Race

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar expo race sebagai puncak rangkaian Praktikum Teknik Industri 1 pada Sabtu (11/4/2026). Kegiatan...

DKPTI UMS Matangkan Persiapan KBMK 2026, Bidik Delegasi Unggul ke Tingkat Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mematangkan persiapan mahasiswa dalam menghadapi Kompetisi Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 melalui langkah strategis yang telah dimulai sejak...

UMS Perkuat Kompetensi Guru Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Upaya peningkatan kualitas pembelajaran terus didorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui penguatan kompetensi guru, salah satunya dengan memberikan pelatihan penyusunan asesmen dan Tes Kemampuan...

UMS Diskon Dana Pengembangan hingga 50 Persen untuk Pendaftar Prodi AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan potongan dana pengembangan hingga 50% bagi calon mahasiswa yang mendaftar Program Studi Artificial Intelligence (AI). Direktur Direktorat Akademik dan...

UMS Tawarkan Jalur Khusus Bagi Pemilik Berkas SNBP

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebagai bentuk apresiasi bagi calon mahasiswa yang belum lolos di perguruan tinggi negeri....

IKA UMS Dorong Alumni Jadi Pilar Penting Pengembangan Kampus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dosen dan tenaga kependidikan...

Penerima Beasiswa Kader UMS Didorong Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diingatkan untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah...

Angkat Pendidikan Hukum, PDIH & MIH UMS Kolaborasi dengan Fakultas Hukum UM Kupang

KUPANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) dan Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring akademik melalui kegiatan kunjungan...

UMS Luncurkan MyUjian, Perkuat Mutu Akademik Berbasis Digital

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran meluncurkan sistem MyUjian dan pengukuran capaian pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Hal...

KMPA Giri Bahama UMS Integrasikan Olahraga Arus Deras dengan Ilmu Geografi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani masa pengembaraan olahraga arus deras. Masa pengembaraan merupakan masa bagi...

Inovasi Sekolah Pintar Bertenaga Matahari, Mahasiswa UMS Rebut 5 Medali Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui gagasan Edu Solar & IoT Hub, mahasiswa menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan yang...