Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Subuh, Ustaz Pujiono Bakar Semangat Peserta Bimtek PM, Koding, dan Kecerdasan AI

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 6 Oktober 2025 23:32 WIB
Kajian Subuh, Ustaz Pujiono Bakar Semangat Peserta Bimtek PM, Koding, dan Kecerdasan AI
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pujiono [Dok. pribadi].

MEDAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam suasana hening nan khidmat di Hotel Le Polonia Medan, ratusan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM), KKA, dan PPK Region Sumatera Utara mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Pujiono, salah satu tokoh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Dalam kultum Subuh bertajuk “Mengoding Masa Depan”, Minggu (5/10/2025), Pujiono membakar semangat para guru dan peserta dengan pesan mendalam tentang pentingnya bersyukur, menghidupkan cinta dalam profesi guru, serta menjadikan koding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana dakwah.

Mengawali tausiyahnya, Ustaz Pujiono menekankan makna tidur sebagai kematian sementara. “Ketika kita dibangunkan dari tidur, itu artinya Allah memberi kesempatan hidup sekali lagi. Maka kesuksesan pertama adalah saat membuka mata dengan penuh rasa syukur,” ujarnya.

Dalam suasana hening nan khidmat di Hotel Le Polonia Medan, ratusan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM), KKA, dan PPK Region Sumatera Utara mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Pujiono, salah satu tokoh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Dalam suasana hening nan khidmat di Hotel Le Polonia Medan, ratusan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM), KKA, dan PPK Region Sumatera Utara mendapatkan siraman rohani dari Ustaz Pujiono, salah satu tokoh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. (Humas)

Dia menegaskan rasa syukur harus tercermin dalam salat Subuh berjemaah, apalagi di tempat yang mewah seperti aula hotel tempat berlangsungnya kajian. “Guru adalah profesi mulia. Sebagai tanda syukur, guru tidak boleh berhenti belajar. Diam adalah lonceng kejumudan. Guru sejati adalah guru yang sekaligus menjadi murid,” tegasnya.

Ustaz Pujiono kemudian mengutip pesan monumental pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan: “Jadilah murid. Muhammadiyah hari ini dan esok akan berbeda. Teruslah belajar. Jadi guru, kembalilah ke Muhammadiyah. Jadi dokter, jadi master, lalu kembalilah berkhidmat kepada Muhammadiyah.”

Pesan ini, lanjut Pujiono, menegaskan setiap insan beriman tidak boleh berhenti menuntut ilmu, apalagi seorang guru. “Guru tidak boleh sekadar hadir demi menunggu tanggal satu. Guru harus hadir dengan hati, dengan cinta, agar ada nilai pahala di setiap detik pengabdiannya,” ungkapnya sambil menyelipkan humor segar tentang guru “5 koma” yang membuat peserta tersenyum.

AI dan Guru: Bedanya Ada pada Rasa dan Cinta

Lebih lanjut, Pujiono menyampaikan refleksi tentang AI yang kian berkembang pesat. Menurutnya, teknologi bisa menggantikan banyak profesi, termasuk guru. Namun, ada hal yang tidak bisa digantikan: rasa dan cinta.

“Jangan sampai kelas menjadi dingin tanpa rasa. Guru yang hanya formalitas bisa jadi 20 tahun mengajar tanpa pahala. Tetapi guru yang mengajar dengan cinta, setiap menitnya bernilai ibadah,” jelasnya.

Mengaitkan dengan wahyu pertama Al-Qur’an, Iqra, Ustaz Pujiono menekankan membaca dan belajar adalah kunci membangun peradaban Islam. “Nabi Muhammad yang ummi diperintah membaca, apalagi kita yang bisa membaca. Di era android dan AI ini, koding adalah bahasa peradaban baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, koding melahirkan sistem aplikasi dan kecerdasan buatan. Namun, ia mengingatkan: “Koding hanyalah alat, bukan tujuan. Jika diarahkan pada kebaikan, maka ia menjadi jalan menuju pahala. Jika digunakan untuk keburukan, ia bisa menjadi sumber bencana.”

Dalil Qur’an dan Hadis: Ilmu untuk Dunia dan Akhirat

Dalam kajian tersebut, Ustaz Pujiono mengutip firman Allah dalam QS. Al-Qashash: 77 yang menegaskan agar manusia mencari kebahagiaan akhirat dengan apa yang Allah anugerahkan, tanpa melupakan bagian dunia, serta berbuat baik di bumi.

“Ilmu dunia, termasuk koding dan AI, adalah bekal menuju negeri akhirat. Maka belajar koding dan AI harus diarahkan untuk dakwah dan kebaikan, bukan sekadar mengejar dunia,” paparnya.

Dia juga mengingatkan hadis Nabi SAW: “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Hadis ini, menurutnya, adalah motivasi agar umat Islam tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjadikannya jalan menuju keridhaan Allah.

Mengakhiri kultumnya, Ustadz Pujiono menekankan bahwa umat Islam harus menjadi pengendali teknologi, bukan korban teknologi. “Mari kita isi dunia digital dengan konten dan aplikasi yang membawa pada kebaikan. Dengan koding, dengan AI, mari kita mengoding masa depan untuk meraih ridha Ilahi,” ujarnya disambut takbir dan semangat peserta Bimtek.

Dengan gaya komunikasinya yang khas—tegas, penuh humor segar, dan sarat makna—Ustaz Pujiono berhasil membakar semangat peserta untuk menjadi guru pembelajar, pengendali teknologi, dan penggerak peradaban baru berbasis iman, ilmu, dan amal.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...