Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Belajari dari Praktik Baik Mereka…

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Selasa, 9 September 2025 14:50 WIB
Belajari dari Praktik Baik Mereka…
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keprabon, Mansyur (depan mik) saat menyampaikan pendapatnya di forum FGD. (Langkah Baru).

Di balik berbagai masalah di tingkat Cabang dan Ranting, tak dimungkiri, banyak praktik baik yang telah dijalankan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) maupun Pimpinan Muhammadiyah Cabang (PCM) di Kota Solo. Dalam forum FGD yang digelar Majalah Langkah Baru tersebut, PRM Keprabon menjadi perhatian peserta. Ranting ini bisa mandiri secara finansial dan mampu mengolaborasikan kegiatan PRM dengan stakeholders lainnya di Keprabon. Hal ini untuk menjalankan misi Persyarikatan dalam berdakwah secara kultural. Dengan demikian antara PRM dan kegiatan kemasyarakatan bisa menyatu dengan baik.

Ketua PRM Keprabon, Mansyur, mengatakan, posisi dirinya sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Keprabon mempermudah pihaknya berkolaborasi dengan program-program kemasyarakatan di Keprabon. PRM bisa menyatu dengan program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dalam mengatasi stunting (tengkes), misalnya.  Keprabon sebagai Kampung Wisata sekaligus kawasan kuliner bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. PRM Keprabon juga masuk ke event-event budaya di Keprabon dengan bekerja sama Dinas Pariwisata Kota Solo. Misalnya ada kegiatan wayangan, pihak PRM siap membantu dan berkolaborasi dengan menyisipkan pesan-pesan dakwah melalui kegiatan budaya. Misalnya, saat ada gelar wayangan selama lima hari, pihaknya akan minta hari terakhir untuk menggelar Wayang Ngaji.

Bahkan, saat program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) masih berjalan, PRM Keprabon ikut menggelar pameran.  “Jadi Muhammadiyah itu harus bisa ngabehi. Asalkan program itu menjadi kebutuhan masyarakat dan membawa manfaat, kita masuk,” terangnya. Dengan banyak kolaborasi itu, aktivitas PRM Keprabon menjadi beragam dan berwarna. Termasuk menggandeng komunitas Emak-Emak Keprabon dan komunitas lainnya. Mereka ikut menyiapkan kuliner saat ada pengajian.

Dari sisi finansial, PRM Keprabon bisa mandiri. Di antaranya bisa mengumpulkan dana infak saat pelaksanaan Salat Idulfitri dan Salat Iduladha di Pamedan Mangkunegaran yang diselenggarakan Ranting. Dana yang terkumpul bisa mencapai puluhan juta itu sangat berarti untuk menopang kegiatan Ranting. Pengaderan di Ranting, kata Mansyur, juga berjalan baik. Saat ada kegiatan PRM, partisipan yang datang terus meningkat.

Memimpin dengan Seni

Praktik baik lainnya ditunjukkan PCM Banjarsari. Melalui Ketuanya, Rusmanto, menjelaskan pihaknya mampu menghidupi kegiatan-kegiatan PRM di wilayahnya. PCM Banjarsari selama ini banyak mendukung dana ke Ranting, kecuali PRM Keprabon karena dipandang mampu.  PCM Banjarsari bisa memanfaatkan dana infak siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Solo sebesar Rp2.000/siswa/bulan untuk menggerakkan dakwah Persyarikatan.  Dana infak dari siswa inilah yang banyak digunakan untuk kegiatan Ranting yang masih kekurangan dana. “Karena PCM Banjarsari tidak banyak menggunakan dana, maka dana infak itu kami salurkan ke AUM [Amal Usaha Muhammadiyah] maupun ke Ranting. Bahkan kami pernah menyalurkan ke SMA Muhammadiyah 6,” jelasnya.

Bahkan, saat ada pengajian di PRM, pihaknya membantunya dengan menyediakan doorprize bagi jemaah, sehingga pengajian menjadi menarik. Apa kiat praktik baik di PCM Banjarsari? “Memimpin Muhammadiyah itu perlu dengan seni. Ber-Muhammadiyah itu harus menyenangkan. Kita tidak mau ber-Muhammadiyah di bawah tekanan,” ujarnya di depan peserta FGD. Pihaknya memperlakukan PRM itu dengan hati gembira. Merangkul bukan memukul, mencintai bukan menyakiti. Karena penggerak Muhammadiyah itu para sukarelawan yang berkhidmat untuk mencari pahala sehingga harus diperlakukan dengan baik. Dengan seni kepemimpinan, katanya, kinerja di PCM Banjarsari insya Allah akan baik.

Praktik baik lainnya adalah PCM Laweyan yang menjadi PCM Unggulan di PDM Kota Solo. Terkait terpilihnya sebagai PCM Unggulan, Sekretaris PCM Laweyan, Purwadi, menjelaskan pihaknya berupaya untuk memenuhi indikator-indikator kemajuan PCM yang telah disusun Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LPCRPM. Untuk PCM ada 25 indikator, sedangkan PRM ada 19 indikator. “Nah, dari 25 indikator itu, PCM Laweyan telah memenuhi 19 indikator, sementara [PCM] yang lain belum,” jelasnya.  Hal ini yang mengantarkan PCM Laweyan menjadi Cabang Unggulan.  Dikutip dari lpcr.or.id., LPCRPM telah menyusun beberapa kriteria Cabang-Ranting Unggulan, antara lain pembinaan anggota atau jemaah; kepemimpinan organisasi dan manajemen; pemberdayaan ekonomi dan sosial keumatan; AUM unggulan; kaderisasi dan partisipasi AMM; daya pengaruh dan penguasaan media dakwah atau informasi.

Untuk penguatan ideologi Muhammadiyah, PCM Laweyan setiap Kamis keempat setiap bulannya, membacakan buku yang berisi ideologi Muhammadiyah di forum pengajian. Kegiatan ini untuk memperkuat ideologi warga Persyarikatan. “Jangan sampai kita salah, seolah-olah sesuatu itu ideologi Muhammadiyah, padahal ternyata bukan,” tegasnya.  Pihaknya juga terus mengadakan kajian dengan berkeliling ke 12 Ranting di wilayah PCM Laweyan. Kajian itu dilakukan setiap bulannya. Kini sudah berjalan 12 kali putaran pengajian ke Ranting-Ranting tersebut.

Untuk memberikan layanan yang baik, PRM Jebres Timur menyelenggarakan digitalisasi masjid dengan memasang barcode yang berisi beberapa menu yang bisa diakses jemaah masjid. Menurut utusan PRM Jebres Timur, Ngudi Widodo, pihaknya mengelola delapan masjid, namun satu masjid yang tidak mau ditempeli barcode karena ada satu oknum yang bukan warga Muhammadiyah. Selain menyampaikan informasi masjid, barcode juga berisi menu layanan PRM. Misalnya, menu untuk mencari keringanan biaya sekolah Muhammadiyah, menu untuk mencari rekomendasi melamar pekerjaan, dan sebagainya. Pihaknya memberi Persyaratan, bila ada kader yang ingin meminta rekomendasi, wajib mengikuti kegiatan Ranting sebanyak tujuh kali. Ini semata-mata agar mereka ikut menggerakkan kegiatan Persyarikatan di Ranting.

Untuk meningkatkan kinerja pengurus Cabang dan Ranting, Sekretaris PRM Serengan, Jino Budiharjo, mengusulkan perlunya peningkatan kapasitas bagi para pengurus. Penguatan kapasitas itu penting untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola organisasi. Misalnya, dari strukturalnya saja banyak pengurus yang tidak atau kurang kompak. Ada pengurus penting yang kurang aktif sehingga menghambat gerak pengurus lainnya. “Kalau mau melangkah, takut salah,” keluhnya. Problema seperti itu tidak hanya di kepengurusan Cabang dan Ranting, tapi juga di kepengurusan takmir masjid Muhammadiyah.

Sumber: Majalah Langkah Baru, edisi 22/April-Juni 2025

Berita Terbaru

Lebih dari Sekadar Hafalan, Tasmi’ 30 Juz Jadi Spirit Perjuangan Kader IMM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Solo menuntaskan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Solo pada Sabtu...

Buka Puasa Bersama Alumnus MABAS UMS, Jaga Api Dakwah Berdampak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menegaskan esensi buka puasa bersama alumnus Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq (MABAS) Universitas Muhammadiyah...

Sambut Ramadan, PRA Bangetayu Kulon Santuni Santri Panti Asuhan ‘Aisyiyah

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Srikandi X/61, Kota Semarang,...

Ramadan, Hizbul Wathan UMS Ajak Mahasiswa dan Warga Ikut Edukasi dan Aksi Bersih

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” pada Senin (23/2/2026), di Area Kampus 1 dan...

PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Sosialisasikan KHGT

SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Kab. Boyolali, menggelar kegiatan Kajian dan Sosialisasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) bertempat di Aula Masjid At-Taqwa, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan...

Sebanyak 8 PCNA di Karanganyar Ikuti Gelar Baitul Arqam untuk Perkuat Ideologi Kader

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak delapan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I pada 16–17 Februari 2026 bertempat di SMP...

Pengurus IMM Pondok Shabran dan IMM Muhammad Abduh Resmi Dilantik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS periode 2026-2027 resmi dilantik,...

IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Gelar Tarhib Ramadan dengan “Pelita”

SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan Pelita (Pelajar Ikhtiar Taat)...

Peluncuran Buku “Nalar Futurology Maroon” Warnai Pelantikan IMM Shabran dan IMM Muhammad Abduh

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS berlangsung khidmat di...

Redefinisi Padusan, IPM Pilih Bersihkan Kali Jenes

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan Ramadan, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Solo menggelar aksi simbolis yang mendobrak kebiasaan lama. Pada Ahad...

‘Aisyiyah Gatak Bekali Orang Tua Siswa tentang Pendidikan Anak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bertempat di Gedung Tirto Wirejo Wironanggan, Rabu (04/02/2026), Majelis PAUD-Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Kabupaten Sukoharjo menggelar acara menarik yaitu seminar parenting untuk...

‘Aisyiyah Gatak Gelar Seminar Anti-Narkoba untuk Remaja

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, bekerja sama dengan Majelis Kesehatan menggelar Seminar Anti-Narkoba dengan tema “Level Up Your...

Leave a comment