
Di balik berbagai masalah di tingkat Cabang dan Ranting, tak dimungkiri, banyak praktik baik yang telah dijalankan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) maupun Pimpinan Muhammadiyah Cabang (PCM) di Kota Solo. Dalam forum FGD yang digelar Majalah Langkah Baru tersebut, PRM Keprabon menjadi perhatian peserta. Ranting ini bisa mandiri secara finansial dan mampu mengolaborasikan kegiatan PRM dengan stakeholders lainnya di Keprabon. Hal ini untuk menjalankan misi Persyarikatan dalam berdakwah secara kultural. Dengan demikian antara PRM dan kegiatan kemasyarakatan bisa menyatu dengan baik.
Ketua PRM Keprabon, Mansyur, mengatakan, posisi dirinya sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Keprabon mempermudah pihaknya berkolaborasi dengan program-program kemasyarakatan di Keprabon. PRM bisa menyatu dengan program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dalam mengatasi stunting (tengkes), misalnya. Keprabon sebagai Kampung Wisata sekaligus kawasan kuliner bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan. PRM Keprabon juga masuk ke event-event budaya di Keprabon dengan bekerja sama Dinas Pariwisata Kota Solo. Misalnya ada kegiatan wayangan, pihak PRM siap membantu dan berkolaborasi dengan menyisipkan pesan-pesan dakwah melalui kegiatan budaya. Misalnya, saat ada gelar wayangan selama lima hari, pihaknya akan minta hari terakhir untuk menggelar Wayang Ngaji.
Bahkan, saat program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) masih berjalan, PRM Keprabon ikut menggelar pameran. “Jadi Muhammadiyah itu harus bisa ngabehi. Asalkan program itu menjadi kebutuhan masyarakat dan membawa manfaat, kita masuk,” terangnya. Dengan banyak kolaborasi itu, aktivitas PRM Keprabon menjadi beragam dan berwarna. Termasuk menggandeng komunitas Emak-Emak Keprabon dan komunitas lainnya. Mereka ikut menyiapkan kuliner saat ada pengajian.
Dari sisi finansial, PRM Keprabon bisa mandiri. Di antaranya bisa mengumpulkan dana infak saat pelaksanaan Salat Idulfitri dan Salat Iduladha di Pamedan Mangkunegaran yang diselenggarakan Ranting. Dana yang terkumpul bisa mencapai puluhan juta itu sangat berarti untuk menopang kegiatan Ranting. Pengaderan di Ranting, kata Mansyur, juga berjalan baik. Saat ada kegiatan PRM, partisipan yang datang terus meningkat.
Memimpin dengan Seni
Praktik baik lainnya ditunjukkan PCM Banjarsari. Melalui Ketuanya, Rusmanto, menjelaskan pihaknya mampu menghidupi kegiatan-kegiatan PRM di wilayahnya. PCM Banjarsari selama ini banyak mendukung dana ke Ranting, kecuali PRM Keprabon karena dipandang mampu. PCM Banjarsari bisa memanfaatkan dana infak siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon dan SMA Muhammadiyah 1 Kota Solo sebesar Rp2.000/siswa/bulan untuk menggerakkan dakwah Persyarikatan. Dana infak dari siswa inilah yang banyak digunakan untuk kegiatan Ranting yang masih kekurangan dana. “Karena PCM Banjarsari tidak banyak menggunakan dana, maka dana infak itu kami salurkan ke AUM [Amal Usaha Muhammadiyah] maupun ke Ranting. Bahkan kami pernah menyalurkan ke SMA Muhammadiyah 6,” jelasnya.
Bahkan, saat ada pengajian di PRM, pihaknya membantunya dengan menyediakan doorprize bagi jemaah, sehingga pengajian menjadi menarik. Apa kiat praktik baik di PCM Banjarsari? “Memimpin Muhammadiyah itu perlu dengan seni. Ber-Muhammadiyah itu harus menyenangkan. Kita tidak mau ber-Muhammadiyah di bawah tekanan,” ujarnya di depan peserta FGD. Pihaknya memperlakukan PRM itu dengan hati gembira. Merangkul bukan memukul, mencintai bukan menyakiti. Karena penggerak Muhammadiyah itu para sukarelawan yang berkhidmat untuk mencari pahala sehingga harus diperlakukan dengan baik. Dengan seni kepemimpinan, katanya, kinerja di PCM Banjarsari insya Allah akan baik.
Praktik baik lainnya adalah PCM Laweyan yang menjadi PCM Unggulan di PDM Kota Solo. Terkait terpilihnya sebagai PCM Unggulan, Sekretaris PCM Laweyan, Purwadi, menjelaskan pihaknya berupaya untuk memenuhi indikator-indikator kemajuan PCM yang telah disusun Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui LPCRPM. Untuk PCM ada 25 indikator, sedangkan PRM ada 19 indikator. “Nah, dari 25 indikator itu, PCM Laweyan telah memenuhi 19 indikator, sementara [PCM] yang lain belum,” jelasnya. Hal ini yang mengantarkan PCM Laweyan menjadi Cabang Unggulan. Dikutip dari lpcr.or.id., LPCRPM telah menyusun beberapa kriteria Cabang-Ranting Unggulan, antara lain pembinaan anggota atau jemaah; kepemimpinan organisasi dan manajemen; pemberdayaan ekonomi dan sosial keumatan; AUM unggulan; kaderisasi dan partisipasi AMM; daya pengaruh dan penguasaan media dakwah atau informasi.
Untuk penguatan ideologi Muhammadiyah, PCM Laweyan setiap Kamis keempat setiap bulannya, membacakan buku yang berisi ideologi Muhammadiyah di forum pengajian. Kegiatan ini untuk memperkuat ideologi warga Persyarikatan. “Jangan sampai kita salah, seolah-olah sesuatu itu ideologi Muhammadiyah, padahal ternyata bukan,” tegasnya. Pihaknya juga terus mengadakan kajian dengan berkeliling ke 12 Ranting di wilayah PCM Laweyan. Kajian itu dilakukan setiap bulannya. Kini sudah berjalan 12 kali putaran pengajian ke Ranting-Ranting tersebut.
Untuk memberikan layanan yang baik, PRM Jebres Timur menyelenggarakan digitalisasi masjid dengan memasang barcode yang berisi beberapa menu yang bisa diakses jemaah masjid. Menurut utusan PRM Jebres Timur, Ngudi Widodo, pihaknya mengelola delapan masjid, namun satu masjid yang tidak mau ditempeli barcode karena ada satu oknum yang bukan warga Muhammadiyah. Selain menyampaikan informasi masjid, barcode juga berisi menu layanan PRM. Misalnya, menu untuk mencari keringanan biaya sekolah Muhammadiyah, menu untuk mencari rekomendasi melamar pekerjaan, dan sebagainya. Pihaknya memberi Persyaratan, bila ada kader yang ingin meminta rekomendasi, wajib mengikuti kegiatan Ranting sebanyak tujuh kali. Ini semata-mata agar mereka ikut menggerakkan kegiatan Persyarikatan di Ranting.
Untuk meningkatkan kinerja pengurus Cabang dan Ranting, Sekretaris PRM Serengan, Jino Budiharjo, mengusulkan perlunya peningkatan kapasitas bagi para pengurus. Penguatan kapasitas itu penting untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola organisasi. Misalnya, dari strukturalnya saja banyak pengurus yang tidak atau kurang kompak. Ada pengurus penting yang kurang aktif sehingga menghambat gerak pengurus lainnya. “Kalau mau melangkah, takut salah,” keluhnya. Problema seperti itu tidak hanya di kepengurusan Cabang dan Ranting, tapi juga di kepengurusan takmir masjid Muhammadiyah.
Sumber: Majalah Langkah Baru, edisi 22/April-Juni 2025
Rita Pranawati: Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Menerima ABK
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan inklusif harus dipahami sebagai pendidikan yang berkeadilan, yakni mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap peserta didik. Pandangan itu disampaikan Staf Khusus...
PP ‘Aisyiyah Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru PAUD Dibekali Kompetensi Khusus
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada...
FEB UMS Jajaki Kolaborasi dengan PPI Jepang, Promosikan Batik Ecoprint
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke...
Kemasan Menarik Bisa Dongkrak Penjualan, Ini Tips dari Mahasiswa UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Mohamad Nisman Fadhil membagikan strategi membangun kemasan produk yang...
SMP Muhammadiyah PK Surakarta Raih TKA Tertinggi se-Kota Solo, Luluskan 123 Siswa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan XIV sekaligus mencatatkan prestasi sebagai peraih rata-rata Tes Kemampuan...
FEB UMS Bekali Siswa MAMSKA Penanganan Keluhan Konsumen secara Islami
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi siswa MA Muhammadiyah Surakarta (MAMSKA), Sabtu (6/6/2026),...
EcoJourney 2026, Kader HW UMS Belajar Lingkungan dan Kepemimpinan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 10 kader Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kegiatan EcoJourney 2026 yang diselenggarakan Relawan Kebaikan Indonesia (RKI) bersama Himpunan...
Fun Football PCPM Kota Bengawan Pererat Persaudaraan Pemuda Masjid
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar Fun Football Mini Soccer sebagai puncak rangkaian Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di The...
Yayah Khisbiyah Kupas Psikologi Sosial dan Political Stress di Acara IMM Jateng-DIY
MAGELANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY mengikuti sesi materi umum hari kedua dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan...
IMM Surakarta Tekankan Peran Kritis Mahasiswa dalam Pembangunan Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta menggelar Stadium General (SG) DAMNas bertema “Disrupsi Masyarakat Urban 5.0” di Gedung Pimpinan Daerah...
Pemuda Muhammadiyah Solo Diajak Aktif Cari Solusi Persoalan Sampah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui sarasehan kader lintas generasi di Loji Gandrung, rumah...
Mahasiswa Komunikasi UMS Dominasi Ajang Student Mobility di Malaysia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program...






