Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 1 September 2026 13:22 WIB
IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem peringatan dini banjir terintegrasi dengan Flood Early Warning System (FEWS) di Desa Carikan, Klaten. (Humas)

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) sistem peringatan dini banjir terintegrasi dengan Flood Early Warning System (FEWS) di Desa Carikan, Klaten.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana.

Program ini merupakan kolaborasi lintas disiplin antara IMM FKIP UMS, IMM Fakultas Teknik UMS, dan IMM Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko banjir.

Melalui program tersebut, tim mengembangkan sistem peringatan dini yang dapat membantu memberikan informasi mengenai potensi banjir secara lebih cepat. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah desa, relawan, dan masyarakat dalam melakukan koordinasi serta mengambil tindakan awal ketika ancaman banjir muncul.

Agar sistem dapat digunakan secara efektif, tim juga menyiapkan SOP yang mengatur mekanisme pengaktifan sistem hingga penyampaian informasi peringatan kepada masyarakat.

Ketua Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Damar Yekti Calista, mengatakan FGD menjadi tahapan penting karena SOP perlu disusun berdasarkan kondisi nyata dan mekanisme penanganan banjir yang telah berjalan di Desa Carikan.

“Masukan dari pihak-pihak yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan banjir menjadi bagian penting agar sistem dan SOP yang disusun nantinya dapat diterapkan secara efektif sesuai dengan kondisi di Desa Carikan,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Dalam diskusi, warga RT 02 Pacing Tengah, Hantoyo, turut memberikan gambaran mengenai karakteristik banjir yang selama ini terjadi. Menurutnya, kenaikan muka air biasanya berlangsung secara bertahap sehingga kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan mekanisme peringatan kepada warga.

Kondisi Genangan dan Waktu Surut

Informasi mengenai kondisi genangan, akses jalan, hingga waktu surut air juga dibahas sebagai bagian dari bahan penyusunan alur peringatan dan respons masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam FGD adalah mekanisme komunikasi ketika sistem mendeteksi potensi banjir. Setiap RT di Desa Carikan telah memiliki grup WhatsApp yang selama ini digunakan untuk menyebarkan informasi kepada warga.

Namun, peserta menilai komunikasi langsung tetap perlu dimasukkan dalam SOP. Dengan demikian, informasi tidak hanya bergantung pada komunikasi digital, tetapi juga dapat disampaikan secara cepat kepada warga yang membutuhkan.

Pembagian tugas juga menjadi bagian penting dalam penyusunan SOP. Pihak yang menerima informasi, mengaktifkan sistem, hingga menyampaikan peringatan kepada masyarakat perlu ditentukan secara jelas agar tidak terjadi kebingungan ketika kondisi darurat.

Peserta FGD juga mengusulkan agar sistem FEWS dilengkapi alarm atau sirine dengan suara keras. Keberadaan perangkat tersebut diharapkan membuat peringatan lebih mudah dikenali warga dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu operator.

Masukan dari masyarakat tersebut akan menjadi bahan bagi tim untuk menyusun mekanisme pengoperasian sistem yang sederhana, mudah dipahami, serta dapat dijalankan secara bersama-sama.

Pembagian peran pemerintah desa, perangkat RT dan RW, serta relawan juga menjadi perhatian. Selama ini berbagai unsur tersebut telah terlibat dalam membantu masyarakat ketika banjir terjadi sehingga mekanisme yang sudah berjalan dapat diperkuat melalui SOP.

Keterbatasan jumlah relawan turut menjadi pertimbangan. Sebagian relawan memiliki pekerjaan sehingga tidak selalu dapat berada dalam kondisi siaga. Karena itu, sistem peringatan dini perlu dirancang agar tetap dapat dioperasikan meskipun tidak seluruh relawan berada di lokasi secara bersamaan.

Pemetaan Wilayah

Tim juga memetakan sejumlah wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian ketika banjir terjadi, antara lain Dukuh Pacing Wetan, Dukuh Pacing Tengah khususnya RT 01, RT 02, dan RT 04, serta wilayah timur yang mencakup tiga RT di Dukuh Ngemplak dan Tuwanan.

Pemetaan tersebut menjadi salah satu bahan untuk menentukan alur penyebaran informasi dan koordinasi ketika sistem memberikan peringatan.

Selain penyusunan SOP, tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS menyiapkan sosialisasi mitigasi bencana yang melibatkan ketua RT, ketua RW, dan relawan. Pertemuan di tingkat RT diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai mitigasi, mekanisme sistem peringatan dini, serta prosedur yang nantinya diterapkan.

Dosen Pendamping Program PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Siti Azizah Susilawati, mengatakan SOP perlu dirancang bukan sekadar sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai pedoman operasional yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

“Harapannya, hasil dari rangkaian kegiatan ini dapat menjadi pedoman yang berkelanjutan dan memperkuat pengoperasian sistem, koordinasi, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko banjir,” tuturnya.

Melalui FGD tersebut, tim memperoleh masukan langsung dari masyarakat dan pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan banjir. Masukan tersebut selanjutnya digunakan untuk menyempurnakan SOP agar dapat diterapkan secara praktis oleh pemerintah desa, relawan, maupun masyarakat.

Dengan adanya SOP berbasis kondisi lapangan, mekanisme penyampaian informasi, pengaktifan sistem peringatan dini, koordinasi, hingga tindakan lanjutan diharapkan dapat berjalan lebih terarah.

Program Kalibuntung Resilien pada akhirnya tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan teknologi peringatan dini, tetapi juga membangun kesiapan masyarakat dalam menggunakannya. Sinergi antara teknologi, pemerintah desa, relawan, dan warga menjadi fondasi penting menuju Desa Carikan yang lebih tangguh menghadapi risiko banjir.

Berita Terbaru

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....

Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka, Teguhkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Mengusung tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan,...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Potensi Lokal di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow bertajuk Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel...