Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 27 Agustus 2026 14:36 WIB
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Suta Sudarma”, Senin (24/8/2026). (Humas)

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Suta Sudarma”, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Ar Rohmah, PDM Klaten, tersebut mengangkat tema “Merawat Persatuan, Meneguhkan Nilai Kebangsaan melalui Lestarinya Budaya Bangsa.” Pagelaran menjadi bagian dari upaya IMM Jawa Tengah menghadirkan gerakan dakwah dan pengabdian melalui ruang kebudayaan.

Wayang kulit tidak hanya menjadi seni pertunjukan, tetapi juga media menyampaikan pesan moral, nilai keislaman, persatuan, dan semangat kebangsaan.

Ketua Panitia, Ridwan Maulana, mengatakan pemilihan lakon “Suta Sudarma” membawa pesan tentang kewajiban anak berbakti kepada orang tua. Dalam konteks Muhammadiyah, pesan tersebut juga dikaitkan dengan kewajiban Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) berbakti kepada Muhammadiyah.

“Melalui seni pewayangan, nilai-nilai kehidupan dapat disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang refleksi bagi generasi muda,” ujarnya.

Menurut Ridwan, generasi muda, termasuk kader IMM, perlu mengambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, mengapresiasi terselenggaranya pagelaran tersebut serta dukungan PWM Jawa Tengah dan PDM Klaten. Menurutnya, kehadiran IMM di ruang kebudayaan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang gerakan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kebudayaan dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat. Melalui seni dan budaya, pesan-pesan kebaikan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, komunikatif, dan kontekstual,” katanya.

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Suta Sudarma”, Senin (24/8/2026).

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Suta Sudarma”, Senin (24/8/2026). (Humas)

Ketua Umum PDM Klaten, Iskak Sulistiya, turut mengapresiasi pagelaran wayang kulit tersebut. Ia menilai kegiatan kebudayaan dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan melalui ruang yang dapat diikuti berbagai unsur masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, memberikan pandangan mengenai hubungan Islam dan kebudayaan. Ia menyampaikan kebudayaan pada dasarnya boleh selama tidak bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.

Menurutnya, kebudayaan tidak perlu dihilangkan dari kehidupan umat Islam. Kebudayaan justru dapat dirawat dan diberi nilai sehingga menjadi sarana menyampaikan pesan kebaikan. Pendekatan tersebut sejalan dengan dakwah kultural yang menghadirkan Islam di tengah kehidupan masyarakat secara bijaksana dan kontekstual.

Dalam konteks tersebut, wayang kulit menjadi salah satu media yang relevan. Sebagai warisan budaya Nusantara, wayang telah lama digunakan untuk menyampaikan pesan kehidupan melalui karakter, dialog, konflik, dan perjalanan cerita.

Melalui lakon “Suta Sudarma”, pertunjukan diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi ruang refleksi mengenai kebaikan, tanggung jawab, kepemimpinan, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat.

Bagi IMM Jawa Tengah, keterlibatan di ruang kebudayaan juga menjadi upaya membangun generasi muda yang tetap memiliki keterikatan dengan akar budayanya. Di tengah globalisasi dan perkembangan teknologi, kebudayaan lokal perlu terus dikenalkan agar tetap relevan bagi generasi muda.

Pagelaran tersebut sekaligus menunjukkan ruang gerak dakwah mahasiswa Islam dapat berkembang melalui seni, budaya, pendidikan, dan ruang sosial. Pendekatan kreatif dan kontekstual menjadi bagian dari upaya menyampaikan nilai-nilai Islam sekaligus memperkuat kehidupan kebangsaan.

Melalui tema “Merawat Persatuan, Meneguhkan Nilai Kebangsaan melalui Lestarinya Budaya Bangsa,” IMM Jawa Tengah menegaskan kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi medium membangun masa depan melalui nilai kebaikan, keislaman, dan kebangsaan.

Berita Terbaru

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....

Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka, Teguhkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Mengusung tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan,...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Potensi Lokal di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow bertajuk Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Tebar Inspirasi Aksi Keberlanjutan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Eco Bhinneka Muhammadiyah berpartisipasi dalam Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Hotel Dwangsa Lorin, Solo, 6–8 Agustus 2026....