
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026).
Kunjungan Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS tersebut membahas pengelolaan kelas internasional, mobilitas mahasiswa, jejaring global, hingga sistem monitoring dan evaluasi kinerja.
Kepala Subdirektorat Pengembangan Kemitraan Akademik dan Mobilitas DRKUI UMS, Hepy Adityarini, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi UMS untuk mempelajari praktik yang diterapkan UM dalam mengembangkan kerja sama internasional sekaligus memperkuat reputasi universitas.
“Dalam rangka benchmarking, kita ingin belajar dari UM. Dari Kantor Urusan Internasional, kita ingin belajar banyak tentang internasionalisasi. Kemudian, dari sisi reputasi, terkait strategi-strategi yang dilakukan UM untuk menaikkan ranking di pemeringkatan global,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).
Salah satu topik utama yang dibahas ialah pengelolaan kelas internasional. UM diketahui mulai mengembangkan kelas internasional sekitar dua tahun terakhir dan kini memiliki 14 kelas internasional.
Dalam menghadapi keterbatasan jumlah peserta, UM memiliki strategi dengan menawarkan mahasiswa dari kelas reguler yang memenuhi persyaratan, termasuk kemampuan bahasa Inggris melalui skor TOEFL, untuk bergabung ke kelas internasional dengan skema potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kalau di kelas itu kuotanya sedikit, caranya mereka menawarkan kepada mahasiswa kelas reguler dengan diskon UKT. Itu yang mereka lakukan sebagai strategi,” jelas Hepy.
Kelas internasional di UM dikembangkan melalui tiga bentuk program, yakni double degree, joint degree, dan program pajanan internasional. Pada program pajanan, mahasiswa tidak mengikuti skema gelar ganda, tetapi memperoleh pengalaman internasional melalui student exchange atau international credit transfer.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026). (Humas)
Program tersebut umumnya berlangsung minimal satu semester dan dapat diperpanjang hingga satu tahun, menyesuaikan skema yang diikuti serta kesesuaian kurikulum.
UM juga mengembangkan UM iCamp sebagai program summer course. Selain program universitas, kegiatan internasional turut dikembangkan fakultas dan program studi dengan menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang mengikuti kegiatan di UM atau student inbound.
Untuk memperluas jejaring global, UM bergabung dalam sejumlah konsorsium internasional, antara lain AFRASIA, CAPEU, WAICUG, ITECH, dan NLKH. Jejaring tersebut membuka peluang kolaborasi riset serta mobilitas mahasiswa dengan perguruan tinggi mitra.
Benchmarking juga membuka peluang kolaborasi antara UMS dan UM di bidang mobilitas mahasiswa. Wakil Rektor IV UM menyambut baik kemungkinan pengembangan program bersama yang memungkinkan mahasiswa dari kedua universitas mengikuti kegiatan akademik atau tematik secara bergantian.
“Misalnya kita mengundang partner kita, kemudian mahasiswanya dibawa ke UMS untuk mengikuti tema tertentu. Setelah itu, dibawa ke Universitas Negeri Malang untuk mengikuti tema lainnya. Jadi, itu seperti mobility bersama,” kata Hepy.
Strategi internasionalisasi lain yang dipelajari UMS mencakup program adjunct professor, adjunct faculty, dan visiting scholar. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat atmosfer akademik internasional melalui keterlibatan akademisi dan peneliti dari luar negeri.
UM juga menjalankan International Postdoc Fellowship dengan dukungan transportasi dan akomodasi serta penghargaan berbasis kinerja. Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan sedikitnya satu publikasi bersama dosen UM.
Selain aspek internasionalisasi, UMS mempelajari sistem pengelolaan reputasi dan pemeringkatan yang diterapkan UM. Universitas tersebut memiliki sistem e-monitoring and evaluation (e-monev) untuk memantau capaian kinerja Rektor, Wakil Rektor, fakultas, dan unit kerja.
Integrasi Data
Sistem tersebut mengintegrasikan data dari basis data internal universitas, termasuk indikator kinerja utama dan indikator yang dibutuhkan dalam pemeringkatan internasional. “Di situ ada data-data yang ditarik dari database internal mereka terkait ketercapaian KPI. Sehingga pada saat mau masuk ke pemeringkatan, data-data itu bisa ditarik dan valid,” ujarnya.
Setiap fakultas dan unit kerja melakukan input data secara berkala setiap bulan. Data kemudian diverifikasi oleh unit pemeringkatan sebelum digunakan untuk evaluasi maupun pelaporan.
Pengelolaan kinerja dilakukan secara berjenjang melalui mekanisme cascading, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, departemen, hingga program studi. Perjanjian kinerja menjadi dasar pengukuran capaian, sementara indikator yang tidak tercapai dapat menjadi bahan evaluasi kepala unit dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
UM juga memberikan penghargaan setiap triwulan kepada fakultas, program studi, atau unit kerja berdasarkan capaian data yang telah dimasukkan. Capaian tersebut dapat berkaitan dengan sistem remunerasi. Dalam pengelolaan reputasi akademik, UM mengembangkan sistem untuk merekapitulasi Academic Reputation dan Employer Reputation. Sistem tersebut membantu pengelolaan data reputasi secara lebih terstruktur.
UM juga bekerja sama dengan SDGs Center dalam pengembangan Sustainability Dashboard. Fakultas memperoleh templat berita terkait kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) agar aktivitas dan capaian universitas dapat terdokumentasi serta terhubung dengan indikator keberlanjutan.
Menurut Hepy, sistem pengelolaan data dan evaluasi tersebut menjadi salah satu hal penting yang dapat dipelajari UMS, terutama dalam memperkuat keterhubungan antara capaian unit kerja dengan kebutuhan pemeringkatan universitas.
Dalam struktur pengelolaannya, UM membagi fungsi ke dalam bidang perencanaan dan pengembangan, pemeringkatan, serta monitoring dan evaluasi. Bidang perencanaan dan pengembangan menyusun kontrak kerja, bidang monitoring dan evaluasi memantau pencapaiannya, sedangkan bidang pemeringkatan mengolah data yang telah melalui proses validasi.
“Memang bagus, dan terlihat bahwa e-monev-nya dilakukan dengan serius. Evaluasinya dilakukan secara berkala sehingga para dekan mengetahui pencapaiannya seperti apa,” tutur Hepy.
Hasil benchmarking tersebut menjadi referensi bagi UMS untuk mengembangkan pengelolaan kemitraan internasional, kelas internasional, mobilitas mahasiswa, serta sistem monitoring dan evaluasi. Pembelajaran dari UM diharapkan dapat mendukung penguatan reputasi dan pencapaian UMS dalam pemeringkatan universitas di tingkat global.
Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...
Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...
IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...
Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...
UMS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan
TAIWAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan...
Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...
UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...
UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....
Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...
Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....






