Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Merawat Generasi Pemelajar Sejati

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Jumat, 1 Agustus 2025 07:26 WIB
Merawat Generasi Pemelajar Sejati
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi teknologi digital (Meta AI).

Pendekataan pembelajaran mendalam (deep learning) saat ini menjadi arus isu utama dalam dunia pendidikan. Di tengah perkembangan dunia digital yang masif, mengubah tatanan pendidikan dari yang sifatnya terbatas menjadi tak terbatas serta menjadi terbuka. Hal ini tentu memiliki dampak positif dan negatif terhadap perkembangan siswa.

Dampak positif yang terjadi di antaranya peningkatan akses terhadap sumber belajar dan pengembangan keterampilan digital baik literasinya maupun keterampilan teknologi yang menunjang masa depan. Pun, dampak negatif dari perkembangan digital mengintai siswa bila tidak waspada dan disiplin dalam menggunakan teknologi digital. Potensi penurunan konsentrasi akibat berlimpahnya informasi sangat mungkin terjadi pada siswa.

Istilah brain rot sekarang muncul untuk menggambarkan fenomena penurunan kemampuan mental dan intelektual seseorang. Penurunan yang terjadi akibat terlalu sering terpapar konten media sosial yang dianggap remeh dan tidak menantang. Sehingga, dampaknya adalah pada penurunan kemampuan berpikir kritis, daya ingat, dan reflektif yang menjadi tujuan pendidikan di sekolah.

Beberapa aplikasi yang disukai siswa dirancang untuk memberikan hiburan cepat dengan durasi singkat. Hal ini bisa menyebabkan otak terbiasa menerima informasi secara dangkal dan sulit berkonsentrasi dalam jangka panjang. Jika hal ini dibiarkan, akan membentuk kebiasaan digital yang memupuk cara berpikir instan. Konten singkat dan dangkal kurang memberikan tantangan intelektual pada siswa. Maka, dampak yang akan terjadi siswa merasa kurang tertarik dengan diskusi yang mendalam serta enggan membaca bacaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Melawan Brain Rot

Hadirnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran di sekolah adalah jawaban untuk melawan budaya brain rot. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi siswa. Permendikdasmen No 13 Tahun 2025 menjadi landasan pendekatan deep learning dalam kurikulum nasional. Ada empat 4 model pembelajaran dalam pendekatan ini, pertama, adalah praktik pedagogis yang menghadirkan pengalaman autentik dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Model kedua adalah membangun kemitraan pembelajaran yang dinamis antara guru, orang tua, siswa, komunitas atau mitra profesional sehingga kontrol pembelajaran bisa kolaborasi bersama. Ketiga, adalah lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan ruang fisik, virtual, dan budaya belajar fleksibel dengan mendorong eksplorasi, kolaborasi, refleksi dan berbagi ide. Keempat, adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai katalisator pembelajaran kontekstual untuk membangun pengetahuan bermakna. Dengan demikian, keempat kerangka ini bisa menjadi pendekatan yang efektif dan bermakna bagi siswa dalam pembelajaran era digital.

Deep Learning menuntun siswa belajar mencari makna dan paham konteks. Belajar harus dipahami bukan sekedar menghafal informasi, namun sebagai proses membangun pemahaman melalui eksplorasi, diskusi, dan refleksi sehingga bermakna. Budaya digital “brain rot” yang mendorong siswa berpikir dangkal dan instan harus diantisipasi dengan menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan mendalam dengan pendekatan deep learning. Deep learning sebagai penawar dari degradasi cara berpikir dangkal dan akan merawat generasi pemelajar (orang yang belajar) sejati yang menjadikan belajar sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya menuju kesejahteraan.

Berita Terbaru

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...

Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara

Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...

Inovasi atau Mati

Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...

Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...

Leave a comment