Pendekataan pembelajaran mendalam (deep learning) saat ini menjadi arus isu utama dalam dunia pendidikan. Di tengah perkembangan dunia digital yang masif, mengubah tatanan pendidikan dari yang sifatnya terbatas menjadi tak terbatas serta menjadi terbuka. Hal ini tentu memiliki dampak positif dan negatif terhadap perkembangan siswa.
Dampak positif yang terjadi di antaranya peningkatan akses terhadap sumber belajar dan pengembangan keterampilan digital baik literasinya maupun keterampilan teknologi yang menunjang masa depan. Pun, dampak negatif dari perkembangan digital mengintai siswa bila tidak waspada dan disiplin dalam menggunakan teknologi digital. Potensi penurunan konsentrasi akibat berlimpahnya informasi sangat mungkin terjadi pada siswa.
Istilah brain rot sekarang muncul untuk menggambarkan fenomena penurunan kemampuan mental dan intelektual seseorang. Penurunan yang terjadi akibat terlalu sering terpapar konten media sosial yang dianggap remeh dan tidak menantang. Sehingga, dampaknya adalah pada penurunan kemampuan berpikir kritis, daya ingat, dan reflektif yang menjadi tujuan pendidikan di sekolah.
Beberapa aplikasi yang disukai siswa dirancang untuk memberikan hiburan cepat dengan durasi singkat. Hal ini bisa menyebabkan otak terbiasa menerima informasi secara dangkal dan sulit berkonsentrasi dalam jangka panjang. Jika hal ini dibiarkan, akan membentuk kebiasaan digital yang memupuk cara berpikir instan. Konten singkat dan dangkal kurang memberikan tantangan intelektual pada siswa. Maka, dampak yang akan terjadi siswa merasa kurang tertarik dengan diskusi yang mendalam serta enggan membaca bacaan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Melawan Brain Rot
Hadirnya pendekatan deep learning dalam pembelajaran di sekolah adalah jawaban untuk melawan budaya brain rot. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi siswa. Permendikdasmen No 13 Tahun 2025 menjadi landasan pendekatan deep learning dalam kurikulum nasional. Ada empat 4 model pembelajaran dalam pendekatan ini, pertama, adalah praktik pedagogis yang menghadirkan pengalaman autentik dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Model kedua adalah membangun kemitraan pembelajaran yang dinamis antara guru, orang tua, siswa, komunitas atau mitra profesional sehingga kontrol pembelajaran bisa kolaborasi bersama. Ketiga, adalah lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan ruang fisik, virtual, dan budaya belajar fleksibel dengan mendorong eksplorasi, kolaborasi, refleksi dan berbagi ide. Keempat, adalah pemanfaatan teknologi digital sebagai katalisator pembelajaran kontekstual untuk membangun pengetahuan bermakna. Dengan demikian, keempat kerangka ini bisa menjadi pendekatan yang efektif dan bermakna bagi siswa dalam pembelajaran era digital.
Deep Learning menuntun siswa belajar mencari makna dan paham konteks. Belajar harus dipahami bukan sekedar menghafal informasi, namun sebagai proses membangun pemahaman melalui eksplorasi, diskusi, dan refleksi sehingga bermakna. Budaya digital “brain rot” yang mendorong siswa berpikir dangkal dan instan harus diantisipasi dengan menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan mendalam dengan pendekatan deep learning. Deep learning sebagai penawar dari degradasi cara berpikir dangkal dan akan merawat generasi pemelajar (orang yang belajar) sejati yang menjadikan belajar sebagai bagian tak terpisahkan dari hidupnya menuju kesejahteraan.
Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda
Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...
Jangan Antikritik
Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...
Kompak Menyongsong Kemajuan
Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...
Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo
Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...
Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah
Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...
Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah
Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...
Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi
Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...
Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot
Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...
Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan
Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...
Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif
Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...
Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul
Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...
Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia
Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...







