Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Dekan Kedokteran UMS Bahas Brain Rot dan Bahaya Kerusakan Otak di Era Digital

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 18 Desember 2024 17:45 WIB
Dekan Kedokteran UMS Bahas Brain Rot dan Bahaya Kerusakan Otak di Era Digital
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Flora Ramona Sigit Prakoeswa, memberikan tanggapannya terkait ‘Brain Rot’ yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Flora Ramona Sigit Prakoeswa, memberikan tanggapannya terkait ‘Brain Rot’ yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan.

Dekan FK UMS itu membahas makna dari Brain Rot (kerusakan otak) atau istilah medisnya merujuk pada Cerebral Necrosis, adalah kondisi serius di mana jaringan otak mengalami kerusakan. Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari infeksi, penyakit neurodegeneratif, trauma berat pada kepala, dan kecanduan gadget.

“Mudahnya, brain rot adalah kondisi kerusakan otak akibat paparan berlebihan terhadap gadget. Ini biasanya merujuk pada penurunan fungsi kognitif, seperti kesulitan berkonsentrasi, gangguan ingatan, dan penurunan kemampuan berpikir kritis, yang terjadi karena terlalu lama menggunakan perangkat digital tanpa jeda,” ungkapnya saat ditemui di Ruang Dekan FK UMS Kampus IV Rabu, (18/12/2024).

Gejala penyakit ini, lanjutnya, bisa bermacam-macam tergantung pada area otak yang terdampak. Namun, secara umum, bisa meliputi: (1) Gangguan memori atau kebingungan yang progresif, (2) Kejang atau kehilangan kesadaran, (3) Perubahan perilaku atau suasana hati yang drastis, (4) Gangguan fungsi motorik, seperti kesulitan berjalan atau bergerak, dan (5) Dalam kasus berat, koma bisa terjadi.

Pemeriksaan Klinis

Diagnosis Brain Rot biasanya memerlukan kombinasi pendekatan, seperti: (1) Pemeriksaan klinis: dokter akan mengevaluasi gejala dan riwayat kesehatan pasien, (2) Pencitraan otak: seperti CT scan atau MRI, untuk melihat apakah ada kerusakan jaringan otak, (3) Tes laboratorium: darah atau cairan serebrospinal diambil untuk mendeteksi infeksi atau penyebab lain, dan (4) Biopsi otak: dilakukan pada kasus tertentu untuk memastikan diagnosis.

Flora menjelaskan beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah Brain Rot seperti Batasi waktu layar: Maksimal 1–2 jam sehari untuk anak-anak, dan usahakan ada jeda setiap 30–60 menit penggunaan gadget, gunakan gadget dengan tujuan: Hindari penggunaan gadget hanya untuk membuang waktu.

Selain itu promosikan aktivitas fisik: Berikan waktu untuk bermain di luar ruangan atau melakukan aktivitas lain tanpa gadget, serta kurangi paparan cahaya biru: Gunakan night mode atau kacamata anti-blue light, terutama di malam hari. Terakhir, meningkatkan interaksi langsung: Dorong anak-anak dan remaja untuk lebih sering berkomunikasi dan bersosialisasi secara tatap muka.

“Pengobatannya tergantung pada penyebabnya: Jika disebabkan oleh infeksi, antibiotik atau antivirus akan diberikan. Kemudian untuk kasus autoimun, steroid atau imunoterapi mungkin dibutuhkan dan jika ada trauma atau tekanan di otak, pembedahan mungkin diperlukan,” tegasnya.

Sulit Dipulihkan Total

Menurutnya, penting untuk diingat bahwa kerusakan otak yang sudah terjadi sering kali tidak bisa dipulihkan sepenuhnya. Oleh karena itu, fokus pengobatan biasanya adalah memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

“Untuk orang yang sudah kecanduan, diperlukan pendekatan yang lebih terstruktur, seperti: (1) Detoksifikasi digital: Mengurangi secara bertahap penggunaan gadget dan menggantinya dengan aktivitas produktif, (2) Konseling psikologis: terutama jika sudah muncul gejala seperti kecemasan atau depresi, (3) Terapi perilaku kognitif (CBT): untuk membantu mengatasi pola pikir dan perilaku yang mendukung kecanduan gadget, (4) Dukungan keluarga: keluarga perlu terlibat aktif dalam membantu seseorang mengelola waktu layar mereka,” paparnya.

Flora menegaskan masyarakat perlu tahu pentingnya menjaga kesehatan otak, mulai dari gaya hidup sehat hingga mengenali gejala awal gangguan neurologis. Selain itu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter jika ada gejala mencurigakan. “Semakin dini diketahui, semakin baik peluang pengobatannya. Ingat, menjaga otak tetap sehat adalah investasi untuk masa depan kita,” pungkasnya.

Berita Terbaru

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...