Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Dosen UMS Soroti Ancaman Brain Rot di Kalangan Generasi Muda

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 2 Januari 2025 15:14 WIB
Dosen UMS Soroti Ancaman Brain Rot di Kalangan Generasi Muda
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hardika Dwi Hermawan, Dosen Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena “Brain Rot” yang baru-baru ini terpilih sebagai Oxford Word of the Year 2024 menarik perhatian banyak pihak, terutama di kalangan generasi muda yang semakin bergantung pada media sosial.

Istilah ini menggambarkan penurunan kemampuan kognitif seseorang akibat konsumsi berlebihan konten-konten ringan dan tidak bermanfaat, seperti video pendek di media sosial, yang tidak memberikan stimulasi mental yang cukup.

Menurut Hardika Dwi Hermawan, Dosen Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), fenomena “Brain Rot” menjadi perhatian serius. Ini karena semakin banyak orang, terutama generasi muda atau Gen Z, yang menghabiskan waktu mereka dengan konsumsi hiburan instan yang tidak mendidik.

“Brain Rot terjadi karena terlalu banyaknya konsumsi konten-konten yang tidak memberikan stimulasi kognitif, seperti video-video receh yang tidak meningkatkan kemampuan berpikir kritis kita,” jelas Hardika Kamis, (2/1/2024). Hardika juga menyoroti peran algoritma media sosial yang sering kali menjebak penggunanya dalam sebuah “algorithmic trap”. ”

Algoritma media sosial seringkali memperkenalkan konten serupa berulang-ulang, yang membuat kita terus terpapar pada hal-hal yang sama tanpa ada perkembangan. Hal ini membuat konsentrasi kita terganggu, dan bisa berujung pada mental fatigue, yang akhirnya mempengaruhi produktivitas dan kreativitas,” ungkapnya.

Gangguan Berpikir Kritis

Fenomena ini dapat menyebabkan gangguan dalam kemampuan berpikir kritis, yang sangat penting dalam perkembangan intelektual dan kreativitas seseorang. “Konten yang tidak mendidik tidak hanya mengurangi daya pikir, tetapi juga bisa menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan,” tambahnya.

Untuk mengatasi atau menghindari fenomena “Brain Rot”, Hardika mengusulkan beberapa langkah yang bisa dilakukan, baik oleh individu maupun lembaga pendidikan. Salah satunya adalah dengan mempraktikkan mindful consumption atau konsumsi yang bijak terhadap konten yang dikonsumsi.

“Kita perlu memiliki kesadaran diri untuk memilih konten yang bisa merangsang pemikiran kritis kita dan memberikan manfaat positif,” katanya. Selain itu, Hardika juga menyarankan untuk melakukan digital detox, yakni memberi waktu jeda dari perangkat digital dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti membaca atau berdiskusi.

“Kegiatan seperti ini dapat memberikan ruang bagi otak kita untuk beristirahat dan berpikir lebih mendalam,” lanjutnya. Pentingnya pengelolaan waktu layar juga menjadi bagian dari solusi. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk konsumsi media sosial, seseorang bisa lebih produktif dan terhindar dari dampak negatif “Brain Rot”.

Di lingkungan pendidikan, Hardika menekankan perlunya integrasi kurikulum yang mengajarkan literasi digital. “Institusi pendidikan, khususnya universitas, harus mengajarkan mahasiswa untuk mengenali algoritma dan memilih konten yang berkualitas. Pembelajaran berbasis proyek dan diskusi juga sangat penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi,” ujarnya.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat UMS yang juga sebagai bagian dari Gen Z, Afnan Zain Muzakki.

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat UMS yang juga sebagai bagian dari Gen Z, Afnan Zain Muzakki. (Humas)

Di sisi lain, Afnan Zain Muzakki, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat di UMS yang juga merupakan bagian dari Gen Z, mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena ini. “Sebagai Gen Z, saya memang merasa terhibur dengan berbagai konten di media sosial, terutama di TikTok. Algoritma media sosial menyesuaikan beranda dengan minat kita, sehingga kita semakin betah untuk scroll dan akhirnya terjebak dalam ketergantungan,” ungkap Afnan.

Namun, Afnan menyadari bahwa kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan otak. “Banyak dari kami yang tahu akan bahaya ini, tapi tetap saja merasa kesulitan untuk mengubah kebiasaan,” kata Afnan.

Dia menekankan pentingnya bijak dalam memilih konten yang dikonsumsi agar dapat memberi dampak positif bagi kehidupan dan perkembangan otak. “Pemikiran dan perilaku kita adalah cerminan dari konten yang kita konsumsi, jadi kita perlu lebih bijak dalam mengelola waktu dan media sosial,” tutupnya.

Fenomena “Brain Rot” yang menjadi Oxford Word of the Year 2024 mencerminkan tantangan besar di era digital, terutama bagi generasi muda. Dengan semakin banyaknya konten hiburan instan yang tidak memberikan nilai tambah, sangat penting untuk lebih bijak dalam mengelola konsumsi media sosial.

Mengembangkan literasi digital, menerapkan mindful consumption, dan meluangkan waktu untuk digital detox adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah dampak negatif dari fenomena ini, agar dapat mencapai kehidupan yang lebih seimbang dan bermakna.

Berita Terbaru

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...