PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Surat Al-Ma’arij menggambarkan suasana hari kiamat yang mengerikan serta karakter manusia ketika menghadapi azab. Dalam Kajian Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dijelaskan bahwa surat ini tidak hanya memberi peringatan keras kepada kaum kafir, tetapi juga menjadi pengingat bagi orang beriman agar memperbaiki diri.
Pembicara Kajian Tafsir UMS, Ainur Rha’in, memaparkan bagian awal surat ini menunjukkan respons Allah terhadap ejekan orang-orang kafir yang meminta disegerakan turunnya azab. “Permintaan itu tidak dilandasi iman, tetapi kesombongan. Padahal azab itu pasti datang, walaupun tampak lambat,” jelas Ainur yang juga sebagai Dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, Jumat (18/7/2025).
Ayat keempat dalam surat itu menyebut para malaikat dan Jibril naik kepada Allah dalam waktu yang setara dengan lima puluh ribu tahun. Hal ini, menurut penjelasan Ainur, menggambarkan betapa jauhnya dimensi waktu antara dunia dan akhirat, sekaligus menunjukkan kebesaran Allah.
“Di hari kiamat, manusia menjadi sangat egois. Bahkan ia rela menukar anak, istri, dan saudaranya demi keselamatan dirinya sendiri. Ini menunjukkan betapa paniknya manusia saat menghadapi azab Allah,” ungkapnya saat menyoroti sifat dasar manusia yang tergambar dalam ayat-ayat tengah surat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan penuh antusias menyambut bulan suci Ramadan 1446 H. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sivitas akademika UMS melaksanakan salat Tarawih berjamaah di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais, Kampus 2 UMS, pada malam pertama Ramadan, Jumat (28/2/2025). (Humas)
Namun tidak semua manusia bersikap demikian. Dalam ayat 22 hingga 35, Allah menjelaskan delapan ciri orang yang beriman dan selamat dari azab, yaitu orang yang tetap melaksanakan salat, memberi hak kepada orang miskin, percaya pada hari pembalasan, takut akan azab Tuhan, menjaga kemaluan, menunaikan amanah, menjaga kesaksian, dan memelihara salat.
Dosen UMS itu menegaskan keimanan sejati harus tercermin dalam perilaku sosial dan konsistensi dalam beribadah. Ia mengajak peserta untuk menjadikan kriteria orang beriman dalam surat ini sebagai bahan introspeksi dan pedoman dalam menjalani hidup.
Kajian Tafsir merupakan agenda rutin Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS yang digelar secara daring setiap pekan. Kajian ini diikuti oleh civitas academica UMS, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga karyawan.
Pada sesi yang telah terlaksana pada Kamis (17/7/2025), tema yang diangkat adalah “Tafsir Surat Al-Ma’arij: Potret Kiamat dan Jalan Keselamatan.” Materi disampaikan secara komprehensif oleh Ainur Rha’in yang dikenal aktif dalam kajian tafsir Al-Qur’an di lingkungan UMS.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan sivitas akademika serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memahami Al-Qur’an secara tematik dan kontekstual. Mengakhiri kajian, Ainur mengingatkan keselamatan di akhirat hanya bisa diraih dengan amal dan iman. Ia menekankan untuk jangan remehkan kehidupan akhirat. Perbaiki salat, kuatkan iman, dan siapkan bekal terbaik.
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...
Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer
Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...
Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...
Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender
Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...
Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...
Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...






