Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Tafsir UMS Ungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan lewat Surah Al-Balad

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 31 Januari 2025 19:12 WIB
Kajian Tafsir UMS Ungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan lewat Surah Al-Balad
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan mengungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan Melalui Surah Al-Balad yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan mengungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan Melalui Surah Al-Balad yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

Kajian ini telah memasuki edisi ke-31 dan diselenggarakan Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen serta tenaga kependidikan (tendik).

Dalam kajian ini, Ustaz Ainur Rha’in hadir sebagai narasumber dan membahas secara mendalam makna Surah Al-Balad. Kajian diawali dengan pembacaan ayat-ayat surah tersebut, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tafsirnya.

Ainur menjelaskan dalam surah ini, Allah bersumpah dengan nama Nabi Muhammad, “Wahai Nabi Muhammad, demi negeri Mekah.” Allah memuliakan kota Mekah karena di dalamnya terdapat Ka’bah, yang menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Shahih Muslim nomor 1353, Mekah memiliki kehormatan khusus sehingga disebut sebagai “kota haram.”

Ainur menjelaskan dalam surah ini, Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk menghadapi berbagai ujian. Sejak dalam kandungan, masa kecil, hingga dewasa, manusia akan menghadapi kesulitan dan perjuangan dalam hidupnya, termasuk dalam mencari nafkah.

Setelah kematian, manusia akan melewati fase alam barzakh dan dihadapkan kepada Allah pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.  “Manusia sering mengira bahwa hartanya tidak akan dipertanyakan. Dari mana dia mendapatkannya? Untuk apa dia menggunakannya? Banyak orang merasa berkuasa mutlak dengan harta, berpikir bahwa hukum, kekuasaan, dan bahkan kebenaran bisa dibeli,” kata Ainur.

Masih Relevan

Menurutnya, kondisi ini masih relevan dengan zaman sekarang, di mana banyak orang yang mengukur segala sesuatu hanya berdasarkan uang. Itulah gambaran oligarki, yang sudah ada sejak zaman dahulu hingga sekarang. Ketika seseorang memiliki kekayaan dan kedudukan tinggi, imbuh Ainur, ia sering merasa tidak ada kekuatan yang dapat menggoyahkannya.

Namun, sejatinya kekuasaan mutlak hanya ada di tangan Allah SWT. “Orang yang sombong dengan hartanya akan selalu merasa telah banyak berbuat baik dan bersedekah. Padahal, jumlah yang dikeluarkan sangat sedikit dibandingkan dengan apa yang dimilikinya. Orang miskin yang bersedekah lima puluh ribu tentu berbeda nilainya dibandingkan dengan orang kaya yang bersedekah dalam jumlah yang sama,” jelasnya.

Ainur menegaskan manusia kerap mengira Allah tidak melihat segala perbuatannya, terutama dalam mengelola harta. Banyak orang yang menjadi pelit ketika memiliki kekayaan dan merasa segalanya bisa diselesaikan dengan uang. “Allah melihat segala bentuk kesombongan dan kezaliman akibat oligarki seperti ini,” katanya.

Dalam tafsirnya, Ainur menjelaskan Allah mendorong manusia untuk menempuh “aqobah” atau jalan menuju kesuksesan dan kebaikan. Allah mengajak manusia untuk berpikir, apakah mereka telah menempuh jalan yang sulit demi meraih kebaikan.

Jalan yang dimaksud dalam ayat ini adalah tindakan nyata seperti membebaskan budak, memberi makan orang miskin, dan membantu anak yatim. Islam sejak awal telah berperang melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan mengungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan Melalui Surah Al-Balad yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan mengungkap Bahaya Oligarki dan Keserakahan Melalui Surah Al-Balad yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. (Humas)

Bahkan, dalam beberapa kasus, ada hukuman kafarat bagi dosa-dosa tertentu yang dapat ditebus dengan cara memerdekakan budak atau memberi makan orang miskin. “Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, termasuk memerangi perbudakan dan menegakkan keadilan sosial,” jelasnya.

Sejak abad ke-7, tepatnya tahun 610 M, Ainur menerangkan Islam sudah mengajarkan kesetaraan (equality). Dalam Islam, semua manusia sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan.

Namun, hingga kini, praktik eksploitasi manusia masih terjadi, seperti pekerja yang diperlakukan tidak adil dan diberi gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja. “Dengan bersatu dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, kezaliman akan tumbang,” tegasnya.

Dalam tafsirnya, ia juga menyebut Allah memberikan pujian kepada orang-orang yang beriman, yang berjuang membebaskan budak, membantu fakir miskin, dan menyantuni anak yatim. “Ayat ini mengajarkan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan harus dilakukan secara kolektif. Kita harus terus mengkampanyekan pentingnya membantu fakir miskin, memperjuangkan hak pekerja, dan menyantuni anak yatim,” pungkas Ainur.

Menurutnya, diperlukan kesabaran dan kebersamaan dalam memberantas kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Demikian pula, dalam memerangi kezaliman akibat oligarki, dibutuhkan perjuangan yang tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan bersama-sama.

Dengan adanya kajian tafsir yang berlangsung pada Kamis, (30/1/2025) itu, diharapkan dosen dan tenaga kependidikan UMS semakin memahami makna Al-Qur’an secara lebih mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan dan pekerjaan mereka. Kajian ini akan terus berlanjut dalam edisi-edisi berikutnya sebagai bagian dari penguatan pemahaman AIK di lingkungan UMS.

Berita Terbaru

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...

Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...

Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa

Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....

Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...

Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...

Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati

Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...

Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...

Leave a comment