Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Kuliah S2 di Dua Negara, Ini Kisah Alumni UMS Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 15 Juli 2025 16:59 WIB
Kuliah S2 di Dua Negara, Ini Kisah Alumni UMS Penerima Beasiswa Indonesia Bangkit
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Yusuf R. Yanuri, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagikan pengalamannya saat menempuh program S2 double degree dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan University of Edinburgh yang kini sedang menempuh pendidikan internasional di bawah skema beasiswa Indonesia Bangkit. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Yusuf R. Yanuri, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagikan pengalamannya saat menempuh program S2 double degree dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan University of Edinburgh yang kini sedang menempuh pendidikan internasional di bawah skema beasiswa Indonesia Bangkit

Program yang ia jalani merupakan dual master degree selama dua tahun, di mana Yusuf menghabiskan tahun pertama di UIII Depok, dan tahun kedua di University of Edinburgh, Inggris. Program itu berasal dari Kementerian Agama. “Ini satu kesatuan. Kami menyelesaikan dua tesis, dapat dua ijazah, dan ikut dua kali wisuda,” jelas Yusuf, Minggu, (10/7/2025).

Beasiswa Indonesia Bangkit ini disebut mirip dengan skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan proses seleksi mulai dari administrasi, tes bakat skolastik, hingga wawancara. Yusuf mengikuti seleksi pada April 2023 dan langsung memulai studi di UIII pada September tahun yang sama.

Pendekatan Kontemporer

Di Edinburgh, Yusuf mengambil program studi bertajuk Globalized Muslim World, sebuah pendekatan kontemporer dalam kajian Islam. Ia menyebut pengalaman akademik di Inggris sangat berbeda, terutama dalam hal interaktivitas kelas, keadilan penilaian, dan budaya ketepatan waktu. “Di sini dosen maksimal bicara satu jam. Selebihnya diskusi. Bahkan ada kelas yang dosennya hanya memberikan mini-lecture 20 menit, lalu sisanya diskusi penuh,” ungkapnya.

Dari sisi lingkungan, Yusuf menjelaskan bahwa kehidupan sebagai Muslim di Edinburgh sangat kondusif. Masjid dan toko halal tersebar luas, komunitas Muslim dan diaspora Indonesia aktif mengadakan pengajian, buka puasa bersama, hingga halal bihalal saat Idulfitri.

Sebagai kader Muhammadiyah, Yusuf juga menyinggung keterlibatan komunitas Muhammadiyah di Inggris, yang secara resmi bernaung di bawah PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) UK & Irlandia. Meskipun belum begitu aktif secara luring di Edinburgh, namun kegiatan daring seperti pengajian masih berjalan.

Yusuf R. Yanuri, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagikan pengalamannya saat menempuh program S2 double degree dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan University of Edinburgh yang kini sedang menempuh pendidikan internasional di bawah skema beasiswa Indonesia Bangkit

Yusuf R. Yanuri, mahasiswa lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membagikan pengalamannya saat menempuh program S2 double degree dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan University of Edinburgh yang kini sedang menempuh pendidikan internasional di bawah skema beasiswa Indonesia Bangkit. (Humas)

Yusuf yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan pernah nyantri di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, mengungkapkan bahwa nilai-nilai organisasi yang ia dapatkan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sangat membentuk cara berpikirnya. “Organisasi seperti IMM mengajarkan saya untuk berpikir kritis, tidak mudah menyerah, dan memperluas jejaring yang sangat membantu dalam pengembangan diri ke depan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberanian dan motivasi untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terutama bagi kader-kader Muhammadiyah yang berasal dari latar belakang non-elite. “Motivasi dan keberanian itu penting. Banyak kader yang merasa tidak mampu padahal peluangnya ada. Beasiswa afirmasi juga tersedia, tapi kalau mentalitas kita belum siap, tetap sulit,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa UMS dan kader Muhammadiyah lainnya untuk tidak ragu melangkah ke kancah internasional. “Saya berharap ilmu yang saya peroleh bisa bermanfaat, baik bagi keluarga, masyarakat, maupun institusi seperti UMS dan Muhammadiyah,” ujarnya.

Berita Terbaru

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....