PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—– Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tafsir secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (10/7/2025).
Kajian ini menghadirkan pembicara, Ainur Rha’in, yang melanjutkan tafsir Surah Al-Haqqah ayat 6–16 dengan pembahasan mendalam tentang gambaran hari kiamat, keberadaan para malaikat, serta proses hisab manusia di akhirat.
Dalam paparannya, Ainur menjelaskan Al-Haqqah, yang berarti “Hari yang Pasti Terjadi,” menggambarkan kedahsyatan hari kiamat, di mana langit terbelah dan pintu-pintunya terbuka. “Langit pertama hingga ketujuh bukanlah atmosfer seperti yang kita pahami secara ilmiah, melainkan wilayah-wilayah yang belum mampu dijangkau oleh manusia,” jelasnya.
Dalam kajian itu, dia menyinggung keberadaan delapan malaikat yang memikul ‘Arsy (Singgasana Allah), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Ainur menyampaikan terdapat perbedaan pandangan ulama apakah delapan itu merujuk pada jumlah malaikat atau delapan barisan (shaff) malaikat. Para malaikat itu senantiasa bertasbih, bertahmid, serta memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman.
Ia juga menyebutkan Nabi Muhammad pernah diizinkan bercakap dengan salah satu malaikat pemikul Arsy, yang dijelaskan memiliki ukuran tubuh yang luar biasa besar. “Dari daun telinga sampai pundaknya saja butuh 700 tahun perjalanan. Ini menggambarkan betapa agungnya ciptaan Allah,” ujarnya.
Hisab Sangat Rinci
Dosen UMS itu menekankan semua manusia akan menghadapi proses hisab yang sangat rinci. Tidak ada satu amal pun yang tersembunyi. Semua tercatat secara detail, sampai ke detik dan tempatnya. Ia menukil ayat “Iqra’ kitabak, kafa binafsika alyauma ‘alaika hasiba,” seraya menegaskan manusia akan diminta membaca catatan amalnya sendiri.
“Gambaran surga dalam tafsir sangat indah, makan dan minum tanpa batas, tanpa penyakit, dan tanpa rasa benci antar penghuni. Hidup dalam keadaan muda dan sehat selamanya,” kata dia. Sebaliknya, orang yang menerima catatan dengan tangan kiri akan mengalami penyesalan mendalam.
Mereka berharap andai kematian dahulu mengakhiri segalanya. Menurut Ainur itu bukan sekadar keluhan, tapi bentuk penyesalan mutlak karena mengetahui nasib buruk yang akan menimpanya di akhirat. Ainur menambahkan para pendosa akan menerima kitab amal dengan tangan kiri karena tangan kanan mereka dibelenggu. Mereka bahkan berharap menjadi tanah saja, sebagaimana binatang yang mati dan tidak dihisab.
Kajian ini ditutup dengan pesan agar seluruh umat Islam terus bermuhasabah dan memperbanyak amal saleh. Ia berpesan Al-Qur’an dan tafsir mengajarkan manusia untuk mempersiapkan diri, bukan hanya untuk mati, tapi untuk kehidupan abadi di akhirat.
Kegiatan rutin ini merupakan bagian dari program BPSDM UMS dalam meningkatkan kapasitas spiritual dan pemahaman keislaman sivitas akademika. Kajian berlangsung interaktif dan diikuti oleh dosen, karyawan, serta tenaga kependidikan UMS.
Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...
Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...
Iman dan Takwa Jadi Kunci Keberkahan Kampung
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan kajian bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” dalam Salat Subuh...
Doa sebagai Penyembuh: Sembuhkanlah Sakitmu dengan Dahsyatnya Kekuatan Doa
Di tengah dunia yang semakin bising, manusia modern sesungguhnya sedang memikul banyak luka yang tidak selalu tampak oleh mata. Ada tubuh yang sakit karena kelelahan,...
Pengajian Aisyiyah Kampung Sewu, Jatmiko Ingatkan Ketakwaan sebagai Solusi Langit
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan pesan mendalam tentang ketakwaan sebagai solusi atas setiap persoalan hidup dalam...
Tafsir atau Tafsir-Tafsir-an? Bahaya Belajar Agama Tanpa Guru di Era Digital
Ada satu perubahan yang pelan-pelan terjadi dalam cara manusia memahami agama—dan sering kali luput disadari. Hari ini, belajar agama terasa semakin mudah. Cukup membuka TikTok,...
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...







