Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Safari Dakwah di UMS, Zakir Naik Bahas Tantangan Mualaf

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 9 Juli 2025 18:51 WIB
Safari Dakwah di UMS, Zakir Naik Bahas Tantangan Mualaf
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Safari dakwah ulama internasional asal India, Zakir Abdul Karim Naik, resmi dimulai di Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi lokasi  pertama. Tepatnya, rangkaian Dr Zakir Naik Tour Indonesia 2025, dimulai pada Selasa (8/7/2025) malam di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Safari dakwah ulama internasional asal India, Zakir Abdul Karim Naik, resmi dimulai di Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi lokasi  pertama. Tepatnya, rangkaian Dr Zakir Naik Tour Indonesia 2025, dimulai pada Selasa (8/7/2025) malam di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Hadir dalam safari dakwah tersebut, Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, didampingi Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, dan Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan. Rektor UMS mengatakan kunjungan Zakir Naik dan Syaikh Fariq Naik ke UMS merupakan agenda istimewa.

Sebab, umat Islam berkesempatan menimba ilmu dan kebaikan untuk semesta. “Malam ini kita dipertemukan dengan beliau dalam rangka tholabul ilmi (mencari ilmu) dan dalam rangka berbuat baik,” ungkap Rektor UMS itu.

Kegiatan ini pun disambut antusias oleh ribuan jamaah yang memadati area Edutorium. Zakir Naik, yang dikenal luas atas keahliannya dalam bidang perbandingan agama dan logika keislaman, menyampaikan tausiyah dan secara khusus membuka sesi tanya-jawab yang memberikan prioritas bagi peserta non-Muslim.

“Jika ada non-Muslim yang hadir malam ini, silakan maju terlebih dahulu. Mereka adalah tamu kehormatan dan memiliki hak istimewa untuk bertanya tanpa harus mengantre,” ujar Zakir Naik. Lalu momen haru terjadi ketika seorang mualaf asal Solo, Sri Hartono, yang kini bekerja sebagai karyawan swasta.

Ia menyampaikan keresahannya kepada Zakir Naik tentang bagaimana ia dapat memperkuat keimanannya setelah menjadi Muslim. “Saya ingin menjadi Muslim yang lebih kuat dan lebih memahami tauhid dengan benar,” ucapnya dengan penuh harap.

Safari dakwah ulama internasional asal India, Zakir Abdul Karim Naik, resmi dimulai di Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi lokasi  pertama. Tepatnya, rangkaian Dr Zakir Naik Tour Indonesia 2025, dimulai pada Selasa (8/7/2025) malam di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Safari dakwah ulama internasional asal India, Zakir Abdul Karim Naik, resmi dimulai di Indonesia dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi lokasi  pertama. Tepatnya, rangkaian Dr Zakir Naik Tour Indonesia 2025, dimulai pada Selasa (8/7/2025) malam di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. (Humas)

Menanggapi hal tersebut, Zakir Naik memberikan nasihat mendalam. Ia menyarankan agar Hartono membaca Al-Qur’an setiap hari disertai pemahaman makna, serta memahami arti bacaan salat untuk menumbuhkan kekhusyukan dalam ibadah.

Tak lupa, ia juga menganjurkan Hartono untuk bergabung dengan komunitas Muslim yang aktif agar mendapatkan pendampingan spiritual yang lebih kuat. “Saya ucapkan selamat datang ke dalam Islam. Setiap dosa anda di masa lalu telah diampuni. Teruslah membaca Al-Qur’an dengan pemahaman, dan bangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah melalui shalat dan komunitas Muslim yang baik,” pesan Zakir Naik, disambut tepuk tangan para hadirin.

Pertanyaan lanjutan diajukan Hartono mengenai sikap terhadap orang tua non-Muslim yang ingin diantar ke gereja pun dijawab dengan penjelasan berdasarkan Al-Qur’an. Ia menegaskan seorang Muslim tetap wajib berbuat baik kepada orang tua, selama tidak diminta melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kalau orang tua meminta untuk diantar ke tempat ibadah selain masjid, kita boleh menolak dengan cara yang santun. Tapi setelah mereka selesai, kita tetap bisa menjemput mereka pulang sebagai bentuk kasih sayang,” terang Zakir Naik.

Ia juga menguatkan tugas seorang Muslim hanyalah menyampaikan dakwah, sementara hidayah adalah urusan Allah. “Nabi Muhammad ﷺ sendiri tidak mampu memberikan hidayah kepada pamannya. Maka, jangan bersedih jika orang tua tidak sempat menerima Islam. Jika Anda sudah berdakwah, pahala Anda tetap utuh,” tuturnya.

Berita Terbaru

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...

Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...

Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa

Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....

Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...

Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...

Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati

Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...

Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...

Pengajian Sabtu Legi, PRA Malangjiwan Angkat Tema Isra Mi’raj

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Malangjiwan menyelenggarakan pengajian rutin Sabtu Legi di Masjid Al Huda Trowangsan, Malangjiwan, Sabtu (24/1/2026). Acara dengan penceramah Ustaz Hananto ini...

Leave a comment