PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di era digital, membangun brand tidak cukup dengan tampilan visual menarik. Nilai, diferensiasi, dan strategi komunikasi yang tepat menjadi ragam cara untuk membangun brand.
Hal ini menjadi inti diskusi dalam Kelas Digital bertema “Membangun Brand Melalui Media Sosial”, bersama Rasuli, Koordinator Media Sosial Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) UMS, Minggu (8/6/2025). Pada kegiatan yang digagas Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Natural Farmasi UMS, Rasuli mengangkat tema “Membangun Brand Melalui Media Sosial”.
Tema ini secara khusus mengajak peserta untuk memahami branding lebih dari sekadar logo dan tampilan media sosial. “Kita sering keliru. Fokusnya bukan membangun brand media sosial, tapi bagaimana membangun brand melalui media sosial,” terang Rasuli, Selasa (10/6/2025).
Ia menekankan media sosial hanya sebagai alat (tools) dalam proses branding. Nilai utama dari brand justru terletak pada identitas, persepsi, dan nilai yang dibangun dan ditanamkan kepada publik. Menurutnya, branding adalah proses yang membutuhkan strategi jangka panjang, bukan sekadar membuat logo atau memilih nama yang menarik.
“Brand itu persepsi. Sedangkan branding adalah upaya membentuk persepsi itu. Jadi kalau kalian hanya punya logo, itu belum mencukupi sebagai brand,” tegasnya. Pada sesi interaktif, peserta diajak untuk memahami perbedaan antara brand, branding, dan merek. Rasuli menggunakan analogi sederhana: nama di KTP adalah merek, sedangkan brand adalah bagaimana orang lain memandang kita.
“Seringkali yang keliru adalah ketika kita lebih sibuk mengelola tampilan media sosial, tetapi lupa bahwa yang utama adalah membangun value dan citra dari organisasi atau produk kita melalui media sosial itu sendiri,” imbuh Rasuli.
Perilaku Audiens
Selain itu, ia juga menjelaskan strategi membangun brand melalui tiga tahapan: memahami produk (product insight), mengenal perilaku target audiens (target behavior), dan mengetahui tipe adopsi pasar (adoption category).
Ia bahkan mengklasifikasikan pasar ke dalam lima kelompok: inovator, early adopter, early majority, late majority, dan laggard. “Setiap brand akan menemukan pasarnya masing-masing. Tapi perlu strategi agar brand itu diterima sesuai karakter audiensnya,” terang Rasuli.
Dalam sesi pemaparan, Rasuli menekankan proses membangun brand dimulai dari memahami kebutuhan pasar, menetapkan core value, serta menciptakan brand DNA dan positioning yang kuat. “Banyak yang salah kaprah. Langsung bikin nama dan logo dulu. Padahal yang harus dimulai adalah memahami produk, target pasar, dan nilai apa yang ingin kita tawarkan,” tegasnya.

Diskusi dalam Kelas Digital bertema “Membangun Brand Melalui Media Sosial”, bersama Rasuli, Koordinator Media Sosial Biro Humas dan Pemeringkatan (BHP) UMS, Minggu (8/6/2025). (Humas)
Brand yang kuat, menurut Rasuli, adalah brand yang memiliki value dan call to action (CTA). “Jika tidak ada CTA, bisa diperkuat dengan tagline yang memperkuat value atau brand itu,” ujarnya. Tak kalah penting, menurut Rasuli, brand yang baik harus memiliki personality. “Brand yang kuat punya kepribadian. Apakah dia hangat, profesional, ramah, atau inspiratif. Semua harus bisa terlihat di media sosial maupun produk yang dihasilkan.”
Di akhir sesi, ia mengajak peserta untuk tidak terpaku pada tampilan luar brand saja, tetapi fokus pada pesan, nilai, dan pengalaman yang dibangun bersama audiens. “Brand yang hebat bukan hanya dikenal, tapi juga dikenang. Dan itu hanya bisa dicapai jika kita benar-benar tahu siapa kita, siapa audiens kita, dan apa yang ingin kita sampaikan,” tegasnya.
Kegiatan Kelas Digital ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang sebagian besar berasal dari lingkungan Lembaga Pers Mahasiswa dan organisasi mahasiswa di FKIP UMS. Para peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif berdiskusi melalui sesi tanya-jawab.
Rasuli menutup sesi dengan mengingatkan peserta untuk konsisten dalam proses membangun brand organisasi. Media sosial, katanya, bisa menjadi ruang strategis asalkan digunakan dengan arah dan nilai yang tepat. “Brand yang kuat tidak lahir dari konten viral sesaat, tapi dari proses panjang membangun nilai dan reputasi yang konsisten,” ujarnya.
Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...
Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...
Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...
Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...
Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...
Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...
LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...
Enam Tim P2MW Didanai, UMS Catat Prestasi Nasional di Belmawa 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat capaian membanggakan pada program pendanaan Belmawa 2026. UMS menempati peringkat pertama nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)...
FK UMS dan Wamenkes RI Bahas Percepatan Eliminasi Kusta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menghadiri diskusi bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia II Benjamin...
UMS Prioritaskan Distribusi Daging Kurban untuk Pegawai Outsourcing
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut...
FEB UMS Jajaki Kolaborasi Akademik dengan Nagoya University Jepang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama internasional dengan Nagoya University, Jepang, melalui kunjungan akademik sebagai upaya...
Rakernas IV IKA UMS Perkuat Jejaring Alumni di Seluruh Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (IKA UMS) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS menggelar rangkaian agenda tahunan...







