
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kaum Muslimin mungkin sudah tidak asing lagi dengan keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadan. Namun demikian, belum banyak yang mengetahui keistimewaan bulan Dzulhijjah.
Hal itu diungkapkan Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo, Dwi Jatmiko, saat menjadi pemateri Pengajian Besar di Ruang Aula Kampus 2 Universitas Aisyiyah Solo, Sabtu (31/5/2025).
Acara dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Sri Kustiyati. Beberapa ketua program studi juga hadir, seperti dari Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit, Asti Nurhayati, dan dari Prodi S1 Kebidanan, Istiqomah Risa Wahyuningsih.
Menurut Dwi Jatmiko, masih banyak yang belum mengetahui keistimewaan dan keutamaan bulan Dzulhijjah. “Padahal di samping bulan Ramadan, bulan Dzulhijjah menyimpan begitu banyak keistimewaan,” ujarnya.
Berlipat Ganda
Jatmiko menerangkan Rasulullah Saw. menggandengkan bulan Dzulhijjah dengan bulan Ramadan dan menyebutkan bahwa pahala amal di dua bulan ini tidak berkurang, artinya akan dilipatgandakan. Hal ini menunjukkan bulan Ramadan dan bulan Dzulhijjah sama-sama memiliki keistimewaan dan keutamaan.
“Oleh sebab itulah, ketika bulan Ramadan telah semakin jauh meninggalkan kita, maka saatnya kita bersiap untuk menyambut datangnya bulan Dzulhijjah yang juga menyimpan begitu banyak keistimewaan dan keutamaan,” ungkap Dai Champions Standardisasi MUI Pusat itu.
Dia pun menerangkan kemiripan Ramadan dan Dzulhijjah. “Ramadan ada Syahrul Mubarak, bulan puasa, 10 hari akhir yang utama, Lailatul Qadar, Idulfitri, zakat. Sedangkan Dzulhijjah ada Syahrul Haram, bulan haji, 10 hari awal yang utama, Hari Arafah, Iduladha dan Kurban,” ujarnya.

Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo, Dwi Jatmiko, saat menjadi pemateri Pengajian Besar di Ruang Aula Kampus 2 Universitas Aisyiyah Solo, Sabtu (31/5/2025). (Humas)
“Bahwa sepuluh hari terakhir Ramadan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari siangnya karena di dalamnya terdapat hari nahr atau kurban, hari Arafah dan terdapat hari tarwiyah yaitu 8 Dzulhijjah,” imbuh dia.
Ia menutup ceramahnya dengan mengingatkan bahwa seluruh kaum muslimin dan muslimat dianjurkan untuk menyaksikan kurban. Para laki-laki dewasa, anak-anak dan wanita yang tidak berhalangan melaksanakan salat Id secara berjemaah.
“Walaupun seorang perempuan yang sedang berhalangan karena haid ataupun yang lainnya, tetap dianjurkan untuk mendatanginya untuk menyebarkannya dan mendengarkan khutbah bersama dengan kaum muslimin yang lainnya. Tetapi dia tidak melaksanakan salat Id itu. Dalam Surat Al Kautsar Allah SWT berfirman: “Salatlah karena Tuhan-Mu dan sembelihlah,” ujarnya.
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...
Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H
Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...
Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...
Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...
Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...
Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...
Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa
Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....
Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...
Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...
Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...
Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati
Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...





