Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Malam, Langit, dan Syafaat: Menyelami Makna Tersembunyi Surat Al-Mulk pada Kajian Tafsir UMS

Adi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 26 Mei 2025 11:30 WIB
Malam, Langit, dan Syafaat: Menyelami Makna Tersembunyi Surat Al-Mulk pada Kajian Tafsir UMS
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Surat Al-Mulk bukan sekadar bacaan malam hari sebelum tidur, melainkan bagian dari Al-Qur’an yang mengandung pelajaran mendalam tentang iman, ilmu, dan tanggung jawab spiritual. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Surat Al-Mulk bukan sekadar bacaan malam hari sebelum tidur, melainkan bagian dari Al-Qur’an yang mengandung pelajaran mendalam tentang iman, ilmu, dan tanggung jawab spiritual.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rha’in, mengulas secara mendalam keutamaan dan kandungan ayat-ayat dalam surat ke-67 ini. “Surat Al-Mulk adalah pelindung dan pemberi syafaat. Ia menyelamatkan, tetapi hanya bagi mereka yang membaca dengan pemahaman dan keyakinan,” tutur dosen UMS itu, Jumat (23/5/2025).

Ia menjelaskan Rasulullah SAW sangat memuliakan surat ini, bahkan menjadikannya bacaan rutin sebelum tidur, karena kandungan spiritualnya yang sangat kuat. Dalam ayat pertama, kata “tabaraka” menjadi sorotan utama. Menurut Rha’in, istilah ini menunjukkan kekuasaan mutlak dan keberkahan yang hanya milik Allah. Kekuasaan sejati adalah yang membawa berkah, bukan yang menebar kecemasan.

Ayat kedua menjadi titik refleksi tentang makna kehidupan dan kematian. Dengan mengutip tafsir klasik seperti Ibn ‘Ashur, Rha’in menyampaikan bahwa hidup dan mati bukan proses biasa, melainkan ujian dari Allah untuk melihat siapa yang paling baik amalnya. Ia juga menegaskan bahwa orang yang rela bersujud kepada Allah telah mencapai derajat kemanusiaan tertinggi.

Penciptaan Langit

Pada bagian selanjutnya, ia menguraikan tentang penciptaan langit yang berlapis-lapis dan tanpa cacat. Struktur kosmos yang agung ini menjadi bukti kekuasaan Allah yang tak terbantahkan. Di sisi lain, ia menyayangkan bahwa umat Islam saat ini kerap tertinggal dalam sains. “Kita terlalu sibuk memperdebatkan hal-hal cabang, hingga lupa bahwa langit menunggu kita teliti dengan ilmu,” katanya.

Pembahasan juga mencakup fungsi bintang-bintang sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Ibn Jarir: sebagai penghias langit, pelindung dari gangguan setan, dan petunjuk arah. Rha’in menekankan bahwa bagi setan yang mencoba menembus batas-batas langit, neraka Sa’ir telah disiapkan sebagai tempat kembali.

Ayat 6 hingga 11 yang berisi ancaman terhadap orang-orang kafir juga dibahas mendalam. Ia menyamakan kekafiran modern, seperti ateisme dan agnostisisme, dengan bentuk penolakan halus terhadap kebenaran. “Ia tidak kasar, tetapi mematikan hati,” ujarnya sambil mengutip pandangan Mujahid tentang suara gemuruh neraka sebagai simbol murka Allah terhadap manusia yang musyrik.

Surat Al-Mulk bukan sekadar bacaan malam hari sebelum tidur, melainkan bagian dari Al-Qur’an yang mengandung pelajaran mendalam tentang iman, ilmu, dan tanggung jawab spiritual.

Surat Al-Mulk bukan sekadar bacaan malam hari sebelum tidur, melainkan bagian dari Al-Qur’an yang mengandung pelajaran mendalam tentang iman, ilmu, dan tanggung jawab spiritual. (Humas)

Masuk pada ayat 12 hingga 15, Rha’in mengajak peserta untuk merenungi bahwa Allah mengetahui isi hati manusia. Ia menyebut bahwa air mata yang jatuh karena takut kepada Allah, khususnya di tengah malam, menjadi bukti iman yang sejati dan jaminan terbebas dari api neraka.

Kajian ini merupakan bagian dari program rutin yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) UMS. Acara yang telah terlaksana secara daring pada Kamis (22/5/2025) ini diikuti oleh sivitas akademika UMS.

Dalam sesi tanya jawab, saat ditanya apakah benar surat ini memberi syafaat, Rha’in menjawab tegas, “Iya, sebagaimana ditegaskan dalam banyak hadis sahih. Jangan ragu menjadikannya bagian dari hidup kita.”

Sebagai penutup, dosen Fakultas Agama Islam UMS itu mengajak peserta untuk tidak hanya membaca Surat Al-Mulk, tetapi juga menghayati dan mengamalkannya karena surat ini mengajarkan cara melihat hidup, mati, alam semesta, dan kekuasaan Allah dengan kacamata iman dan ilmu. “Mari jadikan ia pelita hati kita,” ujarnya.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...