
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat, dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyoroti urgensi evaluasi kritis terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai berjalan dalam irama politik yang terlalu terburu-buru.
Prof. Zilhardi Idris, dosen Teknik Sipil UMS, menyatakan pembangunan infrastruktur besar seperti IKN mestinya tidak hanya dikejar demi seremoni politik atau pencitraan jabatan. “Kalau prosesnya tergesa hanya demi seremoni peresmian Presiden atau Gubernur, maka pembangunan itu berpotensi cacat sejak awal,” ujarnya, Senin (27/5/2025).
Zilhardi menekankan pentingnya studi kelayakan (feasibility study) yang menyeluruh, serta pelibatan pakar-pakar, termasuk dari berbagai perguruan tinggi. Ia menyayangkan jika aspek-aspek teknis dan keberlanjutan dikalahkan oleh ambisi politik jangka pendek.
Menurutnya, pembangunan IKN harus menjadi representasi tata kelola infrastruktur yang akuntabel, bukan justru ajang pertaruhan politik pembangunan yang rawan penyelewengan. “Di banyak proyek, kita bisa mencium aroma penyimpangan. Besi ulir diganti polos, campuran beton tidak sesuai spesifikasi, dimensi struktur dikurangi. Kalau begini, proyek besar seperti IKN bisa jadi ‘korban kentut politik’: baunya ada, tapi sulit ditelusuri siapa pelakunya,” kritik Zilhardi.
Ia mengingatkan, keterlibatan kampus Muhammadiyah seharusnya menjadi motor etik pembangunan. “Kalau bukan warga Muhammadiyah yang bicara soal kejujuran dan amanah dalam pembangunan, siapa lagi?,” ujarnya.

Prof. Zilhardi Idris, dosen Teknik Sipil UMS. (Humas)
Zilhardi juga menyinggung risiko jangka panjang terhadap keberlanjutan IKN jika aspek ekologis dan partisipasi masyarakat tidak diprioritaskan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana dan dasi. Jika prinsip-prinsip ke-teknik sipilan dan lingkungan diabaikan, maka legasi politik bisa berubah jadi liability nasional,” tegasnya.
Ia juga menyinggung absurditas logika pembangunan yang menjadikan seremoni lebih penting dari struktur fondasi. Ia menyatakan bahwa bangsa ini tidak kekurangan insinyur dan sosio-engineer lainnya, tapi sering kekurangan nyali untuk jujur dan independen dalam menilai proyek negara.
Lebih jauh, Zilhardi menyentil relasi kuasa di balik pembangunan IKN yang menurutnya terlalu elitis dan jauh dari partisipasi rakyat. “Rakyat hanya jadi penonton di tanah sendiri, bahkan bisa tergusur oleh ambisi yang dikemas rapi sebagai ‘kemajuan’,” katanya.
Menurutnya, jika proyek sebesar ini gagal memberi keadilan spasial dan ekologis, maka ia hanya akan menambah daftar panjang megaproyek yang menyisakan trauma sosial dan utang politik. “Legasi politik itu bukan bangunan megah, tapi sistem yang jujur. Kalau IKN dibangun di atas kompromi, bukan kompetensi, maka sejarah tak akan mencatatnya sebagai ibu kota, tapi sebagai ibuk kebijakan, ibu dari semua kebocoran,” ujarnya.
Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...
Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...
Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...
Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...
Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...
OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...
Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...
Lintas Negara, Tiga Kampus Muhammadiyah Bahas Stres dan Kesehatan Mental Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental...
Konflik Iran-Israel Ancam Nilai Dana Pensiun, Pakar UMS Sarankan Strategi Ini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Bambang Setiaji, menyoroti dampak luas konflik geopolitik Timur...
Asah Kreativitas Digital, Pengurus HMP IQT UMS Ikuti Pelatihan Desain Grafis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bagi pengurus HMP IQT di...
Guru Besar UMS Dorong Perempuan Tak Ragu Berkarier di Sains dan Teknologi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini terus hidup di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof....
Lewat Permainan, UMS Bantu Anak Muslim RI di Korea Kenal Budaya Bangsa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) bertema Play-Based Fun Activities bagi anak-anak Muslim di Korea...





