Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Tafsir Surah Al-Infithor: Ungkap Dahsyatnya Hari Kiamat dan Keajaiban Penciptaan Manusia

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 18 April 2025 11:28 WIB
Tafsir Surah Al-Infithor: Ungkap Dahsyatnya Hari Kiamat dan Keajaiban Penciptaan Manusia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ainur Rha’in, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hari kiamat bukan sekadar mitos dalam kitab suci. Ia adalah peristiwa dahsyat yang telah digambarkan Al-Qur’an dengan detail, salah satunya dalam Surah Al-Infithor.

Inilah yang menjadi bahasan menarik oleh Ainur Rha’in, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Surah Al-Infithor termasuk dalam kategori surah makkiyah yang turun di Makkah pada masa awal kenabian. Menurut Ainur, periode ini adalah masa pembentukan fondasi keimanan.

Maka wajar jika banyak surah pada fase ini, termasuk Al-Infithor, berbicara berulang kali soal hari kebangkitan, hari pembalasan, dan keesaan Tuhan. “Jika ingin membayangkan suasana hari kiamat, bacalah surat-surat seperti Al-Infithor dan Al-Takwir,” kata Ainur, Kamis, (17/4/2025).

Ia menggambarkan bahwa pada saat itu langit akan terbelah, hukum alam berhenti berjalan, benda-benda langit saling bertabrakan, dan air laut meluap ke daratan, mengakibatkan tsunami dahsyat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya.

Sebab Manusia Durhaka

Tak berhenti di situ. Setelah kehancuran semesta, manusia yang telah lama mati akan dibangkitkan kembali dari kuburnya. “Mereka hidup kembali, tinggi seperti Nabi Adam, wajah penuh debu kubur, lalu dihadapkan pada penghitungan amal,” jelasnya.

Ayat-ayat dalam Al-Infithor mengajak manusia merenung, apa yang sudah mereka lakukan (qaddamat) dan apa yang mereka abaikan (akkharat). Dalam tafsir itu pula, disinggung tentang sebab-sebab manusia durhaka pada Tuhan. Kekafiran masa kini tak jauh berbeda dari masa lalu.

Fanatisme kelompok, arogansi sosial, hingga stereotip negatif terhadap Islam jadi penghalang terbesar mereka menerima kebenaran. “Dulu, mereka menolak karena enggan duduk bersama kaum miskin. Sekarang, Islam dianggap agama negara terbelakang,” ujarnya.

Di tengah gambaran kiamat yang menggetarkan, Allah juga menyisipkan pengingat tentang keajaiban penciptaan manusia. Dalam surah ini dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna: diberi akal, ruh, bentuk yang proporsional, dan potensi spiritual tinggi. “Tak ada satu pun makhluk lain yang diberi tugas menjadi khalifah di bumi,” terang Ainur.

Ainur Rha’in, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Ainur Rha’in, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

Keajaiban fisik manusia pun turut disinggung. Otak yang hanya 1,4 kg tapi lebih hebat dari superkomputer, jantung yang berdetak 100 ribu kali sehari, hingga DNA yang panjangnya bisa melingkari bumi. “Belum lagi keajaiban spiritual berupa rasa ingin tahu, cinta, empati, dan kesadaran menyembah Tuhan,” tambahnya.

Karena itulah, lanjutnya, sebuah ironi jika manusia mendustakan hari pembalasan. Allah yang menciptakan dengan begitu sempurna mempertanyakan: mengapa engkau tertipu? Mengapa engkau tidak mengakui Tuhanmu? “Kedurhakaan terhadap Allah adalah awal dari kejahatan di muka bumi. Kriminalitas lahir karena manusia merasa tak akan diadili,” kata dia.

Surah Al-Infithor juga menjelaskan tentang malaikat yang selalu mengawasi manusia, yakni Raqib dan Atid. Seluruh amal baik dan buruk akan dicatat tanpa ada yang terlewat. Nantinya, manusia akan dibedakan antara abror (orang yang taat dan berbuat baik) dan fujjar (orang durhaka dan kafir). Yang pertama akan masuk surga, yang kedua kekal di neraka.

Di akhir kajian bertajuk “Kajian Tafsir Online UMS” yang telah terlaksana pada Kamis, (10/4), dan berlangsung secara daring di platform Zoom Meeting itu, Ainur mengajak umat Islam untuk bermuhasabah dan bersiap menghadapi kehidupan akhirat. “Tidak ada pertolongan di hari itu kecuali dari Allah. Semua makhluk tunduk, takut, dan diam di hadapan-Nya. Maka mari bekali diri sebelum terlambat,” ujarnya.

Berita Terbaru

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...

Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...

Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa

Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....

Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...

Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...

Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati

Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...

Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...

Leave a comment