
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hari kiamat bukan sekadar mitos dalam kitab suci. Ia adalah peristiwa dahsyat yang telah digambarkan Al-Qur’an dengan detail, salah satunya dalam Surah Al-Infithor.
Inilah yang menjadi bahasan menarik oleh Ainur Rha’in, dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Surah Al-Infithor termasuk dalam kategori surah makkiyah yang turun di Makkah pada masa awal kenabian. Menurut Ainur, periode ini adalah masa pembentukan fondasi keimanan.
Maka wajar jika banyak surah pada fase ini, termasuk Al-Infithor, berbicara berulang kali soal hari kebangkitan, hari pembalasan, dan keesaan Tuhan. “Jika ingin membayangkan suasana hari kiamat, bacalah surat-surat seperti Al-Infithor dan Al-Takwir,” kata Ainur, Kamis, (17/4/2025).
Ia menggambarkan bahwa pada saat itu langit akan terbelah, hukum alam berhenti berjalan, benda-benda langit saling bertabrakan, dan air laut meluap ke daratan, mengakibatkan tsunami dahsyat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya.
Sebab Manusia Durhaka
Tak berhenti di situ. Setelah kehancuran semesta, manusia yang telah lama mati akan dibangkitkan kembali dari kuburnya. “Mereka hidup kembali, tinggi seperti Nabi Adam, wajah penuh debu kubur, lalu dihadapkan pada penghitungan amal,” jelasnya.
Ayat-ayat dalam Al-Infithor mengajak manusia merenung, apa yang sudah mereka lakukan (qaddamat) dan apa yang mereka abaikan (akkharat). Dalam tafsir itu pula, disinggung tentang sebab-sebab manusia durhaka pada Tuhan. Kekafiran masa kini tak jauh berbeda dari masa lalu.
Fanatisme kelompok, arogansi sosial, hingga stereotip negatif terhadap Islam jadi penghalang terbesar mereka menerima kebenaran. “Dulu, mereka menolak karena enggan duduk bersama kaum miskin. Sekarang, Islam dianggap agama negara terbelakang,” ujarnya.
Di tengah gambaran kiamat yang menggetarkan, Allah juga menyisipkan pengingat tentang keajaiban penciptaan manusia. Dalam surah ini dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna: diberi akal, ruh, bentuk yang proporsional, dan potensi spiritual tinggi. “Tak ada satu pun makhluk lain yang diberi tugas menjadi khalifah di bumi,” terang Ainur.

Keajaiban fisik manusia pun turut disinggung. Otak yang hanya 1,4 kg tapi lebih hebat dari superkomputer, jantung yang berdetak 100 ribu kali sehari, hingga DNA yang panjangnya bisa melingkari bumi. “Belum lagi keajaiban spiritual berupa rasa ingin tahu, cinta, empati, dan kesadaran menyembah Tuhan,” tambahnya.
Karena itulah, lanjutnya, sebuah ironi jika manusia mendustakan hari pembalasan. Allah yang menciptakan dengan begitu sempurna mempertanyakan: mengapa engkau tertipu? Mengapa engkau tidak mengakui Tuhanmu? “Kedurhakaan terhadap Allah adalah awal dari kejahatan di muka bumi. Kriminalitas lahir karena manusia merasa tak akan diadili,” kata dia.
Surah Al-Infithor juga menjelaskan tentang malaikat yang selalu mengawasi manusia, yakni Raqib dan Atid. Seluruh amal baik dan buruk akan dicatat tanpa ada yang terlewat. Nantinya, manusia akan dibedakan antara abror (orang yang taat dan berbuat baik) dan fujjar (orang durhaka dan kafir). Yang pertama akan masuk surga, yang kedua kekal di neraka.
Di akhir kajian bertajuk “Kajian Tafsir Online UMS” yang telah terlaksana pada Kamis, (10/4), dan berlangsung secara daring di platform Zoom Meeting itu, Ainur mengajak umat Islam untuk bermuhasabah dan bersiap menghadapi kehidupan akhirat. “Tidak ada pertolongan di hari itu kecuali dari Allah. Semua makhluk tunduk, takut, dan diam di hadapan-Nya. Maka mari bekali diri sebelum terlambat,” ujarnya.
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...
Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer
Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...
Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Daftar Isi Apa Itu Ilmu Tafsir? Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era Digital Ragam Pendekatan Tafsir Tafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju...
Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender
Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...
Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...
Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...





