Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Peran IMM dalam Membangun Masa Depan yang Lebih Baik

Rahma Annastania, Editor: Sholahuddin
Minggu, 6 April 2025 16:38 WIB
Peran IMM dalam Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Rahma Annastania (Dok. pribadi).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah suatu wadah bagi mahasiswa Muhammadiyah dalam membina integritas dan nilai-nilai Islam. IMM juga memiliki peran dalam menjaga integritas mahasiswa Muhammadiyah serta mendorong kader untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berkontribusi secara positif untuk masyarakat. Organisasi ini juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif, serta memupuk semangat keislaman dan peduli sosial.

Dalam era yang terus berkembang dengan tantangan sosial maupun dinamika global yang kompleks, peran IMM menjadi semakin sangat penting. Dengan memperkuat peran dan eksistensi IMM, kita dapat memastikan bahwa mahasiswa Muhammadiyah terus menjadi kekuatan positif dalam membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat secara keseluruhan. Dalam melanjutkan peran dan eksistensinya, IMM juga perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan yang ada. Organisasi ini perlu terus memperbarui strategi dan program kerjanya agar relevan dengan kebutuhan dan harapan mahasiswa Muhammadiyah saat ini. Adapun dengan Muhammadiyah identik dengan organisasi yang selalu berkembang dan memunculkan gagasan pembaharuan yang spirit.

Dilansir dari Suara Muhammadiyah, yang disampaikan oleh narasumber ke-2 yaitu Prof. Ai Fathimah Nur Fuad, menyampaikan bahwa, “Muhammadiyah identik dengan organisasi yang selalu berkembang dan memunculkan gagasan pembaruan sebagai wujud spirit.”

Secara sederhana dapat diungkapkan bahwa IMM adalah sebuah organisasi Muhammadiyah yang memiliki tekad untuk meningkatkan kulitas diri serta memiliki komitmen yang kuat tentang religiositas, intelektualitas, dan humanitas, dan tentunya dengan tawadu dan tasamuh. Secara filosofi IMM juga sebagai gerakan intelektual. Salah satu tujuannya yaitu agar dapat mengembangkan kreativitas berpikir para kader. Intelektual merupakan sebuah ciri khas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Karena intelektual itu adalah artikulaor untuk melakukan sebuah perubahan.

Sebagai organisasi pergerakan dan perubahan, IMM harus menjadi berani mengadvokasi kebenaran dan keadilan dalam menghadapi semua problematika masyarakat. Kader IMM memiliki tanggung jawab untuk menjembatani kaum-kaum yang terpingkirkan (marginal), tertindas maupun lemah (mustad’affin), untuk mengaspirasikan kritik dan sarannya, serta dapat melakukan perubahan terhadap sistem sosial yang tidak ada keberpikahakan terhadap rakyat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah juga perlu peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota organisasi agar dapat mudah tercapai tujuan organisasi dan agar dapat menjadi agen of change yang efektif untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kader maupun pimpinan juga harus membangun jaringan (relasi) dengan berbagai pihak untuk memperkuat gerakan perubahan. Dengan adanya banyak jaringan dapat mempermudah suatu program kerja yang ada dan dapat efektif pula suatu kegiatan.

Paham keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi landasan gerakan tidak sepenuhnya tertanam dan melembaga di internal Persyarikatan. Oleh karena itu, perlu adanya peneguhan kembali terhadap paham Islam dan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah secara masif dan terstruktur di seluruh tingkatan dan lini Persyarikatan. Muhammadiyah juga perlu meningkatkan perkembangan amal usaha dengan merespons zaman terutama amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Muhammadiyah harus mampu mendakwahi tiga generasi saat ini, yaitu generasi milenial, generasi Z, generasi alpa, sebagai bentuk investasi masa depan luar biasa sekaligus mempersipakan generasi Indonesia yang lebih baik.

Orbit Dakwah

Oleh karen itu, generasi-generasi tersebut tidak boleh terlalu jauh dari orbit dakwah dan gerakan Muhammadiyah. Prof. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menilai Muhammadiyah juga memerlukan reformasi kaderisasi dan diaspora kader ke berbagai lingkungan dan bidang kehidupan untuk mempersiapkan diaspora kader di berbagai struktur dan lingkungan di luar maupun ke dalam agar gerakan Islam ini mengalami perluasan melalui peran para kadernya. Karena digitalisasi dan intensitas internasionalisasi Muhammadiyah harus dilakukan secara masif dan terstruktur karena era digitalisasi tak bisa dibendung. Jadi perlu dipersiapkan dengan baik dalam pengelolaan organisasi dan administrasi maupun dalam publikasi dan pengembangan aktivitas.

IMM dituntut untuk lebih berani dan progresif dalam melangkah atau menciptakan metode dakwah baru, namun tidak yang melunturkan prinsip-prinsip ideologi yang ada di IMM. Agar IMM masa kini tidak mengalami stagnan atau jalan di tempat yang terkesan itu- itu saja dalam berdakwah maupun dalam hal perkaderan. Sehingga peran IMM dapat berdigdaya dan dapat melahirkan kader-kader untuk Indonesia yang lebih baik. IMM juga terkadang sangat rentan tentang persoalan-persoalan yang seharusnya menjadi poin kritis IMM dalam hal mengenal kesenjangan sosial yang mana membutuhkan objektivitas dalam mengkritik pemerintah yang menyeleweng dan tidak pro terhadap masyarakat. Hal tersebut dapat mencederai prinsip atau religius, intelektual, maupun humanitas IMM sebagai lokomotif perubahan atas ketidakadilan.

Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dengan semangat fastabiqul khairat yang diridai Allah SWT. Salah satu poin penting dalam gerakan mahasiswa, salah satu unsur dalam lembaga pendidikan tinggi, dengan gagasan yang inspiratif untuk memulai peradaban baru di tengah masyarakat, untuk mencerahkan kehidupan dan memperbaiki pola pikir masyarakat yang religius. Karena kelahiran IMM yang didasari kebutuhan masyarakat dan Muhammadiyah dengan dilandasi amal gerak yang sesuai fungsi proporsinya di tangan masyarakat. Tujuan dari gerakan IMM dapat menghidupkan kembali kegembiraan beragama Islam, baik di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan. Kebribadian IMM menegaskan bahwa setiap anggota IMM diharap dapat mmapu meningkatkan kemampuan ilmiah dan ilmunya di tenggah masyarakat yang lebih baik.

Penulis adalah peserta Lomba Menulis Opini Milad ke-61 IMM yang diselenggarakan IMM Sukoharjo.

Berita Terbaru

Belajar Mendalam pada Ramadan

Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pedagogis yang menitik beratkan pada kedalaman pemahaman dan penguasaan konsep, tidak lagi pada luasnya materi atau hapalan fakta semata. Siswa yang...

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar Isi Behavioral Addiction dalam Psikologi Modern Otak yang Terlatih pada Stimulus Instan Kesehatan Mental dan Relasi yang Terganggu Al-Qur’an dan Penjagaan Kesadaran Kecanduan sebagai...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Leave a comment