
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Paripurna (DAP) tingkat nasional di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (14/4/2026) malam. Kegiatan ini diikuti 46 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung selama enam hari ke depan.
Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menyambut para peserta yang hadir dari seluruh penjuru Indonesia. “Selamat datang di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mudah-mudahan enam hari ke depan membawa gagasan baru dan pemikiran segar untuk IMM di masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan Darul Arqam Paripurna menjadi momentum penting untuk merumuskan arah gerakan IMM ke depan. Menurutnya, kader IMM tidak boleh terlena, melainkan harus terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman. “DAP hari ini menjadi harapan kita semua untuk melahirkan pimpinan yang terbaik di masa depan. IMM harus terus bergerak dan tidak boleh stagnan,” tegas Nia.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader pada level paripurna. Ia menyebut bahwa kader paripurna harus memiliki pola pikir yang lebih luas dan tidak lagi sektoral. “Kalau sudah paripurna, pola pikirnya harus Indonesia. Indonesia itu kompleks, maka cara berpikirnya juga harus kompleks,” ungkapnya.
Riyan juga mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas dan persaudaraan dalam organisasi. Menurutnya, tantangan terbesar IMM saat ini bukan hanya pada intelektualitas, tetapi juga pada soliditas kader. “Kalau kita tidak punya mental yang sehat, maka yang dikorbankan adalah masa depan Muhammadiyah. Infrastruktur sudah luar biasa, tapi kalau tidak dijaga, siapa yang akan merawat ke depan,” jelasnya.
Ia berharap melalui DAP ini, kader IMM mampu meningkatkan kualitas berpikir sekaligus berorientasi pada aksi nyata. “Jangan berpikir hanya untuk berpikir, tapi berpikir untuk bergerak. IMM harus melahirkan kader yang berdampak,” tambahnya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Paripurna (DAP) tingkat nasional di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (14/4/2026) malam. (Humas)
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Hardi Winoto, menegaskan IMM bukan sekadar tempat berhenti dalam proses kaderisasi, melainkan ruang keberlanjutan pengabdian.
“Arena IMM itu bukan tempat pemberhentian, tapi tempat keberlangsungan. Banyak yang setelah tidak menjadi mahasiswa justru tidak lagi aktif. Ini yang kami titipkan, agar tetap berkontribusi di ranting, cabang, daerah, maupun wilayah,” tuturnya.
Ia juga mengajak kader IMM untuk terus menjaga keterikatan dengan Muhammadiyah serta memanfaatkan amal usaha yang ada, termasuk Unimus, sebagai ruang gerakan dan pengabdian. “UNIMUS terbuka untuk kegiatan IMM dan Muhammadiyah. Jangan sampai lepas dari Kemuhammadiyahan. Silakan manfaatkan amal usaha yang telah berdiri di Semarang ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hardi menekankan filosofi Muhammadiyah sebagai gerakan yang harus terus memberi manfaat dan bersinar di mana pun berada.“Di mana pun berada harus tetap bersinar. Muhammadiyah itu seperti matahari, tidak boleh redup. Tidak harus mayoritas, tapi harus kuat dan memberi cahaya,” ungkapnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diwakili Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Jawa Tengah. Ia menjelaskan Darul Arqam merupakan bagian penting dalam sistem perkaderan Muhammadiyah yang memiliki akar historis sejak masa Rasulullah. “Perkaderan pertama dalam Islam dilakukan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Dari situlah lahir kader-kader yang kuat secara iman dan pemikiran,” terangnya.
Wahyudi juga menekankan pentingnya budaya literasi dalam perkaderan. Menurutnya, istilah “Arqam” memiliki makna menulis, yang mencerminkan pentingnya gagasan dan pemikiran dalam membangun peradaban. “Untuk menulis, kita harus banyak membaca dan memiliki pemikiran luas. Maka kader IMM harus kuat dalam literasi dan gagasan,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga idealisme di tengah tantangan zaman yang cenderung pragmatis. “Kader IMM harus memiliki idealisme, berpikir keras, dan memiliki strategi dalam menghadapi kompleksitas zaman,” ucapnya. Acara selanjutnya disampaikan amanat sekaligus membuka acara oleh Bachtiar Dwi Kurniawan, selaku Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027.
RS UMS A.R. Fachrudin Layani Kesehatan Peserta Refleksi Milad ke-68 UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta Refleksi Hari Jadi ke-68 Universitas...
Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...
Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...
Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...
RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...
UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...
UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...
Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...






