Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Evaluasi dan Peran Masa Depan IMM

Riri Julianti Aryani, Editor: Sholahuddin
Minggu, 6 April 2025 16:54 WIB
Evaluasi dan Peran Masa Depan IMM
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Riri Julianti Aryani (Dok. pribadi).

Perjalanan panjang berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada tahun 1961 tidaklah mudah. Lahirnya ikatan ini menyimpan banyak harapan bagi mahasiswa Muhammadiyah. Namun, seiring berjalannya waktu dan miladnya yang ke-61, pertanyaan penting muncul: apakah harapan-harapan tersebut telah terpenuhi, atau hanya menjadi angan-angan belaka? Seiring dengan pertumbuhan IMM, penting untuk mengevaluasi apakah ikatan ini telah tumbuh lebih baik atau hanya seperti tumbuhan yang sebatang kara. Oleh karena itu, IMM harus terus dirawat dan dijaga agar harapan yang diinginkan dapat terealisasi.

Semakin lama IMM berdiri, semakin tua dan berumur ikatan ini. Seharusnya, IMM telah banyak menghasilkan transformasi berdasarkan andil para kadernya. Pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah: adakah perubahan yang signifikan, dan apa saja dampaknya? Atau apakah visi dan misi IMM hanya terbengkalai begitu saja? Sebagai kader IMM, kita harus mempertanyakan harapan apa yang dimiliki dan perubahan apa yang ingin dicapai. Pertanyaan ini harus dimunculkan sebelum kita melangkah lebih jauh, atau setidaknya kita melakukan introspeksi diri. Sudahkah kita memiliki semangat ber-Muhammadiyah dari sejarah yang telah dibaca? Ke mana janji-janji yang sering digaungkan? Pemaknaan apa yang didapatkan dari Mars IMM yang sering dinyanyikan?

Merawat Ikatan

Jika Muhammadiyah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah, maka IMM harus mengikuti jejak tersebut. Tugas IMM tidak hanya merawat ikatan di dalamnya, tetapi juga memiliki peran dalam aspek yang sama. Mengingat kondisi sosial di Indonesia saat ini yang penuh dengan konflik dan masalah, peran serta IMM menjadi ikhtiar dan menunjukkan kepedulian. Pertama, Banyak isu-isu yang beredar terutama masalah pendidikan yang memprihatinkan. Berbagai faktor permasalahan dalam pendidikan menjadi perhatian publik. IMM harus berperan aktif dalam mengatasi masalah-masalah ini dengan memberikan solusi

Kedua, Dalam aspek sosial, IMM dapat melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang menunjukkan sikap kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi untuk minimnya kepedulian sosial antarsesama, tetapi juga dapat menjadi edukasi tentang pentingnya peduli terhadap sesama. Misalnya, IMM dapat melakukan program-program bantuan sosial, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, penggalangan dana untuk korban bencana, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, IMM dapat membantu meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.

Ketiga, dengan kemajuan zaman yang serba cepat, standarisasi kehidupan yang tinggi, dan hedonisme, kesehatan mental menurun dan spiritualitas dalam beribadah hilang. Dakwah menjadi sarana untuk menyembuhkan masalah pikiran dan perasaan melalui motivasi-motivasi berdasarkan sumber Al-Qur’an dan sunah. IMM harus berperan aktif dalam dakwah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan spiritualitas dan kesehatan mental masyarakat. Misalnya, IMM dapat melakukan pengajian, kajian Islam, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang dapat memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat.

IMM harus terus berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Jika pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan berkata, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan menumpang hidup di Muhammadiyah”, maka IMM juga layak diberikan kata-kata “Hidup-hidupilah IMM jangan menumpang nama di struktur kepemimpinan organisasi”. Jadi, sebagai kader, kita harus memastikan bahwa IMM tidak hanya numpang hidup di struktur kepemimpinan, tetapi benar-benar hidup dan berkontribusi. Kita harus memiliki semangat ber-Muhammadiyah yang kuat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, harapan-harapan yang telah lama digantungkan dapat menjadi kenyataan.

Penulis adalah peserta Lomba Menulis Opini Milad ke-61 IMM yang diselenggarakan oleh IMM Sukoharjo.

Berita Terbaru

Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?

Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...

Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna

Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...

Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...

Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...

Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?

Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....

Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?

Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...

Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?

Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...

Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?

Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...

Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?

Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...