Perjalanan panjang berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada tahun 1961 tidaklah mudah. Lahirnya ikatan ini menyimpan banyak harapan bagi mahasiswa Muhammadiyah. Namun, seiring berjalannya waktu dan miladnya yang ke-61, pertanyaan penting muncul: apakah harapan-harapan tersebut telah terpenuhi, atau hanya menjadi angan-angan belaka? Seiring dengan pertumbuhan IMM, penting untuk mengevaluasi apakah ikatan ini telah tumbuh lebih baik atau hanya seperti tumbuhan yang sebatang kara. Oleh karena itu, IMM harus terus dirawat dan dijaga agar harapan yang diinginkan dapat terealisasi.
Semakin lama IMM berdiri, semakin tua dan berumur ikatan ini. Seharusnya, IMM telah banyak menghasilkan transformasi berdasarkan andil para kadernya. Pertanyaan mendasar yang harus diajukan adalah: adakah perubahan yang signifikan, dan apa saja dampaknya? Atau apakah visi dan misi IMM hanya terbengkalai begitu saja? Sebagai kader IMM, kita harus mempertanyakan harapan apa yang dimiliki dan perubahan apa yang ingin dicapai. Pertanyaan ini harus dimunculkan sebelum kita melangkah lebih jauh, atau setidaknya kita melakukan introspeksi diri. Sudahkah kita memiliki semangat ber-Muhammadiyah dari sejarah yang telah dibaca? Ke mana janji-janji yang sering digaungkan? Pemaknaan apa yang didapatkan dari Mars IMM yang sering dinyanyikan?
Merawat Ikatan
Jika Muhammadiyah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah, maka IMM harus mengikuti jejak tersebut. Tugas IMM tidak hanya merawat ikatan di dalamnya, tetapi juga memiliki peran dalam aspek yang sama. Mengingat kondisi sosial di Indonesia saat ini yang penuh dengan konflik dan masalah, peran serta IMM menjadi ikhtiar dan menunjukkan kepedulian. Pertama, Banyak isu-isu yang beredar terutama masalah pendidikan yang memprihatinkan. Berbagai faktor permasalahan dalam pendidikan menjadi perhatian publik. IMM harus berperan aktif dalam mengatasi masalah-masalah ini dengan memberikan solusi
Kedua, Dalam aspek sosial, IMM dapat melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang menunjukkan sikap kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi untuk minimnya kepedulian sosial antarsesama, tetapi juga dapat menjadi edukasi tentang pentingnya peduli terhadap sesama. Misalnya, IMM dapat melakukan program-program bantuan sosial, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, penggalangan dana untuk korban bencana, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Dengan demikian, IMM dapat membantu meningkatkan kepedulian sosial di masyarakat.
Ketiga, dengan kemajuan zaman yang serba cepat, standarisasi kehidupan yang tinggi, dan hedonisme, kesehatan mental menurun dan spiritualitas dalam beribadah hilang. Dakwah menjadi sarana untuk menyembuhkan masalah pikiran dan perasaan melalui motivasi-motivasi berdasarkan sumber Al-Qur’an dan sunah. IMM harus berperan aktif dalam dakwah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan spiritualitas dan kesehatan mental masyarakat. Misalnya, IMM dapat melakukan pengajian, kajian Islam, dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya yang dapat memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat.
IMM harus terus berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Jika pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan berkata, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah jangan menumpang hidup di Muhammadiyah”, maka IMM juga layak diberikan kata-kata “Hidup-hidupilah IMM jangan menumpang nama di struktur kepemimpinan organisasi”. Jadi, sebagai kader, kita harus memastikan bahwa IMM tidak hanya numpang hidup di struktur kepemimpinan, tetapi benar-benar hidup dan berkontribusi. Kita harus memiliki semangat ber-Muhammadiyah yang kuat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, harapan-harapan yang telah lama digantungkan dapat menjadi kenyataan.
Penulis adalah peserta Lomba Menulis Opini Milad ke-61 IMM yang diselenggarakan oleh IMM Sukoharjo.
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar Isi Behavioral Addiction dalam Psikologi Modern Otak yang Terlatih pada Stimulus Instan Kesehatan Mental dan Relasi yang Terganggu Al-Qur’an dan Penjagaan Kesadaran Kecanduan sebagai...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






