Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Masjid Inklusif: UMS dan PDM Klaten Susun Standar Fasilitas Disabilitas

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 19 Maret 2025 10:57 WIB
Masjid Inklusif: UMS dan PDM Klaten Susun Standar Fasilitas Disabilitas
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar workshop pengembangan standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. (Humas)

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam upaya mewujudkan masjid dan musala yang lebih inklusif, Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar workshop pengembangan standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tempat ibadah dapat diakses dengan nyaman dan mandiri oleh semua jamaah, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Didukung oleh tim pendamping yang terdiri dari Dyah Widi Astuti, Fadhilla Tri Nugrahaini, dan Alfia Magfirona, workshop ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan solusi terbaik dalam meningkatkan aksesibilitas masjid dan musala di Klaten.

Ketua Tim Pendamping, Dyah Widi Astuti, mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah pendampingan pengembangan standar aksesibilitas pada masjid atau musala di Kabupaten Klaten.

”Peserta workshop ini adalah PCM seluruh Kawedanan Klaten dan takmir-takmir masjid yang dikelola oleh Muhammadiyah Klaten. Latar belakang kegiatan ini adalah keresahan dalam keterbatasan akses penyandang disabilitas dalam menjalankan ibadah di masjid atau musala,” ungkap Dosen Arsitektur UMS itu, Senin (17/3/2025).

Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar workshop pengembangan standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar workshop pengembangan standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. (Humas)

Dyah menyampaikan standar fasilitas difabel merujuk pada desain universal yang bertujuan agar masjid dan musala bisa digunakan untuk penyandang disabilitas beraktivitas secara mandiri. Sehingga, mereka bisa melakukan kegiatan dengan nyaman tanpa bantuan orang lain. “Beberapa orang banyak yang mengkhawatirkan terkait najis yang bisa terbawa oleh alat bantu penyandang disabilitas ketika beribadah misalnya dari kursi roda atau tongkat jalan,” terangnya.

Auli Septa Arini, Subkoordinator Rehapsos Anak& Penyandang Disabilitas Dinsos P3AKB menjelaskan Pemerintah Klaten menaruh perhatian terhadap penyandang disabilitas. “Mempersiapkan fasilitas disabilitas berarti menyiapkan fasilitas untuk Kita dimasa mendatang, karena semua orang akan menua dan akan mengalami keterbatasan fisik,” tuturnya.

Menurut Qoriek Asmawati selaku narasumber dari Paguyuban Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) menyampaikan bahwa saat ini banyak masjid dengan desain tidak inklusif. “Fasilitas yang disediakan untuk penyandang disabilitas tidak aksesibel. Pelayanan terhadap penyandang disabilitas terdiri dari pelayanan fisik (fasilitas di bangunan yang aksesibel) dan non fisik (sikap dan interaksi yang mendukung). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas untuk kegiatan keagamaan,” paparnya.

Dari perspektif tarjih, Alifiyatul Azizah dari Majelis Tarjih PWM Jawa Tengah menjelaskan pada dasarnya kursi roda dan tongkat tidak dihukumi najis. Kecuali yang nyata-nyata ada barang najis menempel pada barang tersebut, sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan.

Acara yang dilaksanakan pada Minggu (16/3/2025) di SMA Muhammadiyah Klaten itu diakhiri dengan sesi diskusi kelompok untuk menentukan masjid dan musala yang akan dijadikan percontohan di tiap Kawedanan Klaten serta menjaring aspirasi dan masukan dari peserta workshop. Kegiatan ini akan berlanjut dengan pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) yang bisa diimplementasikan sebagai bentuk panduan pelayanan terhadap penyandang disabilitas di Masjid/Musala

Berita Terbaru

UMS Hidupkan Business Center Mendungan Lewat 58 Mart

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Fasilitas ini menghadirkan 10 tenant...

SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...

Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026

KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...

Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...

Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...

Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...