Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

UMS Perkuat Pendampingan 1.000 HPK untuk Percepat Penurunan Stunting di Sukoharjo

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 4 Agustus 2026 16:12 WIB
UMS Perkuat Pendampingan 1.000 HPK untuk Percepat Penurunan Stunting di Sukoharjo
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak. (Humas)

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak.

Program tersebut dijalankan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan fokus pendampingan keluarga sejak masa pranikah hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasaran program meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting sejak dini.

Berdasarkan data 2026, sebanyak 37 dari 266 balita di Desa Blimbing mengalami stunting atau mencapai 13,91 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kecamatan Gatak yang berada pada 10,97 persen.

Selain itu, persoalan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. UPT Puskesmas Gatak mencatat 175 kasus diare akut sepanjang 2025 yang dipengaruhi kondisi sanitasi serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang masih perlu ditingkatkan.

Untuk memperkuat sinergi lintas sektor, Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo pada 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut membahas penyelarasan program mahasiswa dengan kebijakan pemerintah daerah, dukungan data, pelibatan tenaga kesehatan dan kader, serta strategi keberlanjutan program.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Rengga Prayoga, mengatakan penanganan stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar memberikan dampak yang berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A dapat memperkuat dampak serta keberlanjutan program ini,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Integrasi Beragam Intervensi

Ia menjelaskan program tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga mengintegrasikan berbagai intervensi, seperti Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), penyediaan fasilitas cuci tangan melalui program SEKAKI, gerakan gotong royong RINDANG, sosialisasi PHBS, hingga penguatan peran ayah dalam pencegahan stunting dan pemeliharaan kesehatan keluarga.

Dosen pendamping PPK Ormawa UKM PRISMA UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, menilai keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat terus berjalan setelah masa pendanaan berakhir.

“Sinergi dengan dinas terkait dapat memperkuat mutu pelaksanaan sekaligus membuka peluang agar kegiatan dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat setelah program PPK Ormawa selesai,” katanya.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Sumini, menyampaikan pendampingan keluarga sejak masa calon pengantin hingga anak berusia dua tahun telah dijalankan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh desa. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa UMS sejalan dengan upaya pemerintah daerah sehingga berpotensi memperkuat efektivitas intervensi yang telah berjalan.

Ia menjelaskan Kabupaten Sukoharjo memiliki sekitar 2.100 anggota Tim Pendamping Keluarga. Khusus di Desa Blimbing, pendampingan dilakukan oleh tiga tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang, termasuk bidan desa. Kecamatan Gatak juga didukung enam petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang membina 14 desa.

Apresiasi juga disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo. Menurutnya, program PPK Ormawa UKM PRISMA UMS sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Tim PPK Ormawa bersama bidan desa, PKK, Kelompok Wanita Tani, dan Karang Taruna Desa Blimbing menyepakati penguatan peran ayah dalam pengasuhan serta pembentukan forum koordinasi rutin yang melibatkan PPKBD, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa guna memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

Berita Terbaru

Finalis Putra Putri Solo 2026 Kunjungi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan Finalis Putra Putri Solo 2026 dalam rangkaian Pemilihan Duta Wisata Putra Putri Solo 2026 di Aula...

Kanker Usus Besar Jadi Ancaman Serius, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Dorong Deteksi Dini

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kanker usus besar (kolorektal) menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penyakit ini menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian...

Anak Bukan Mesin Prestasi: Dilema Parenting Modern dan Krisis Kesehatan Mental

Suatu sore,  di sebuah klinik tumbuh kembang, seorang ibu muda menunduk dengan mata berkaca-kaca. Di sampingnya, anak laki-laki berusia tujuh tahun tampak diam, sesekali menggigit...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Mengapa Serangan Jantung Sering Meningkat Setelah Iduladha?

Asap sate mulai mengepul sejak Rabu (27/5/2026) pagi. Aroma gulai dan tongseng memenuhi sudut-sudut kampung. Di banyak rumah, Iduladha selalu identik dengan pesta makan bersama...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tebar Daging Kurban untuk Warga hingga PKL

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Taman Parkir Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Kamis (28/5/2026). Kegiatan...

Tiga Kali Beruntun Raih Platinum, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Jadi Role Model P2HIV/AIDS Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan kategori Platinum dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat...

Teliti Risiko Jatuh Pasien Diabetes, Dosen UMS Raih Penghargaan di IPTRS Bangkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Rosella Komala Sari, meraih penghargaan Outstanding Oral Presentation dalam International Physiotherapy Research Symposium...

Startup Karya Alumni UMS Ini Ingin Ubah Cara Ahli Gizi Indonesia Bekerja

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk profesi ahli gizi, resmi diluncurkan melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis...

MDMC dan Aisyiyah Joyotakan Bersinergi, Bawa Layanan Kesehatan ke Permukiman Pascabanjir

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sepekan setelah banjir melanda wilayah Solo dan sekitarnya pada 15/4/2026, sejumlah lembaga Muhammadiyah bersinergi memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan...

Hari Kartini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Edukasi Ibu soal Perawatan Bayi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar edukasi kesehatan interaktif “Smart Mom: Panduan Aman Perawatan Bayi 0–1 Tahun” bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Sabtu...

Hangatnya Syawalan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Selasa, (14/4/2026). Dalam momentum Syawal, sebanyak 32 istri dokter dan pejabat...