Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Tarjih Online UMS, Perhatian Imam Terhadap Makmum dalam Salat Berjemaah

Yusuf Ismail, Editor: Sholahuddin
Rabu, 25 Desember 2024 09:18 WIB
Kajian Tarjih Online UMS, Perhatian Imam Terhadap Makmum dalam Salat Berjemaah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah, Syamsul Hidayat, saat menyampaikan kajian tarjih secara daring, Selasa (24/12/2024). (Humas).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara rutin menggelar Kajian Tarjih Online yang dilaksanakan setiap Selasa pukul 07.30 WIB – Selesai. Kajian itu dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal Youtube TvMu Channel.

Kajian Tarjih merupakan kegiatan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi dosen dan Tenaga Kependidikan UMS. Pekan ini, Selasa (24/12/2024), Kajian Tarjih Online UMS masuk putaran ke-157, dengan mengangkat tema Fatwa Tarjih Muhammadiyah tentang “Imamah dan Shalat Jamaah: Perhatian Imam Terhadap Makmum dalam Shalat Berjamaah” yang dibawakan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Syamsul Hidayat.

Mengawali pembahasan, Syamsul menyampaikan, ada beberapa pertanyaan yang di antaranya “Bagaimana jika imam mempercepat salat dalam rangka meringankan makmum dalam salat berjemaah?” Fungsi Imam sangat penting dalam salat berjemaah, sebagaimana yang disampaikan oleh Syamsul dalam Sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam hadits shahih yang artinya “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti oleh para makmumnya. Maka apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah. Dan apabila imam itu sudah rukuk, maka makmumnya menyusul untuk rukuk. Apabila imam itu bangun dari rukuk dengan mengucapkan “sami’allahu liman hamidah,” makmum berdiri dari rukuk dengan mengucap “rabbana wa laka al-hamdu.”

“Dalam konteks hubungan imam dan makmum, berdasarkan beberapa hadis Nabi bahwa imam dianjurkan meringankan salat dengan memperhatikan kondisi jemaahnya,” kata Syamsul yang juga sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMS ini.  Syamsul memberikan contoh jika ada jemaah yang mengajak anak-anaknya dalam jemaah dan menangis, lalu imam mendengar tangisan anak tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam mempercepat salatnya.

Saling Memperhatikan

Di samping imam yang memperhatikan makmum, sebaliknya pun demikian. Makmum juga harus memperhatikan imam, dalam hal ini adalah gerakan salat. Artinya, imam dalam salat itu untuk diikuti gerakannya. Sehingga Syamsul menyebut dalam hal ini imam dan makmum saling memperhatikan.

“Namun demikian, dalam salat yang merupakan ibadah mahdhah adalah ibadah yang sudah ditentukan berdasarkan dalil syariat Islam. Maka tidak boleh menghilangkan hal-hal yang menjadi syariat, terutama tuma’ninah, demi mempercepat atau mempersingkat,” tegasnya.

Dijelaskan juga di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad Ibnu Bashar dalam Hadits Riwayat Bukhari bahwa. “Kita saling memperhatikan (baik imam dan makmum) dalam salat itu dengan menyesuaikan melalui bacaan salat kepada kondisi makmum, tetapi tetap memperhatikan ketuma’ninahan, sehingga bisa memperoleh kekhusyukan. “Karena salat yang khusyuk merupakan salah satu tanda orang yang beriman dengan keimanan yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...