Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Majelis/Lembaga

Tantangan Muhammadiyah Saat Menjalankan Misi Kemanusiaan

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Selasa, 28 Mei 2024 14:38 WIB
Tantangan Muhammadiyah Saat Menjalankan Misi Kemanusiaan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Para relawan MDMC saat mengikuti pengajian dan buka puasa pada Ramadan lalu. (Dok.MDMC)

Tak mudah bagi Muhammadiyah menjalankan “trisula baru” di bidang pemberdayaan dan kemanusiaan. Selama ini, baik Lazismu maupun MDMC, mempunyai kinerja baik, namun bukan berarti tak ada problematika saat menjalankan misinya. Tantangan ini yang menjadi pekerjaan rumah bagi pimpinan Muhammadiyah bersama organisasi otonom (ortom), pengelola amal usaha maupun warga persyarikatan pada umumnya.

Dari sisi penghimpunan dana, Lazismu Solo selalu membukukan prestasi menggembirakan. Setidaknya, sejak 2011, pengumpulan dana zakat, infak, sedekah serta dana-dana kebajikan lain terus meningkat. Bahkan selalu melebihi target. Tahun 2022, target penghimpunan dana Rp2,7 miliar, realisasi Rp3,5 miliar. Sedangkan tahun 2023, target Rp4,2 miliar, realisasinya Rp5,3 miliar. Lazismu selalu mendapatkan predikat WTP (wajar tanpa pengecualian) dari auditor publik selama lima kali berturut-turut.

Baca juga: Membedah Trisula Baru Muhammadiyah Kota Solo

Menurut Ketua Lazismu Solo, Reynal Falah, dari berbagai tantangan itu, salah satunya bagaimana mengukur tingkat keberhasil program. Setiap program punya plus minusnya. Selama ini pemberdayaan dengan tingkat keberhasilan tinggi adalah di bidang pendidikan. Lazismu membantu siswa yang kesulitan membayar SPP sehingga mereka bisa lulus. Begitu pula mahasiswa yang tidak mampu bayar biaya kuliah, bahkan hampir drop out (DO), Lazismu bisa membantunya sehingga kelar kuliahnya.

Tantangan besarnya adalah pemberdayaan di bidang ekonomi.  “Tidak semudah membalikkan tangan,” jelasnya kepada reporter Langkah Baru di Gedung Siti Walidah UMS, belum lama ini. Para pelaku UMKM, setelah mendapatkan bantuan modal, usahanya tidak selalu berjalan baik. Secara persentase adalah fifty-fify (50:50) antara yang berhasil dan yang gagal. Bahkan ada UMKM,  sesudah menerima  suntikan modal, menghilang tanpa kabar.

Memperbaiki Kelemahan

Pengelola Lazismu Solo terus belajar untuk memperbaiki berbagai kelemahan itu. Setidaknya lebih hati-hati, dengan melakukan studi kelayakan yang baik sebelum memberikan bantuan kepada penerima manfaat. Melakukan asesmen bukan hanya kepada calon penerima, melainkan pula ke tetangga sekitarnya. Hal ini untuk meminimalisasi risiko ketidakberhasilan program.

Baca juga: Memahami Gerakan Sosial Muhammadiyah

Tantangan lainnya adalah meningkatkan literasi zakat kepada warga persyarikatan dan warga  masyarakat umumnya. Secara komposisi, pihak yang menyalurkan dana melalui Lazismu selama ini adalah 40% dari warga persyarikatan, 60% lainnya dari masyarakat luas. Artinya para penyokong dana Lazismu justru banyak yang berasal dari masyarakat umum. Selain itu, lanjut Reynal Falah, perlunya menggerakkan semua pemangku kepentingan di Muhammadiyah untuk berkolaborasi menjalankan program Lazismu. Rencana penerapan manajemen satu atap di Lazismu membutuhkan kesadaran semua pemangku kepentingan di persyarikatan. Dengan manajemen satu atap, jelasnya, akan menjamin transparansi dan akuntabilitas serta sesuai peraturan perundang-undangan.

Relawan Lazismu Solo saat berbagi paket takjil di komplek Stasiun Solo Balapan, Jumat (15/3/2024). (Dok/Lazismu).

Tidak Bisa Sendiri

Seperti di Lazismu yang memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan di Muhammadiyah, hal yang sama juga di MDMC (Muhammadiyah Disaster Managament Center) Kota Solo. Peran penanganan kebencanaan tidak bisa hanya ditangani MDMC. Ketua MDMC Solo, Teguh Wahyudi, mengatakan lembaganya tidak akan bisa berjalan tanpa bersinergi dengan organ-organ lain di persyarikatan. “Jadi [penanganan bencana] bukan hanya tanggung jawab MDMC, tapi oleh semua elemen Muhammadiyah. MDMC hanya me-manage [mengelola] saja kalau ada bencana,” ujarnya kepada reporter Majalah Langkah Baru, belum lama ini.

Baca juga: Relawan MDCM tetap Semangat Meski tengah Berpuasa

Saat bencana terjadi, semua organisasi otonom (ortom) maupun amal usaha Muhammadiyah (AUM) bisa bergerak bersama membantu korban. MDMC bertugas menyiapkan semua sumber daya manusianya. Mereka harus siap siaga Ketika ada risiko bencana. Teguh mengingatkan, semua lingkungan punya potensi bencana. Tidak tahu kapan datangnya. “Kalau tidak menyiapkan relawan, kita akan gagap saat ada bencana,” lanjut Teguh. MDMC akan menyiapkan instruktur untuk melatih para calon relawan. Misalnya ketika terjadi kebakaran, apa yang harus dilakukan. MDMC menyiapkan instruktur untuk memberikan materi pertolongan pertama dan hidup dasar ketika terjadi bencana, saat tanggap darurat, termasuk bagaimana mengurai risiko bencana.

Menyatukan Relawan

MDMC Solo saat ini mempunyai sekitar 200 relawan dari kalangan pelajar, mahasiswa, tenaga kesehatan, dsb. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 relawan yang tersertifikasi melalui pendidikan. Karena itu, untuk memberdayakan kerja-kerja penanganan bencana, MDMC menerapkan program One Muhammadiyah, One response (OMOR). MDMC akan merekrut banyak relawan Muhammadiyah maupun pihak lain melalui OMOR.  Semua elemen ortom, Hizbul Wathan, Kokam, Tapak Suci, AUM dan sebagainya, ketika ada bencana mereka bersama-sama melakukan respons bencana. “Posisi Jadi MDMC hanya mengkoordinasi saja.  Kita hanya mengambil elemen-elemen itu. Misalkan Kokam yang punya kekuatan di bidang SAR. Kita satukan. Semua atas nama Muhammadiyah,” jelas Teguh.

Relawan menjadi kekuatan strategis di MDMC. Karena itu relawan harus dikelola dengan baik. Menurut Teguh, hal itu membutuhkan seni tersendiri karena relawan berasal dari latar belakang sosial, ekonomi, serta tingkat pemahaman agama yang beragam. Ada orang Muhammadiyah, ada dari luar Muhammadiyah, bahkan pernah dari kalangan yang beda agama. Persyarikatan perlu menyatukan semua relawan itu sehingga menjadi kekuatan besar saat menangani bencana. Semoga…(Hendro Susilo, Setyo N.)

Berita ini pernah dimuat di Majalah Langkah Baru edisi Maret-Juni 2024

Berita Terbaru

Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...

PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...

Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...

Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...

Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...

Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...

Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...

Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...

Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...

FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...

Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...

Leave a comment