
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta ini diselenggarakan di Ruang Sidang Gedung Dakwah PDM Solo pada pukul 20.30 WIB hingga selesai.
Acara ini dipandu oleh Wiwid, dengan menghadirkan Isa Al Fajri sebagai pemberi tausiah. Dalam kajiannya, Isa Al Fajri menekankan pentingnya gerakan ilmu dalam perjalanan Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa setelah gerakan tajdid yang diwariskan K.H. Ahmad Dahlan, muncul gagasan untuk membangun gerakan ilmu sebagai perwujudan Islam berkemajuan.
“Malam ini kita bahas gerakan ilmu yang digagas Buya Syafii Maarif pada tahun 1985. Beliau menilai dakwah dan tajdid saja tidak cukup, sehingga perlu dilengkapi dengan gerakan ilmu untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan,” jelas Isa. Isa menambahkan, gagasan Buya Syafii Maarif lahir dari kepekaan terhadap tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan globalisasi. Oleh sebab itu, Muhammadiyah mengembangkan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, pusat penelitian, pesantren, hingga rumah sakit.
“Gerakan ilmu inilah yang menjadikan Muhammadiyah bukan hanya bergerak dalam dakwah, tetapi juga dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan penelitian. Dari situ lahir ribuan sekolah, puluhan ribu TK, serta lebih dari 170 perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah,” imbuh Isa.
Tidak Berhenti pada Kuantitas
Sementara itu, Sultan Muda Faisal memberikan tanggapan bahwa gerakan Islam berkemajuan yang dijalankan Muhammadiyah tidak berhenti pada aspek kuantitas jamaah, melainkan juga peningkatan kualitas ilmu. “Gerakan Islam berkemajuan mengejawantah pada gerakan dakwah, tajdid, dan ilmu. Muhammadiyah tidak hanya hadir untuk umat Islam, tetapi juga inklusif. Di Papua dan wilayah mayoritas non-Muslim, pendidikan Muhammadiyah tetap hadir memberi pencerahan. Ini bukti kontribusi yang nyata,” ungkap Sultan.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi sebagai bagian dari gerakan ilmu Muhammadiyah. “K.H. Ahmad Dahlan dulu banyak terinspirasi dari Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, hingga Ibnu Taimiyah. Budaya literasi ini harus terus ditumbuhkan, baik di kalangan generasi muda maupun yang sepuh agar tidak tertinggal,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Isa kembali menekankan perlunya penguatan konsep keilmuan Muhammadiyah lintas generasi. “Benar sekali bahwa setiap generasi perlu memahami perkembangan gerakan ilmu dari masa K.H. Ahmad Dahlan hingga tokoh pembaharu Islam lainnya. Insyaallah ke depan akan kita kembangkan lagi,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para mubalig Muhammadiyah untuk memperdalam pemahaman tentang Islam berkemajuan, serta meneguhkan peran Muhammadiyah dalam membangun umat melalui dakwah, tajdid, dan ilmu pengetahuan
Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...
PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...
Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...
Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...
Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...
Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...
Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...
Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...
FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...
Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...
Muhammadiyah Perlu Lebih Jeli Menangkap Momen dan Media untuk Dakwah
BANDUNGAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Muhammadiyah dinilai masih kurang maksimal dalam memanfaatkan momentum dan media sebagai sarana dakwah. Hal tersebut disampaikan Ustaz Pujiono dari Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah...





