Tuesday, 18 May 2021
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
MENDIGITALISASI EKOSISTEM ZISKA DI LAZISMU

MENDIGITALISASI EKOSISTEM ZISKA DI LAZISMU

Di tengah arus globalisasi dan perubahan teknologi yang begitu pesat yang terjadi pada era post modern kita hari ini. Sesungguhnya ada anomali yang sangat menguntungkan bagi lembaga zakat di Indonesia berkaitan dengan perkembangan teknologi. Jendela dunia berbagi yang dikampanyekan oleh Lazismu, sebagai lembaga zakat nasional yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah mendorong untuk lebih peka memanfaatkan arus besar tersebut untuk berinovasi dan mengembangkan layanan muzaki-nya (pembayaran ZISKA) dengan digitalisasi.

Meningkatknya kelompok kelas menengah muslim di Indonesia, sejatinya memicu semangat dari para amil Lazismu untuk semakin bergairah meningkatkan kemampuan mengkampanyekan dan menghimpun dana dari mereka untuk ditasarufkan pada progam-progam pemeberdayaan agar mereka aktif terlibat untuk berdonasi. Kelompok kelas muslim menengah saat ini tercatat memiliki potensi dana zakat, infaq, dan sodaqoh yang sangat besar. Sekjen Bimas Islam Kemenag RI Tarmizi Tohor pernah menyebutkan, berdasarkan penelitian data terdahulu potensi zakat nasional mencapai Rp217 trilliun, namun yang baru terkumpul hanya 0,2% atau Rp6 triliiun per tahun.

Belum optimalnya peghimpunan dana ZISKA yang bisa dihimpun oleh lembaga zakat seperti Lazismu menjadikan seluruh stakeholder-nya untuk berbenah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan oleh Lazismu dalam meningkatkan jumlah penghimpunan  adalah dengan mempermudah pembayaran zakat. Selain sudah menggunakan layanan transfer melalui rekening bank syariah, layanan jemput donasi bagi mereka yang tidak ada waktu untuk pergi ke bank atau ke kantor Lazismu. Kini pembayaran ZISKA semakin mudah dengan layanan Go-pay.

Hilman Latief, Ketua Lazismu PP Muhammadiyah melihat dengan digitalisasi ekosistem Lazismu yang dimulai dengan metode pembayaran zakat, infaq dan sedekah non-tunai ini, tidak hanya akan mempermudah masyarakat tetapi juga meningkatkan transparansi kami sebagai lembaga zakat nasional.

Dengan memanfaatkan metode scan QR dari Go-pay untuk berzakat, infaq, dan sedekah. Dengan teknologi QR, pengumpulan ZISKA menjadi lebih transparan dan cepat karena donasinya akan langsung masuk ke rekening Lazismu.

Kode QR yang disediakan pun meliputi berbagai kota di Indonesia dengan kode yang berbeda setiap wilayah, sehingga masyarakat bisa memilih kota tujuan mereka berdonasi.

Kedepannya , mereka yang menggunakan aplikasi Lazismu dapat memanfaatkan Go-pay dari GOJEK sebagai salah satu metode untuk berdonasi. Hal ini pernah dilakukan oleh Lazismu untuk penggalangan dana kemanusiaan bencana Gempa Bumi di Palu Donggala. Sinergi yang baik dalam era digitalisasi ini diharapkan akan terus memacu pertumbuhan penghimpunan dana ZISKA di Lazismu dan meningkatkan jumlah donasi yang diterima oleh Lazismu.

Ditulis oleh : Mohammad Isnan

INFORMASI TERKAIT

All
/ 2 Mei 2021

PERINGATI HARDIKNAS, RUMAH BELAJAR PENA ADAKAN ANANDA MENTARI

Surakarta- Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, yang jatuh setiap tanggal 2 Mei,  Rumah Belajar Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan Radio Mentari FM dan Lazismu Surakarta mengadakan kegiatan Ananda Mentari,...
/ 22 April 2021

WARUNGMU REBORN, PROGRAM KETAHANAN EKONOMI DI TENGAH PANDEMI

Surakarta- Lazismu Kota Surakarta bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Surakarta melaunching warungmu milik keluarga Bapak Hartono, Ahad (10/04). Warungmu yang berlokasi di Banyuanyar Surakarta tersebut merupakan program produktif bagi keluarga...
/ 8 April 2021

SAMBUT RAMADHAN, LAZISMU PANEN BERSAMA TANI BANGKIT

Surakarta- Panen padi tahun ini dikeluhkan oleh para petani. Hal tersebut dikarenakan harga yang didapatkan sangat rendah, dan pupuk bersubsidi langka. “ adanya pengurangan jatah dari pemerintah, sehingga petani kalang...
/ 16 Februari 2021

Diskursus Sekolah Premium dan (Sekolah Penggerak) Muhammadiyah

Oleh : Hendro Susilo Aktivis Pemuda Muhammadiyah Daerah & Cabang Kottabarat Surakarta     Menarik bagi saya untuk membuka kembali diskursus di tahun 2016 terkait pengembangan sekolah “Premium” di persyarikatan...
/ 27 Januari 2021

Adaptasi Eskalasi Kurikulum (Tantangan Bagi Sekolah Muhammadiyah)

Oleh : Hendro Susilo (Pendidik di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)   Menarik bagi saya membaca ulasan artikel berjudul “Membangun Birokrasi yang Lincah” di harian Kompas,edisi Selasa (19/1/21) yang di tulis oleh...

Diskusi

Galeri Video

GALERI FOTO