Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Pembelajaran Seru Melalui Proyek Motor Listrik Sederhana

Wahyu Setyawan (Guru Fisika SMA Muhammadiyah PK), Editor: Yusuf R. Yanuri
Kamis, 15 Desember 2022 19:14 WIB
Pembelajaran Seru Melalui Proyek Motor Listrik Sederhana

Selama ini, pembelajaran fisika masih sering disajikan dengan media papan tulis saja. Dengan guru sebagai sumber belajar. Guru kurang melibatkan penerapan konsep-konsep yang lebih kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini mengakibatkan pembelajaran menjadi kurang bermakna. Sehingga siswa cenderung belajar bagaimana menyelesaikan soal-soal hitungan dengan menghafal rumus-rumus saja dari sumber informasi yang disampaikan oleh guru. Padahal fisika tidak hanya sebatas demikian.

Di sisi lain, pembelajaran hendaknya dirancang untuk mendukung tercapainya kompetensi abad 21. Yaitu meliputi keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration) yang sering dikenal dengan 4C. 

Untuk mendukung tercapainya kompetensi tersebut diperlukan integrasi antara penggunaan teknologi pendidikan serta pembelajaran yang memberi ruang untuk mengembangkan cara berpikir HOTS pada siswa. 

Motor Listrik merupakan perangkat yang sebenarnya sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat yang menggunakan komponen utama motor listrik ini di antaranya kipas angin, mobil Tamiya, dan sepeda listrik.

Beberapa kendaraan modern seperti mobil Tesla dan Wuling sudah mengasilkan produk-produk kendaraan dengan penggerak motor listrik ini. Berdasarkan fakta-fakta yang kontekstual tersebut dapat dirancang menjadi persepsi awal bagi siswa. 

Motor listrik ini sejatinya adalah sebuah perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Pada materi kelas XII di Sekolah Menengah Atas, siswa belajar mengenai adanya fenomena Gaya Lorentz. Gaya tersebut salah satunya dihasilkan oleh suatu kawat berarus yang diletakkan pada medan listrik. 

Pembelajaran berbasis proyek motor listrik sederhana pada materi gaya Lorentz ini, siswa akan belajar bagaimana membuat sebuah produk melalui proses mengajukan pertanyaan mendasar yang berkaitan dengan proyek, mendesain, menganalisis bahan yang terbaik yang diperlukan untuk proyek, bekerjasama dalam tim agar proyek berhasil, dan mengkomunikasikan/mempresentasikan hasil di depan teman-teman yang lain untuk memperoleh masukan dan pertanyaan.

Melalui sintaks PBL (Problem Based Learning), langkah-langkah yang disajikan dalam model pembelajaran tersebut menjadi salah satu pilihan yang dapat mengakomodasi kebutuhan akan upaya mewujudkan kompetensi abad 21 tersebut. Akan tetapi perlu diperhatikan pula, agar muatan konsep fisika tetap dapahami dengan baik, maka diperlukan arahan yang jelas melalui lembar kerja peserta didik. Lembar tersebut terintegrasi dengan QR Code untuk mengakses video dan animasi agar lebih menarik dipelajari siswa. Mengingat gaya Lorentz ini adalah suatu gaya yang tidak tampak oleh mata. 

Dampak pembelajaran ini berdasarkan hasil survey terhadap peserta didik yaitu belajar menjadi lebih menyenangkan dan lebih paham penerapan konsep gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan guru terhadap penerapan pembelajaran di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, diperoleh bahwa siswa menjadi lebih aktif dan antusias mengikuti pembelajaran fisika. 

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment