Pembelajaran Seru Melalui Proyek Motor Listrik Sederhana

Selama ini, pembelajaran fisika masih sering disajikan dengan media papan tulis saja. Dengan guru sebagai sumber belajar. Guru kurang melibatkan penerapan konsep-konsep yang lebih kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini mengakibatkan pembelajaran menjadi kurang bermakna. Sehingga siswa cenderung belajar bagaimana menyelesaikan soal-soal hitungan dengan menghafal rumus-rumus saja dari sumber informasi yang disampaikan oleh guru. Padahal fisika tidak hanya sebatas demikian.

Di sisi lain, pembelajaran hendaknya dirancang untuk mendukung tercapainya kompetensi abad 21. Yaitu meliputi keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration) yang sering dikenal dengan 4C. 

Untuk mendukung tercapainya kompetensi tersebut diperlukan integrasi antara penggunaan teknologi pendidikan serta pembelajaran yang memberi ruang untuk mengembangkan cara berpikir HOTS pada siswa.