Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

Menyoal SBR (Sekolah Berbasis Riset)

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Sabtu, 24 April 2021 11:28 WIB
Menyoal SBR  (Sekolah Berbasis Riset)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hendro Susilo (Litbang Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)

Oleh : Hendro Susilo *)

MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketika hendak menulis judul artikel ini, berbarengan dengan munculnya keputusan peleburan kemenristek dan digabung dengan Kemendikbud. Pro kontra pun menyertai proses penggabungan kedua institusi ini. Dengan adanya proses ini, nomenklatur kementerian pendidikan berubah menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek). Saya tidak akan  menuliskan  apa yang akan terjadi dengan penggabungan kedua institusi ini, pun tidak akan meramal masa depan pendidikan dengan penggabungan ini, apakah langkah maju atau langkah mundur. Biarlah waktu yang akan membuktikannya.

Sebagai seorang guru, saya tertarik pada proses pengembangan pendidikan dan sekolah. Pengembangan ilmu pendidikan yang meliputi permasalahan dalam proses belajar mengajar, pengembangan kurikulum sekolah, evaluasi dan penilaian hasil belajar, pengelolaan sekolah, model kepemimpinan sekolah, peran orang tua dalam pendidikan dan lain sebagainya yang perlu dipelajari secara seksama  dalam rangka pengembangan institusi yang bernama sekolah.

Bila kita tengok ke belakang, banyak kita temukan tulisan artikel yang memuat  tentang problematika multidimensi pendidikan di Indonesia, pun termasuk solusi atau kebijakan yang diambil dalam bidang pendidikan masih bersifat reaktif, solusi bersifat jangka pendek dan jarang sekali mengambil kebijakan berdasarkan hasil kajian berupa penelitian dan pengembangan. Ketidakmampuan mengambil kebijakan berdasarkan hasil riset lapangan ini diakibatkan minimnya jumlah peneliti dan belum terbangun baik jiwa budaya riset yang ada di lembaga pendidikan.

Kurikulum yang bersifat pasif dan pedagogik, dimana 60-70 % berupa teori dan 30-40% berupa praktik ditambah pola interaksi antara guru-siswa hanya di dalam ruangan kelas tidak akan mampu menstimulasi kepekaan siswa pada karakter jiwa peneliti. Menumbuhkan kepekaan dan ide kreatif siswa ataupun guru dalam menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar, mulai dari masalah sederhana sampai kompleks perlu ditanamkan pada warga sekolah. Ini sebagai dasar untuk menumbuhkan jiwa peneliti pada warga sekolah. Maka fokus sekolah untuk menumbuhkan kepekaan dan jiwa peneliti perlu dikembangkan.

Sebagai gambaran, saya ambil data dari kompas, (24/10/11) ada riset yang menyatakan bahwa rata-rata scientific literacy siswa Indonesia hanya 399, jauh di bawah rata-rata ideal dunia yang 500 artinya siswa Indonesia tak mampu menggunakan pengetahuan yang sudah dipelajari untuk memecahkan masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari. Dan sampai sekarang-pun, posisi peringkat PISA Indonesia yang mengukur kinerja siswa bidang matematika, sains, dan literasi pada posisi 371 (tahun 2018) yang memang menghadapi problem di pemerataan mutu pendidikan. Dari data ini, jelas menggambarkan daya dukung sekolah pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari siswa perlu ditingkatkan.

Terkait judul artikel ini, Sekolah Berbasis Riset (SBR) secara konseptual merupakan sekolah dengan mengandalkan riset sebagai landasan peningkatan dan pencarian ilmu pengetahuan dan tekonologi. Sekolah berbasis riset dapat mengantarkan siswa menjadi insan yang lebih peka dalam lingkungan sekitar, merangsang aktivitas motorik dalam peningkatan IPTEK, sehingga mahir dalam memecahkan persoalan yang ada. Riset atau penelitian sederhana menjadi bagian dari mata pelajaran dan tugas bagi setiap siswa.Untuk itu, perlu dikembangkan kurikulum sekolah berbasis riset. Kurikulum sekolah dasar dan menengah  perlu dikembangkan dan dimodifikasi untuk menumbuhkan jiwa dan budaya riset pada warga sekolah, dan tentu saja riset yang diterapkan pun akan berbeda dengan tingkat perguruan tinggi.

Dengan modifikasi kurikulum berbasis riset, sekolah berpeluang besar mampu menanamkan jiwa peneliti pada warga sekolah. Banyak artikel hasil riset yang menunjukkan data bahwasannya pembelajaran berbasis riset (Aktive Learning, Inquiry-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Peer Instruction) akan mewujudkan pembelajaran yang efektif dan  inspiratif yang berdampak pada hasil belajar siswa. Sekolah berbasis riset, akan menghasilkan pembelajaran berbasis riset (PBR) pula. Dimana, PBR merupakan salah satu metode student-centered learning (SCL) yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran.

Mengutip pendapat Masri Kudrat Umar, dkk. 2011,  Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan dalam memadukan pembelajaran dan riset  secara empirik, yaitu; (1) memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik, (2) menggunakan temuan-temuan penelitian mutakhir dan melacak sejarah, (3) memperkaya kegiatan pembelajaran dengan isu-isu penelitian kontemporer, (4) mengajarkan materi metode penelitian di dalam proses pembelajaran, (5) memperkaya proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian dalam skala kecil, (6) memperkaya proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan, (7) memperkaya proses pembelajaran dengan mendorong peserta didik agar merasa, dan (8) memperkaya proses pembelajaran dengan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh peneliti.

Terlepas peristiwa perubahan nomenklatur Kemendikbud Ristek, sekolah dalam tingkatan mikro ada baiknya menumbuhkan ide kreatif , kepekaan terhadap problem lingkungan sekitar dan jiwa peneliti bagi warga sekolah dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pun termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah harus berani melakukan terobosan melalui pengembangan kurikulum, baik kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan maupun kurikulum nasional agar sekolah bergerak menuju kualitas sekolah    “Al-Ashr” .

*)(Litbang Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)

Berita Terbaru

Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...

SMA Muh PK Kottabarat Gelar Parade Ekskul, Siap Mencetak Generasi Berprestasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, menggelar Parade Ekstrakurikuler sebagai ajang memperkenalkan berbagai program dan kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler kepada murid...

Gugatan terhadap Pendidikan yang Dianggap Tak Pernah Salah

Identitas Buku Judul: Sekolah itu Candu Penulis: Roem Topatimasang Penerbit: INSISTPress Tahun Terbit Pertama: 1998 Edisi Terbaru: Cetakan revisi INSISTPress (2020) Tebal: 162 halaman ISBN:...

SD Muhammadiyah 11 Solo Merayakan Milad ke‑63 dengan Khataman Al‑Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semarak kebahagiaan dan keagungan nilai Islam menyelimuti lingkungan SD Muhammadiyah 11 Kota Solo saat warga sekolah, tokoh masyarakat, dan warga Persyarikatan berkumpul untuk merayakan...

Mengelola Stres

Mengelola stres bukan sekadar membuat pikiran lebih tenang, tetapi merupakan salah satu pilar utama kebugaran dan kesehatan. Dalam ilmu psikologi kesehatan dan psikoneuroimunologi (psychoneuroimmunology), stres...

Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan, PCA Colomadu Gelar Evaluasi Program Kerja Tahunan

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu, Kab. Karanganyar, menggelar Evaluasi Program Kerja, Sabtu (1/8/2026), di MI Muhammadiyah Gedongan, Colomadu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk...

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Perdana 31 Ekstrakurikuler Tahun Ajaran 2026/2027

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo mengawali pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) tahun ajaran 2026/2027 pada Sabtu (1/8/2026). Program pengembangan minat dan bakat...

IMM Jateng Luncurkan “SAPA Immawati” sebagai Ruang Aman Pelaporan dan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah meluncurkan Website Safe Space Immawati (SAPA Immawati) dalam rangkaian pembukaan Sekolah Gender,...

Pengabdian Masyarakat, Program Studi Profesi Psikolog UMS Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Siswa SMP

KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema kesehatan mental bagi siswa baru...

Program Profesi Psikolog UMS Sampaikan Psikoedukasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura

KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Membangun Muhjitos Team yang...

Terinspirasi AR Fachruddin, PCPM Kota Bengawan Hadirkan Kajian Nge-Teh

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan kembali menguatkan dakwah kultural melalui program Kajian Nge-Teh (Ngaji Entheng Entuk Hikmah). Program yang digelar...

Green Senior School UMS Siapkan Sekolah Lansia Berbasis Kesehatan dan Lingkungan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PCA) ‘Aisyiyah Colomadu merintis Green Senior School (GSS), sebuah model sekolah lansia yang mengintegrasikan...