Oleh : Hendro Susilo *)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketika hendak menulis judul artikel ini, berbarengan dengan munculnya keputusan peleburan kemenristek dan digabung dengan Kemendikbud. Pro kontra pun menyertai proses penggabungan kedua institusi ini. Dengan adanya proses ini, nomenklatur kementerian pendidikan berubah menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek). Saya tidak akan menuliskan apa yang akan terjadi dengan penggabungan kedua institusi ini, pun tidak akan meramal masa depan pendidikan dengan penggabungan ini, apakah langkah maju atau langkah mundur. Biarlah waktu yang akan membuktikannya.
Sebagai seorang guru, saya tertarik pada proses pengembangan pendidikan dan sekolah. Pengembangan ilmu pendidikan yang meliputi permasalahan dalam proses belajar mengajar, pengembangan kurikulum sekolah, evaluasi dan penilaian hasil belajar, pengelolaan sekolah, model kepemimpinan sekolah, peran orang tua dalam pendidikan dan lain sebagainya yang perlu dipelajari secara seksama dalam rangka pengembangan institusi yang bernama sekolah.
Bila kita tengok ke belakang, banyak kita temukan tulisan artikel yang memuat tentang problematika multidimensi pendidikan di Indonesia, pun termasuk solusi atau kebijakan yang diambil dalam bidang pendidikan masih bersifat reaktif, solusi bersifat jangka pendek dan jarang sekali mengambil kebijakan berdasarkan hasil kajian berupa penelitian dan pengembangan. Ketidakmampuan mengambil kebijakan berdasarkan hasil riset lapangan ini diakibatkan minimnya jumlah peneliti dan belum terbangun baik jiwa budaya riset yang ada di lembaga pendidikan.
Kurikulum yang bersifat pasif dan pedagogik, dimana 60-70 % berupa teori dan 30-40% berupa praktik ditambah pola interaksi antara guru-siswa hanya di dalam ruangan kelas tidak akan mampu menstimulasi kepekaan siswa pada karakter jiwa peneliti. Menumbuhkan kepekaan dan ide kreatif siswa ataupun guru dalam menyelesaikan masalah di lingkungan sekitar, mulai dari masalah sederhana sampai kompleks perlu ditanamkan pada warga sekolah. Ini sebagai dasar untuk menumbuhkan jiwa peneliti pada warga sekolah. Maka fokus sekolah untuk menumbuhkan kepekaan dan jiwa peneliti perlu dikembangkan.
Sebagai gambaran, saya ambil data dari kompas, (24/10/11) ada riset yang menyatakan bahwa rata-rata scientific literacy siswa Indonesia hanya 399, jauh di bawah rata-rata ideal dunia yang 500 artinya siswa Indonesia tak mampu menggunakan pengetahuan yang sudah dipelajari untuk memecahkan masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari. Dan sampai sekarang-pun, posisi peringkat PISA Indonesia yang mengukur kinerja siswa bidang matematika, sains, dan literasi pada posisi 371 (tahun 2018) yang memang menghadapi problem di pemerataan mutu pendidikan. Dari data ini, jelas menggambarkan daya dukung sekolah pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari siswa perlu ditingkatkan.
Terkait judul artikel ini, Sekolah Berbasis Riset (SBR) secara konseptual merupakan sekolah dengan mengandalkan riset sebagai landasan peningkatan dan pencarian ilmu pengetahuan dan tekonologi. Sekolah berbasis riset dapat mengantarkan siswa menjadi insan yang lebih peka dalam lingkungan sekitar, merangsang aktivitas motorik dalam peningkatan IPTEK, sehingga mahir dalam memecahkan persoalan yang ada. Riset atau penelitian sederhana menjadi bagian dari mata pelajaran dan tugas bagi setiap siswa.Untuk itu, perlu dikembangkan kurikulum sekolah berbasis riset. Kurikulum sekolah dasar dan menengah perlu dikembangkan dan dimodifikasi untuk menumbuhkan jiwa dan budaya riset pada warga sekolah, dan tentu saja riset yang diterapkan pun akan berbeda dengan tingkat perguruan tinggi.
Dengan modifikasi kurikulum berbasis riset, sekolah berpeluang besar mampu menanamkan jiwa peneliti pada warga sekolah. Banyak artikel hasil riset yang menunjukkan data bahwasannya pembelajaran berbasis riset (Aktive Learning, Inquiry-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Peer Instruction) akan mewujudkan pembelajaran yang efektif dan inspiratif yang berdampak pada hasil belajar siswa. Sekolah berbasis riset, akan menghasilkan pembelajaran berbasis riset (PBR) pula. Dimana, PBR merupakan salah satu metode student-centered learning (SCL) yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran.
Mengutip pendapat Masri Kudrat Umar, dkk. 2011, Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan dalam memadukan pembelajaran dan riset secara empirik, yaitu; (1) memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik, (2) menggunakan temuan-temuan penelitian mutakhir dan melacak sejarah, (3) memperkaya kegiatan pembelajaran dengan isu-isu penelitian kontemporer, (4) mengajarkan materi metode penelitian di dalam proses pembelajaran, (5) memperkaya proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian dalam skala kecil, (6) memperkaya proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan, (7) memperkaya proses pembelajaran dengan mendorong peserta didik agar merasa, dan (8) memperkaya proses pembelajaran dengan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh peneliti.
Terlepas peristiwa perubahan nomenklatur Kemendikbud Ristek, sekolah dalam tingkatan mikro ada baiknya menumbuhkan ide kreatif , kepekaan terhadap problem lingkungan sekitar dan jiwa peneliti bagi warga sekolah dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pun termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah harus berani melakukan terobosan melalui pengembangan kurikulum, baik kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan maupun kurikulum nasional agar sekolah bergerak menuju kualitas sekolah “Al-Ashr” .
*)(Litbang Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)
Cinta Rasulullah Tak Cukup Diucapkan, Ini 4 Cara Mengamalkannya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, bukan hanya lewat ucapan dan selawat. Menjaga salat tepat waktu, rutin membaca Al-Qur’an,...
MPAI UMS Perluas Jangkauan Akademik, Terima Mahasiswa Asing
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima 46 mahasiswa pada semester ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah Indonesia,...
Perkuat Pembelajaran Al-Qur’an, UMS Latih Guru di Bangkok
BANGKOK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Bangkok menggelar Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) melalui pelatihan bagi guru Al-Qur’an...
Milad ke-68 FKIP UMS, Wayang Srikandi Krida Tanamkan Nilai Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperingati milad ke-68 melalui pentas wayang kulit bertajuk Srikandi Krida, Jumat (18/9/2026). Pertunjukan...
Geografi UMS Kembangkan Green and Smart Laboratory, Perkuat Riset Berbasis AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat riset, pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan laboratorium untuk meningkatkan daya saing akademik. Strategi tersebut menjadi bagian...
Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...
Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...
PRM Ngargorejo Dorong Budaya Kajian Keilmuan dan Amal dalam Bermuhammadiyah
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menggelar pengajian untuk memperkuat pemahaman keislaman dan semangat bermuhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid...
Fakultas Farmasi UMS Kenalkan Bahan Alam untuk Mendukung Kesehatan Lambung
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi penggunaan obat antinyeri secara aman dan rasional kepada masyarakat di Tipes, Serengan, Solo. Kegiatan pengabdian...
Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...
BenerinAja, Inovasi Mahasiswa UMS yang Permudah Layanan Servis Elektronik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan reparasi elektronik yang mudah diakses dan terpercaya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan BenerinAja. Platform digital yang...
Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan. Diskusi mengusung...







