
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Keceriaan dan rasa ingin tahu mewarnai kegiatan siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 14 Surakarta (SD Maheska) saat mengikuti study outdoor atau kegiatan kokurikuler di Museum Keris Nusantara, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar mengajak siswa mengenal keris sebagai warisan budaya Nusantara. Mereka juga diajak memahami berbagai nilai filosofis yang terkandung dalam keris, termasuk pesan tentang ketauhidan dan hubungan manusia dengan Allah Swt.
Di bawah pendampingan edukator museum, siswa melihat berbagai koleksi keris sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai sejarah dan perjalanan keris di Nusantara. Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak sehingga siswa dapat memahami nilai budaya dan filosofi keris secara lebih mudah.
Salah satu materi yang dikenalkan adalah bagaimana keris dalam perjalanan budaya Jawa juga dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan. Para siswa diajak melihat keris bukan semata sebagai senjata atau benda pusaka, melainkan sebagai karya budaya yang memiliki beragam simbol dan filosofi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada sejumlah bagian keris dan makna filosofis yang menyertainya. Pucuk keris yang mengarah ke atas, misalnya, digunakan sebagai gambaran tentang arah kehidupan manusia yang pada akhirnya tertuju kepada Allah Swt.
Siswa juga mengenal keris dengan bilah lurus dan keris dengan luk atau lekukan. Bilah lurus dikaitkan dengan gambaran Siratal Mustaqim, yakni jalan lurus dalam menjalankan perintah agama.

Keceriaan dan rasa ingin tahu mewarnai kegiatan siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 14 Surakarta (SD Maheska) saat mengikuti study outdoor atau kegiatan kokurikuler di Museum Keris Nusantara, Selasa (6/10/2026). (Humas)
Sementara itu, keris ber-luk diperkenalkan sebagai gambaran dinamika perjalanan hidup manusia yang tidak selalu lurus. Berbagai lekukan dapat dimaknai sebagai ujian dan perjalanan kehidupan, tetapi tetap memiliki satu arah tujuan.
Bagian lain yang dikenalkan adalah pesi dan ukiran atau gagang keris. Pesi merupakan bagian pangkal bilah yang masuk dan tersembunyi di dalam gagang. Dalam pemaknaan filosofis yang disampaikan kepada siswa, bagian tersebut dianalogikan dengan iman atau ruh yang tidak terlihat tetapi menjadi dasar kehidupan manusia.
Sementara gagang keris dianalogikan sebagai raga. Keduanya dipahami sebagai unsur yang saling melengkapi, dengan pesan agar aktivitas dan kehidupan manusia senantiasa dilandasi keimanan.
Siswa juga diperkenalkan dengan filosofi curiga manjing warangka, yakni keris yang berada di dalam warangka atau sarungnya. Filosofi tersebut dikaitkan dengan keselarasan dan sikap manusia dalam menjalani kehidupan, termasuk kepatuhan dan sikap berserah diri kepada Allah Swt.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak melihat keris dari perspektif yang lebih luas. Keris tidak hanya dikenalkan sebagai peninggalan masa lalu atau benda yang kerap dikaitkan dengan berbagai kepercayaan mengenai kekayaan, kecantikan, maupun keberuntungan.
Keris diperkenalkan sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, seni, simbol, dan filosofi. Dari pengalaman tersebut, siswa diharapkan memahami pentingnya menghargai warisan budaya sekaligus mengambil nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan belajar di Museum Keris Nusantara tersebut menjadi pengalaman pembelajaran di luar kelas bagi siswa SD Maheska. Selain mengenal bentuk, pamor, dan bagian-bagian keris, siswa memperoleh pemahaman mengenai bagaimana warisan budaya dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan dan keimanan.
IMM Siti Munjiyah UMS Bekali Siswa SD Kesiapsiagaan Banjir
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Siti Munjiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar edukasi mitigasi bencana...
Hari Batik Nasional, Murid SD Muhammadiyah PK Solo Sulam Peta Nusantara
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan edukatif untuk mengenal batik Nusantara melalui seni dan peta...
Milad 1 Dekade, SMA Muhammadiyah PK Solo Luncurkan Pusat Studi Literasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo meluncurkan Pusat Studi Literasi pada puncak perayaan milad satu dekade, Jumat (25/9/2026). Kehadiran pusat studi tersebut menjadi...
Perkuat Mutu Pendidikan, Kepala Madrasah Muhammadiyah se-Karanggede Ikuti Pendidikan Khusus
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya mendongkrak mutu pendidikan dan memperkuat tata kelola kelembagaan, para Kepala Madrasah (Kamad) Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede, Boyolali, sukses menyelesaikan program Pendidikan Khusus Kepala...
Kenalkan Warisan Budaya, SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Gelar Edukasi Batik
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Peserta didik Bilingual Class Program SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta mengikuti kunjungan edukasi ke Batik Gunawan Setiawan, Kauman, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini mengajak...
UMS dan MIM Luwang Sukoharjo Kolaborasi Bangun Kebiasaan Digital Sehat Anak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi literasi digital kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini...
Murid Kelas II SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Eksplorasi Alam dan Sains di Salatiga Eco Park
SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Salatiga Eco Park (SAE), Kumpulrejo,...
PK Competition 2026 SMP Muhammadiyah PK Solo Diikuti 237 Siswa SD/MI se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 237 siswa SD/MI dari berbagai daerah di Solo Raya mengikuti PK Competition 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo,...
Outing Class ke YPAC, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Semai Empati
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar memahami empati, kepedulian, dan rasa syukur melalui kegiatan outing class...
Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo Juara 1 Lomba Pidato MAPSI 2026
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo, Joko Susanto, meraih Juara 1 Lomba Pidato dalam ajang Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) 2026...
Field Trip Edukatif SD Muhammadiyah PK Solo: Dari Bajak Sawah hingga Kayak
SLEMAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu...
Guru-Karyawan SD Muh 1 dan SMP Muh PKBS Didorong Perkuat Profesionalisme dan Komitmen Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Profesionalisme guru tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengajar di ruang kelas. Komitmen terhadap sekolah, kebersamaan, dan persyarikatan juga menjadi bagian penting. Hal itu diungkapkan...






