
SOLO, MUHAMMMADIYAHSOLO.COM—Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Solo telah menyelesaikan PKM yang digelar di Posyandu Balita Bina Sejahtera, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Rabu (18/9/2024).
PKM tersebut berjudul PMP Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting melalui Laktasi Center di Posyandu Bina Sejahtera Kadipiro Surakarta. Kegiatan ini sebagai wujud impelementasi Hibah PKM skema PMP dari DRTPM Kemendikbudristek tahun 2024 oleh tim PKM ITS dengan ketua tim Retno Dewi Noviyanti.
Kegiatan ini sangat mendukung pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diikuti 30 peserta terdiri atas kader posyandu dan perwakilan ibu yang memiliki balita di bawah 2 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari prodi S1 Gizi dan DIII Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan ITS PKU Muhammadiyah Solo.
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu balita tentang pencegahan stunting, pengelolaan laktasi center dan dan pelatihan pembuatan olahan modifikasi pangan lokal untuk meningkatkan produksi ASI, yang bergizi dan mudah didapat.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan kader posyandu balita dan ibu balita ini dibuka perwakilan dari Puskesmas Gambirsari Solo, Heni. Dia menyampaikan bahwa peran kader posyandu balita sangat penting dalam pencegahan stunting.
Tularkan Ilmu
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader posyandu dapat menularkan ilmu kepada ibu-ibu balita di wilayah Posyandu Bina Sejahtera Surakarta ini, terutama dalam pengelolaan laktasi center. Ini karena dengan pemberian ASI eksklusif sampai 2 tahun dapat mencegah terjadinya stunting.
Sesi pertama pendidikan disampaikan Dosen Prodi S1 Gizi, Dewi Pertiwi Dyah Kusudaryati, dengan materi pencegahan dan pengelolaan stunting. Dalam materi tersebut dijelaskan tentang pencegahan stunting dengan memberikan ASI eksklusif, keberhasilan pemberian ASI eksklusif dibutuhkan dukungan suami, keluarga dan lingkungan.
Pada sesi ini banyak peserta yang menanyakan perbedaan stunting dengan gizi kurang, kemudian ada yang menanyakan untuk deteksi stunting apakah cukup mengisi KMS berdasarkan berat badan saja.
Sesi kedua disampaikan Dosen Prodi DIII Kebidanan, Nevia Zulfatunnisa’,dengan materi manajemen laktasi dan pijat oksitosin. Dalam materi tersebut dijelaskan tentang manajemen laktasi secara lengkap meliputi cara menyusui yang baik dan benar, cara pemberian ASI bagi ibu bekerja, dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI.
Nevia juga menjelaskan tentang pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI sekaligus mempraktekkan pijat oksitosin dengan media manikin. Pada sesi ini peserta menanyakan tentang cara menyapih ASI yang baik dan benar.
Sesi ketiga disampaikan Dosen Prodi S1 Gizi sekaligus ketua tim pengabdian, Retno Dewi Noviyanti, dengan materi meningkatkan produksi ASI dengan asupan zat gizi yang tepat. Dalam materi tersebut dijelaskan tentang porsi makan ibu menyusui yaitu porsi yang lebih banyak dibanding dengan yang tidak menyusui.

Makanan tambahan.
Selain itu, menu seimbang dan sumber bahan makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI, dengan catatan menu seimbang tidak harus mahal. Menu dapat memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat dan terjangkau namun kaya gizi. Ibu menyusui dapat mengonsumsinya sebagai galaktogogum seperti sayuran (daun katuk, daun kelor, jantung pisang), kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, telur, buah dan cukup cairan.
Sesi keempat oleh Dosen Prodi S1 Gizi, Agung Setya Wardhana, berupa pelatihan pembuatan olahan bahan pangan lokal untuk meningkatkan produksi ASI. Dalam kegiatan ini didemontrasikan pembuatan cupcake dengan bahan dasar tepung jagung dan tepung kacang hijau, di mana bahan tersebut adalah bagian dari produk kacang-kacangan dan biji-bijian yang dapat meningkatkan produksi ASI. Cupcake ini menjadi produk olahan pangan lokal yang inovatif dan variatif
Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini dapat terselenggara dengan baik atas kerjasama ITS PKU Muhammadiyah Surakarta dengan kader Posyandu Balita Bina Sejahtera dan ibu balita di wilayah Kadipiro Banjarsari Solo.
Kader Posyandu Balita Bina Sejahtera sangat aktif, memiliki motivasi, semangat dan kemauan dalam upaya pencegahan stunting serta memiliki lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat laktasi center. Hal ini merupakan potensi dalam pelaksanaan program pengabdian ini. Dengan adanya laktasi center ini akan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting.
Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...
Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...
Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...
Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...
Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...
OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...
Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...
Lintas Negara, Tiga Kampus Muhammadiyah Bahas Stres dan Kesehatan Mental Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental...
Konflik Iran-Israel Ancam Nilai Dana Pensiun, Pakar UMS Sarankan Strategi Ini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Bambang Setiaji, menyoroti dampak luas konflik geopolitik Timur...
Asah Kreativitas Digital, Pengurus HMP IQT UMS Ikuti Pelatihan Desain Grafis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bagi pengurus HMP IQT di...
Guru Besar UMS Dorong Perempuan Tak Ragu Berkarier di Sains dan Teknologi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini terus hidup di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof....
Lewat Permainan, UMS Bantu Anak Muslim RI di Korea Kenal Budaya Bangsa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) bertema Play-Based Fun Activities bagi anak-anak Muslim di Korea...





