
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan Kusnadi Ikhwani yang dikenal sebagai mentor kebangkitan masjid sebagai pilar kebangkitan masyarakat Islam, khususnya di Indonesia.
Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan, menyampaikan melalui kegiatan tersebut civitas academica diharapkan mendapatkan dorongan, motivasi, serta berbagai gagasan dari Kusnadi Ikhwani mengenai peran strategis masjid dalam kehidupan umat.
“Masjid tidak harus selalu megah dan gagah mewah. Tetapi masjid yang memakmurkan adalah di situ bisa langsung dirasakan oleh jemaah,” kata Mutohharun Jinan. Dalam pemaparannya, Kusnadi yang berkecimpung di Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Muhammadiyah menekankan pentingnya kedekatan umat dengan masjid.
Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri datang dan beribadah di masjid sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik. “Kalau ingin hidup dimudahkan, maka sering seringlah datang ke masjid, solat di masjid. Belajar lah mencintai masjid,” ujarnya.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan Kusnadi Ikhwani yang dikenal sebagai mentor kebangkitan masjid sebagai pilar kebangkitan masyarakat Islam, khususnya di Indonesia. (Humas)
Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam mencetak kader-kader umat serta membangun karakter masyarakat Islam. Karena itu, pengelolaan masjid perlu diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi jamaah.
Kusnadi juga menanggapi fenomena sejumlah masjid yang tidak dibuka selama 24 jam, meskipun saat proses pembangunannya sering melakukan penggalangan dana dari masyarakat. Menurutnya, penggalangan dana semestinya dilakukan dengan cara yang lebih efektif, misalnya dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan transparansi kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti penggunaan dana infaq dalam pengelolaan masjid. “Seharusnya, uang infaq itu bukan untuk membangun tetapi wakaf, infaq itu dikembalikan kepada masyarakat untuk memberikan kemakmuran kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kusnadi mendorong pengelola masjid untuk memaksimalkan publikasi kegiatan agar masjid semakin hidup dan dikenal oleh masyarakat luas. “Kegiatan masjid itu diliput dan disebarkan,” katanya. Melalui pendekatan tersebut, ia berharap masjid dapat menjadi pusat kegiatan umat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dan penguatan solidaritas sosial.
Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H
Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...
Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...
Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...
Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...
Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa
Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....
Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...
Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...
Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...
Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati
Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...
Pengajian Sabtu Legi, PRA Malangjiwan Angkat Tema Isra Mi’raj
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Malangjiwan menyelenggarakan pengajian rutin Sabtu Legi di Masjid Al Huda Trowangsan, Malangjiwan, Sabtu (24/1/2026). Acara dengan penceramah Ustaz Hananto ini...
Kajian Tafsir UMS Bahas Sifat Bani Israil dalam Al-Qur’an
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menyadari pentingnya memahami kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk meningkatkan kadar spiritualitas hamba. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hadir dengan menggelar Kajian Tafsir, mengundang pakar dalam...





