Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Berbagi di Australia, Dosen UMS Soroti Pentingnya Aksi Lokal Berbasis Pengetahuan Global

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 6 Juli 2026 16:15 WIB
Berbagi di Australia, Dosen UMS Soroti Pentingnya Aksi Lokal Berbasis Pengetahuan Global
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia yang diselenggarakan di University of Queensland, Australia, pada 23 Mei 2026. (Humas)

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia yang diselenggarakan di University of Queensland, Australia, pada 23 Mei 2026.

Forum yang diinisiasi Kopikir Indonesia bersama UQ Indonesian Student Association tersebut menghadirkan mahasiswa, peneliti, dan akademisi Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di Queensland. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan mengenai bagaimana pengalaman belajar, riset, dan jejaring internasional dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Indonesia.

Hardika menekankan bahwa akses terhadap pengetahuan dan teknologi global perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap kondisi masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi akan memberikan dampak yang lebih luas apabila mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“Banyak inovasi lahir dari ruang kelas, laboratorium, dan pusat riset. Namun tantangan sesungguhnya adalah bagaimana inovasi tersebut dapat hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di situlah pentingnya menjembatani pengetahuan global dengan realitas lokal,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Sebagai akademisi di bidang pendidikan dan teknologi, Hardika menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial. Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Hardika juga membagikan pengalaman pemberdayaan masyarakat melalui Desamind Indonesia, organisasi yang dipimpinnya dengan fokus pada pengembangan kapasitas pemuda desa. Melalui pendekatan local heroes, Desamind mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya masing-masing.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan dari tingkat pusat, tetapi perlu melibatkan masyarakat lokal, khususnya generasi muda, yang memahami karakter, budaya, serta tantangan di lingkungannya.

Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia yang diselenggarakan di University of Queensland, Australia, pada 23 Mei 2026.

Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk From Global Insight to Local Impact: Bridging Knowledge with Grassroots Realities in Indonesia yang diselenggarakan di University of Queensland, Australia, pada 23 Mei 2026. (Humas)

Melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari literasi digital, pendidikan, pengembangan komunitas, hingga pendampingan inisiatif sosial, Desamind berupaya menghadirkan model pembangunan yang berangkat dari potensi lokal sekaligus menjadi jembatan transfer pengetahuan dari dunia akademik ke masyarakat.

“Desamind percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari pusat. Perubahan dapat tumbuh dari desa ketika anak muda diberi ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan memimpin solusi bagi lingkungannya sendiri,” katanya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai disiplin ilmu, seperti pendidikan, teknologi, kesehatan masyarakat, hingga pembangunan sosial. Beragam pandangan yang muncul memperlihatkan kesamaan bahwa tantangan pembangunan di Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor dan lintas keilmuan.

Semangat collective impact atau keberhasilan bersama menjadi benang merah dalam forum tersebut, yakni pentingnya sinergi antara akademisi, peneliti, komunitas, pemerintah, dan organisasi sosial dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Melalui forum internasional tersebut, Hardika menegaskan komitmennya untuk terus membangun jembatan antara dunia pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. “Sejalan dengan semangat UMS, kolaborasi antara pengetahuan global dan aksi lokal diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemimpin muda yang menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ketua Kopikir Indonesia, Hardo, mengapresiasi kontribusi pemikiran yang disampaikan Hardika. Menurutnya, pengalaman Hardika sebagai dosen sekaligus pegiat pemberdayaan masyarakat menghadirkan perspektif yang relevan bagi para akademisi Indonesia yang tengah menempuh studi di luar negeri.

“Terima kasih telah berbagi bersama kami. Diskusi ini membuka perspektif baru tentang bagaimana pengalaman global dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tingkat akar rumput,” ungkap Hardo.

Berita Terbaru

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....