Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Dosen UMS Luncurkan Srawung Sains di Panularan: Gabungkan Inovasi TBC dan Ketahanan Iklim

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 28 November 2025 17:23 WIB
Dosen UMS Luncurkan Srawung Sains di Panularan: Gabungkan Inovasi TBC dan Ketahanan Iklim
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di kawasan hunian padat memperoleh penguatan baru melalui program yang digagas dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).Program ini disebut Srawung Sains: Community Innovation Hub dengan Pendekatan Sirkular Saintek Inklusif, Nudge, dan Gamifikasi untuk Eliminasi Tuberkulosis di Rumah Susun Panularan Solo yang didukung Tera Saintek dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di kawasan hunian padat memperoleh penguatan baru melalui program yang digagas dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Program ini disebut Srawung Sains: Community Innovation Hub dengan Pendekatan Sirkular Saintek Inklusif, Nudge, dan Gamifikasi untuk Eliminasi Tuberkulosis di Rumah Susun Panularan Solo yang didukung Tera Saintek dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Ketua tim Srawung Sains Dwi Linna Suswardany, menyebut program ini menggabungkan dua agenda strategis Kota Surakarta yaitu penurunan beban TBC dan penguatan ketahanan iklim di kawasan pemukiman rentan. Sebelumnya pada bulan Juli 2025, Prodi Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu prodi di UMS yang diberi mandat menjadi mitra Dinas Kesehatan Kota Solo dalam Program Kampung Peduli TBC.

Dwi Linna menerangkan, di permukiman vertikal padat seperti Rusunawa I Panularan, risiko TBC dan risiko iklim saling terkait. Keterbatasan ventilasi, pencahayaan minim, dan ruang komunal yang sempit menyebabkan kualitas udara dalam ruang meningkat kelembapannya, mempermudah bertahannya bakteri TBC di udara.

“Kebiasaan merokok di dalam kamar atau lorong memperparah paparan secondhand dan thirdhand smoke, yang menurut penelitian dapat bertahan hingga berminggu-minggu, bulanan, bahkan tahunan tergantung bahan tempat asap melekat, kasur dan sofa menyerap asap rokok beserta racunnya lebih lama,” jelas Dwi Linna, Kamis (27/11/2025).

Di sisi lain, area gelap di basement meningkatkan ketergantungan pada listrik PLN, sementara suhu panas ekstrem akibat perubahan iklim mendorong warga lebih banyak beraktivitas di dalam ruang tertutup. Kombinasi ini menjadi tantangan ganda berupa penularan TBC dan kerentanan iklim.

Program Srawung Sains yang diketuai Dwi Linna Suswardany, Direktur Pusat Studi Penyakit Kronis (CDRC UMS), menghadirkan kolaborasi lintas disiplin. Tim dosen terdiri dari Suryaning Setyowati (Arsitektur), Hasyim Asy’ari (Teknik Elektro), Noor Alis Setyadi dan Kusuma Estu Werdany (Kesehatan Masyarakat), serta Nieldya Nofandrilla (Ilmu Komunikasi). Keberadaan tenaga kependidikan, Dian Islami turut memperkuat karakter unik program Tera Saintek yang mendorong pelibatan komprehensif tenaga kependidikan.

Lima Prototipe

Srawung Sains mencoba menjawab persoalan tersebut dengan membangun lima prototipe lintas bidang: (1) Ruang komunal terang tenaga surya untuk mengurangi penggunaan listrik dan meningkatkan kualitas udara, (2) Dapur komunal tenaga surya yang mendukung aktivitas warga tanpa menambah beban listrik, (3) Smoking Area sebagai zona aman merokok yang mencegah asap menyebar ke ruang tinggal.

Prototipe selanjutnya (4) Kebun herbal cerdas iklim (CSA-TOGA) untuk meningkatkan imunitas, mengurangi paparan polutan, serta memperbaiki kualitas udara, dan (5) Media nudging berupa pendekatan komunikasi perilaku yang membuat pilihan sehat menjadi lebih mudah, menarik, dan tepat waktu (EAST framework) untuk mendorong perubahan kebiasaan warga terkait merokok, ventilasi, pencahayaan, dan pemanfaatan energi.

Menurut Dwi Linna, pendekatan ini adalah bentuk “sains yang membumi”, memadukan teknologi, kesehatan, dan perilaku dalam satu sistem intervensi yang relevan dengan konteks warga rusun. Proses perencanaan, implementasi, dan evaluasinya pun ko-kreasi dengan warga Rusunawa I Panularan.

“Yang dibangun bukan sekadar fasilitas, tetapi fondasi ketahanan agar udara lebih bersih, ruang berkumpul yang aman, energi ramah lingkungan, dan perilaku warga yang giat dan kompak memperkuat kesehatan, mencegah tuberkulosis dan mencegah serta beradaptasi dengan perubahan iklim,” ujarnya.

Program ini diproyeksikan memberi dampak langsung pada 96 kepala keluarga di Rusunawa I. Selain menyediakan ruang dan dapur komunal bertenaga surya serta smoking area yang aman, warga akan didampingi menerapkan praktik berkebun cerdas iklim melalui rainwater harvesting, hidroponik sirkular, dan raised bed hemat air.

Seluruh inovasi dirancang agar mudah dirawat warga, memperkuat daya adaptasi terhadap cuaca ekstrem, sekaligus memperkecil risiko penularan TBC. Berangkat dari kebutuhan warga dan didukung pendekatan ilmiah, Srawung Sains menawarkan cara baru membangun ruang hidup yang sehat dan tangguh.

Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di kawasan hunian padat memperoleh penguatan baru melalui program yang digagas dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Program ini disebut Srawung Sains: Community Innovation Hub dengan Pendekatan Sirkular Saintek Inklusif, Nudge, dan Gamifikasi untuk Eliminasi Tuberkulosis di Rumah Susun Panularan Solo yang didukung Tera Saintek dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Upaya pengendalian tuberkulosis (TBC) di kawasan hunian padat memperoleh penguatan baru melalui program yang digagas dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Program ini disebut Srawung Sains: Community Innovation Hub dengan Pendekatan Sirkular Saintek Inklusif, Nudge, dan Gamifikasi untuk Eliminasi Tuberkulosis di Rumah Susun Panularan Solo yang didukung Tera Saintek dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). (Humas)

Upaya di Panularan menjadi titik awal yang memperkuat kerja kolaboratif menuju lingkungan yang lebih aman dari TBC dan lebih siap menghadapi perubahan iklim. Dwi Linna menyebut peluncuran program telah berlangsung pada Minggu (16/11/2025) di Pendopo Kelurahan Panularan dengan dihadiri 39 peserta terdiri dari 23 perempuan (59 persen) dan 16 laki-laki (41 persen).

Peserta meliputi unsur pemerintah, warga Rusunawa I, kader TBC, pengurus Aisyiyah, Ketua dan Korwil LSM Semar Jawa Tengah, linmas, remaja, mahasiswa, serta perwakilan Puskesmas Penumping. Sebelumnya, Soft Launching telah dilakukan pada 5 Oktober 2025 dengan pemasangan panel surya di rooftop Rusunawa I sebagai langkah awal menuju permukiman adaptif iklim (ProKlim).

Lurah Panularan menilai program ini memperkuat pencapaian ProKlim RW 3 yang sejak tahun lalu mulai membangun akun dan aktivitas ProKlim di tiap RT. “Kami berterima kasih atas hibah Kemendiktisaintek melalui UMS. Srawung Sains membantu menekan kasus TBC sekaligus mendukung target kami menuju ProKlim Utama, lalu ProKlim Lestari,” ujarnya saat membuka acara.

Dinas Kesehatan Kota Solo menilai integrasi TBC-iklim ini sebagai model yang dapat diperluas ke seluruh kota. “Harapan kami kemitraan ini berjalan baik. Bila diperbolehkan, kami berharap program ini dapat dikembangkan ke 53 kelurahan lainnya di Surakarta,” ujar Agus Hufron, S.Kep., Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) DKK.

Dinas Lingkungan Hidup memberi pandangan serupa. Program ini dinilai mampu menjembatani agenda eliminasi TBC dan target nasional Kampung Iklim. “Program ini menyentuh langsung isu TBC dan lingkungan. Harapan kami kegiatan ini berkelanjutan dan menular ke wilayah lain. Tujuan akhirnya Surakarta menjadi kota bebas TBC sekaligus kota yang kuat menghadapi krisis iklim,” kata Egata Dwi Veptiyan, penelaah Teknis Kebijakan DLH.

Program Srawung Sains mengajak untuk memperkuat ko-kreasi dalam merawat harapan setapak demi setapak bersama seluruh warga, akademisi, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan.

Berita Terbaru

Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...

Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...

Citroguard 3in1, Inovasi Mahasiswa UMS Hadirkan Pengusir Nyamuk Berbahan Alami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Citroguard 3in1, sebuah inovasi produk multifungsi berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi dan pengharum...

Antisipasi Blackout Total, Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kesiapsiagaan Layanan Kota

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman...

AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas

PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...

Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...

Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...

725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...

Dari Karya ke Etalase Digital, UMS Dampingi Guru SLB Kembangkan Wirausaha Siswa

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah...

Awardee Beasiswa BAZNAS di UMS Dibekali Bahasa Asing untuk Hadapi Dunia Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal yang diperkuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Melalui mentoring yang...

Pondok Shabran UMS Perkuat Literasi untuk Cetak Kader Ulama Adaptif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula...

Seboto Smart Farming UMS Masuk Tahap Monev, Teknologi IoT Pertanian Ditinjau

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Monitoring dan...