Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Bio-Chest UMS Padukan Kemasan Hayati dan IoT untuk Jaga Kualitas Ikan

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 12 Agustus 2026 14:23 WIB
Bio-Chest UMS Padukan Kemasan Hayati dan IoT untuk Jaga Kualitas Ikan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia Monitoring for Fisheries Quality Preservation berhasil meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia Monitoring for Fisheries Quality Preservation berhasil meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia.

Tim Bio-Chest terdiri atas Yoon Eaindray dari Program Studi Teknik Mesin, Rajiv Tamim Wicaksana, Shyerly Fauziah Nur Rizki, Nila Rahayuningtyas, dan Raihan Ath-Thoriq dari Program Studi Teknik Kimia, Muhammad Akmal Indratama dari Teknik Mesin, serta Rahman Hendika dari Teknik Elektro. Yoon Eaindray menjadi ketua tim dengan Muhammad Al Fatih Hendrawan sebagai dosen pembimbing.

Ketua tim Yoon Eaindray menjelaskan, Bio-Chest dikembangkan untuk menjaga kualitas dan keamanan hasil perikanan sekaligus menawarkan alternatif yang lebih berkelanjutan dibandingkan kemasan konvensional, khususnya Expanded Polystyrene (EPS) atau styrofoam.

“Berbeda dengan kemasan konvensional yang umumnya berfungsi sebagai wadah sekaligus isolator pasif, Bio-Chest mengintegrasikan material isolasi berbasis hayati dengan sistem pemantauan kondisi produk berbasis Internet of Things (IoT),” paparnya, Rabu (12/8/2026).

Material isolasi yang digunakan berupa polyurethane foam berbasis minyak jarak. Material tersebut dirancang untuk memberikan kemampuan isolasi termal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap material kemasan yang sulit terurai.

Selain material berbasis hayati, Bio-Chest dilengkapi sensor temperatur, pH, dan ammonia (NH₃). Pada pengembangan terbaru, tim menambahkan sensor ammonia dan GPS, menyempurnakan sistem IoT, serta memperbarui formulasi bahan isolasi.

Data dari sensor dapat dipantau melalui website sehingga pengguna dapat mengetahui kondisi produk sekaligus lokasi kotak. Informasi tersebut juga dapat dilihat secara langsung melalui LCD yang terpasang pada perangkat.

“Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai tahapan rantai pasok perikanan, mulai dari penangkapan ikan, penyimpanan, transportasi hingga distribusi. Melalui pemantauan secara real-time, pengguna dapat memperoleh informasi mengenai kondisi produk dan melakukan tindakan lebih cepat apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menurunkan kualitas ikan,” jelas Yoon.

Pengembangan Bio-Chest telah berlangsung sekitar satu tahun dan diawali melalui kompetisi di Surabaya. Pada kompetisi pertama, inovasi tersebut meraih Gold Medal sekaligus Grand Prize. Capaian tersebut mendorong tim untuk terus menyempurnakan produk sebelum mengikuti kompetisi internasional di Thailand. Di ajang tersebut, Bio-Chest kembali memperoleh Gold Medal dan Canadian Excellence Award.

Pengalaman dari dua kompetisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk sebelum dibawa ke WYIE 2026 di Malaysia. Setiap kompetisi dimanfaatkan sebagai ruang untuk menguji performa, menerima masukan, dan memperbaiki berbagai aspek produk.

Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia Monitoring for Fisheries Quality Preservation berhasil meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia.

Inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Bio-Chest: Bio-Based Insulated Box with IoT Temperature, pH, and Ammonia Monitoring for Fisheries Quality Preservation berhasil meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia. (Humas)

Salah satu pengembangan penting dilakukan pada desain fisik dan proses pembuatan material isolasi. Pada versi sebelumnya, material masih mudah rusak ketika dilepaskan dari mold. Tim kemudian merancang ulang desain mold agar proses produksi lebih efektif dan menghasilkan struktur yang lebih baik.

Perbaikan tersebut dilakukan bersamaan dengan penyempurnaan formulasi material, sistem IoT, dan penambahan sensor. Versi yang dibawa ke Malaysia menjadi bentuk Bio-Chest paling matang selama proses pengembangannya. Pada WYIE 2026, Bio-Chest dipamerkan melalui booth yang dilengkapi dua poster, prototipe produk, brosur, serta kit untuk pengunjung. Tim juga mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi tersebut di hadapan tiga juri.

Presentasi berlangsung sekitar tiga hingga lima menit dan dilanjutkan sesi tanya jawab selama dua hingga tiga menit. Para juri menanyakan berbagai aspek, mulai dari proses biodegradasi material, hasil eksperimen, fungsi sensor, integrasi dengan sistem IoT, hingga manfaat teknologi bagi kemasan hasil perikanan.

Juri juga menyoroti keunggulan Bio-Chest dibandingkan kemasan yang banyak digunakan saat ini, khususnya styrofoam. Tim menjelaskan bahwa Bio-Chest tidak hanya menawarkan alternatif material kemasan, tetapi mengembangkan kemasan pasif menjadi sistem yang mampu memberikan informasi kondisi produk secara real-time.

Respons positif juga datang dari pengunjung. Salah seorang pengunjung asal Arab Saudi yang bergerak di bidang usaha terkait perikanan menunjukkan ketertarikan terhadap potensi penerapan Bio-Chest. Ketertarikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertukaran kontak sebagai peluang komunikasi lebih lanjut.

Menurut Yoon, respons tersebut memberikan gambaran mengenai peluang penerapan Bio-Chest di luar lingkungan kompetisi. Ketertarikan dari pihak yang berkaitan langsung dengan sektor perikanan menunjukkan bahwa persoalan yang ingin diselesaikan melalui inovasi tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan di lapangan.

“Ketika daftar penerima penghargaan diumumkan dan nama Bio-Chest tercantum sebagai salah satu peraih Gold Medal, kami merasa senang sekaligus terkejut. Penghargaan tersebut menjadi semakin bermakna karena diperoleh setelah melalui proses pengembangan, evaluasi, dan penyempurnaan selama kurang lebih satu tahun,” ujarnya.

Bagi tim Bio-Chest, rangkaian kompetisi tersebut bukan sekadar upaya memperoleh penghargaan. Setiap kompetisi menjadi tahapan untuk menguji sekaligus memperbaiki produk.

“Bio-Chest bukan produk yang kami ubah dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya. Kami tetap percaya pada konsep dasarnya dan terus mengembangkannya. Setiap tahap menjadi kesempatan untuk memperbaiki produk hingga semakin siap untuk diterapkan di dunia nyata,” ungkap Yoon.

Perjalanan dari Surabaya, Thailand hingga Malaysia menunjukkan konsistensi tim dalam mempertahankan gagasan utama sekaligus menyempurnakan produk. Bio-Chest kini memiliki sistem pemantauan yang lebih lengkap, desain fisik yang lebih matang, serta potensi penerapan yang semakin luas pada rantai pasok perikanan.

Capaian Gold Medal di WYIE 2026 pada 18–20 Mei 2026 tersebut memperkuat kiprah inovasi mahasiswa UMS di tingkat internasional. Bagi tim Bio-Chest, penghargaan tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pengujian, pengembangan produk, serta menjajaki peluang implementasi dan komersialisasi di sektor perikanan.

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Ziarah, Ini yang Dipetik Mahasiswa UMS dari Jejak Prof. R. Soeharso

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengikuti upacara...

UMS Dampingi Pekerja Migran di Korsel Kelola Keuangan dan Persiapkan Masa Depan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan kesehatan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas...

IMM UMS Sambut Mahasiswa Baru, Tegaskan Peran Mahasiswa sebagai Pejuang Perubahan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rizki Damarjati Wicaksono, mengajak mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai awal...

Bukan Sekadar Penyambut, Duta Masta UMS Dampingi Mahasiswa Baru hingga Lulus Masta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemeriahan Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (3/9/2026), tidak lepas dari...

UMS Sambut 8.195 Mahasiswa Baru, Siapkan Generasi Islamic Future Impact Leader

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 8.195 mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui pembukaan Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026...

FT UMS Latih Penyandang Disabilitas Klaten Produksi dan Pasarkan Batik Ciprat

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi Paguyuban Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) mengembangkan keterampilan produksi dan pemasaran Batik Ciprat serta Shibori. Program...

Petani Kopi Desa Seboto Boyolali Didorong Perkuat Pascapanen dan Pemasaran

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Petani kopi Desa Seboto, Boyolali, mendapat pendampingan dari Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika...

EDU FUN RUN FKIP UMS 2026 Siap Digelar, Targetkan 500 Pelari di Lomba 5K

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mematangkan persiapan EDU FUN RUN FKIP UMS 2026. Ajang lari 5 kilometer...

Mahasiswa FAI UMS Kenalkan Wayang dan Ampar-ampar Pisang di Thailand

SONGKHLA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkenalkan sejumlah budaya dan permainan tradisional Indonesia kepada siswa Islamic Sciences Demonstration School, Prince...

Mahasiswa UMS Raih 4 Emas, Surakarta Juara Umum Sirkuit VI Panahan Jateng

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengantarkan Kota Surakarta menjadi juara umum Sirkuit VI Panahan Jawa Tengah. Ketiganya menyumbangkan total empat medali...

UMS Lampaui Target PMB 2026, 8 Ribu Mahasiswa Baru Sudah Registrasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (29/8/2026) pukul 15.00 WIB. Hingga penutupan pendaftaran, UMS telah...

TESLA 2026 UMS Perkuat Kompetensi Guru IPA dan Fisika di Era AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Laboratorium dan Pusat Pengembangan Ilmu Teknik Dasar (LPPITD) Fakultas Teknik menggelar TESLA 2026 (Transformasi Edukasi Sains, Laboratorium,...