
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026.
Mereka diajak mengenal sekaligus mempraktikkan bahasa isyarat bersama Alya Sausan Rahmadina, seorang Teman Tuli yang menjadi instruktur dalam sesi ice breaking di Edutorium UMS, Kamis (3/9/2026). Alya yang pernah menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual memandu mahasiswa baru memperagakan bahasa isyarat dari akronim I’M UMS, yakni Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi selingan dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru. Pengenalan bahasa isyarat menjadi cara UMS memperkenalkan nilai inklusivitas sejak awal mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa baru diajak memahami pentingnya akses komunikasi bagi Teman Tuli. Pesan itu semakin kuat karena dalam empat tahun terakhir UMS juga menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dalam pelaksanaan Masta PMB.
Kehadiran JBI membantu memastikan informasi yang disampaikan dalam kegiatan berskala besar dapat diakses mahasiswa Tuli. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk akomodasi agar mahasiswa dengan kebutuhan komunikasi berbeda tetap dapat mengikuti kegiatan kampus secara setara.
Salah seorang JBI Masta PMB UMS 2026, Amartha Dian Bayu Putri, menilai praktik tersebut menunjukkan upaya UMS menerjemahkan komitmen sebagai kampus inklusif ke dalam layanan yang nyata.
“Menurut saya sudah sangat sejalan dengan deklarasi UMS sebagai kampus yang inklusif yang bisa memberikan akses dan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan Teman-teman disabilitas yang mau kuliah dan sedang berkuliah di UMS,” ujarnya saat Ekspo UKM UMS, Kamis (10/9/2026).
Menurut Amartha, dukungan penyelenggara juga penting agar proses penjurubahasaan berjalan optimal. Selama Masta PMB 2026, ia berkoordinasi dan mendapat pendampingan dari M. Bagus Sudinadji, dosen Program Studi Psikologi UMS, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan selama menjalankan tugas sebagai JBI.
Komitmen tersebut juga memiliki landasan kelembagaan. UMS memiliki Peraturan Rektor Nomor 336/VIII/2025 tentang Akomodasi Penyandang Disabilitas di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Diperkuat Keputusan Rektor
Kebijakan itu kemudian diperkuat melalui Keputusan Rektor UMS Nomor 372/VIII/2025 yang menetapkan Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) sebagai Unit Layanan Disabilitas UMS. Keputusan tersebut ditetapkan pada 22 September 2025 sebagai tindak lanjut ketentuan dalam Peraturan Rektor Nomor 336/VIII/2025.
Unit Layanan Disabilitas memiliki peran dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dan akomodasi penyandang disabilitas di lingkungan UMS. Selain itu, UMS juga memiliki Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) yang mendukung pengembangan layanan dan kajian terkait isu disabilitas di perguruan tinggi.
Dalam konteks Masta PMB dan Ekspo UKM, kehadiran JBI menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa Tuli memperoleh informasi dan dapat berpartisipasi dalam kegiatan kampus. Akses komunikasi menjadi penting karena masa awal perkuliahan merupakan tahap mahasiswa mengenal lingkungan akademik, organisasi, layanan kemahasiswaan, hingga berbagai peluang pengembangan diri.

Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026.
Mereka diajak mengenal sekaligus mempraktikkan bahasa isyarat bersama Alya Sausan Rahmadina, seorang Teman Tuli yang menjadi instruktur dalam sesi ice breaking di Edutorium UMS, Kamis (3/9/2026). (Humas)
Amartha berharap praktik serupa tidak berhenti pada kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Akses komunikasi bagi mahasiswa Tuli, menurutnya, juga perlu diperluas dalam kegiatan pembelajaran serta aktivitas akademik dan nonakademik lainnya.
“Tidak hanya dalam Masta PMB saja, tetapi bisa memberikan akses dan akomodasi di kegiatan-kegiatan lainnya seperti saat kegiatan belajar mengajar dan seluruh civitas akademika diharapkan bisa mendapatkan informasi tentang sensitivitas disabilitas untuk lebih mendukung UMS sebagai kampus inklusif,” katanya.
Ia menilai inklusivitas juga tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas. Kesadaran seluruh warga kampus untuk memberikan kesempatan yang setara menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif. “Menurut saya penting dalam membangun kesadaran bahwa inklusivitas bukan sekadar fasilitas, tetapi memang memberikan kesempatan yang setara untuk siapapun,” ujarnya.
Menurut Amartha, peningkatan pemahaman civitas academica mengenai sensitivitas disabilitas dapat terus dilakukan. Penggunaan media pembelajaran yang lebih aksesibel, seperti gambar dan tabel dengan informasi singkat, serta penyediaan JBI dalam kegiatan tertentu dapat membantu membangun komunikasi yang lebih efektif antara dosen dan mahasiswa Tuli.
Dengan langkah tersebut, kehadiran JBI dalam Masta PMB dan Ekspo UKM tidak sekadar menjadi fasilitas pendukung acara. Praktik itu menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang membuka ruang partisipasi bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...
HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...
HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...
FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...
UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...
Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...
Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...
Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...
IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...
Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...






