
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula Gedung Baru Pondok Shabran UMS, Ahad (6/9/2026).
Stadium General menjadi agenda tahunan yang wajib diikuti seluruh mahasantri dari jenjang I’dad, sarjana, hingga magister. Tahun ini, forum tersebut mengambil tema “Perkaderan di Era Society 5.0: Melahirkan Kader Ulama yang Adaptif, Inovatif, dan Berorientasi pada Transformasi Sosial”.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menjadi narasumber utama dalam forum tersebut. Ia mengajak mahasantri mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi sekaligus tetap memiliki kedalaman keilmuan dan spiritualitas.
Direktur Pondok Shabran UMS, Yayuli, mengatakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan disrupsi teknologi menuntut kader ulama Muhammadiyah memiliki kemampuan beradaptasi. Menurutnya, penguatan kemampuan bahasa, Al-Qur’an, dan wawasan keilmuan menjadi bagian penting dalam proses perkaderan.
Ia juga menyampaikan capaian program I’dad yang menjadi tahap persiapan bagi mahasantri sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. “Alhamdulillah, keberhasilan program I’dad mencapai 99 persen, di mana mahasantri mampu menyelesaikan hafalan 10 juz Al-Qur’an selama satu tahun. Capaian ini menjadi bekal kuat sebelum mereka melanjutkan studi S1 di Fakultas Agama Islam UMS,” ujar Yayuli, Senin (7/9/2026).
Selain penguatan Al-Qur’an, penguasaan bahasa asing menjadi perhatian Pondok Shabran. Bahasa Arab diberikan secara intensif pada tahun pertama, sedangkan bahasa Inggris diberikan melalui kegiatan dauroh sebagai program tambahan.

Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula Gedung Baru Pondok Shabran UMS, Ahad (6/9/2026). (Humas)
Yayuli menilai kemampuan bahasa asing penting untuk mendukung internasionalisasi Muhammadiyah. Penguasaan bahasa diharapkan memperluas kemampuan kader dalam berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan global.
“Di Pondok Shabran ini memiliki dua program bahasa, yakni bahasa Arab yang difokuskan selama satu tahun pertama mahasantri dan bahasa Inggris yang diberikan selama masa dauroh dan bersifat sunnah. Sehingga ini menjadi bentuk ikhtiar mencetak wajah masa depan generasi persyarikatan dan bangsa,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasantri agar tidak membatasi pergaulan. Menurutnya, keterbukaan terhadap berbagai komunitas dan latar belakang agama menjadi bagian dari karakter kader yang perlu dibangun sejak di lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Bachtiar mengatakan kader ulama Muhammadiyah tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi seperti big data, kecerdasan buatan, dan otomatisasi. Kemampuan tersebut perlu dipadukan dengan tradisi keilmuan Islam agar teknologi dapat diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat.
Ia mendorong mahasantri mengembangkan tiga pilar epistemologi, yakni bayani, burhani, dan irfani. Ketiganya dinilai penting untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan membaca teks keagamaan, menggunakan nalar ilmiah, sekaligus memiliki kedalaman spiritual. “Kader ulama Muhammadiyah harus memiliki kedalaman spiritual sekaligus keberanian dalam memimpin transformasi sosial di era Society 5.0,” jelasnya.
Bachtiar juga menekankan pentingnya membaca sebagai kebiasaan yang harus terus dipelihara selama menjalani pendidikan. Menurutnya, aktivitas membaca dapat memperluas wawasan sekaligus membantu mahasiswa memahami keberagaman karakter, pemikiran, dan ideologi yang berkembang di masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi, budaya membaca justru dinilai semakin penting. Literasi menjadi bekal agar generasi muda tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan memahami persoalan secara lebih luas. “Jangan puas dengan membatasi diri dengan bacaan tertentu, semua genre buku dapat kalian baca untuk memperluas wawasan keilmuan,” ujarnya.
Melalui Stadium General tersebut, Pondok Shabran UMS menegaskan arah perkaderan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama. Mahasantri juga didorong memiliki kemampuan teknologi, wawasan global, keterbukaan terhadap keberagaman, serta keberanian menghadirkan perubahan sosial dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.
Seboto Smart Farming UMS Masuk Tahap Monev, Teknologi IoT Pertanian Ditinjau
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Monitoring dan...
Bukan Sekadar Ziarah, Ini yang Dipetik Mahasiswa UMS dari Jejak Prof. R. Soeharso
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengikuti upacara...
UMS Dampingi Pekerja Migran di Korsel Kelola Keuangan dan Persiapkan Masa Depan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan kesehatan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) Universitas...
IMM UMS Sambut Mahasiswa Baru, Tegaskan Peran Mahasiswa sebagai Pejuang Perubahan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rizki Damarjati Wicaksono, mengajak mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai awal...
Bukan Sekadar Penyambut, Duta Masta UMS Dampingi Mahasiswa Baru hingga Lulus Masta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemeriahan Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (3/9/2026), tidak lepas dari...
UMS Sambut 8.195 Mahasiswa Baru, Siapkan Generasi Islamic Future Impact Leader
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 8.195 mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui pembukaan Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026...
FT UMS Latih Penyandang Disabilitas Klaten Produksi dan Pasarkan Batik Ciprat
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi Paguyuban Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) mengembangkan keterampilan produksi dan pemasaran Batik Ciprat serta Shibori. Program...
Petani Kopi Desa Seboto Boyolali Didorong Perkuat Pascapanen dan Pemasaran
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Petani kopi Desa Seboto, Boyolali, mendapat pendampingan dari Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika...
EDU FUN RUN FKIP UMS 2026 Siap Digelar, Targetkan 500 Pelari di Lomba 5K
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mematangkan persiapan EDU FUN RUN FKIP UMS 2026. Ajang lari 5 kilometer...
Mahasiswa FAI UMS Kenalkan Wayang dan Ampar-ampar Pisang di Thailand
SONGKHLA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkenalkan sejumlah budaya dan permainan tradisional Indonesia kepada siswa Islamic Sciences Demonstration School, Prince...
Mahasiswa UMS Raih 4 Emas, Surakarta Juara Umum Sirkuit VI Panahan Jateng
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mengantarkan Kota Surakarta menjadi juara umum Sirkuit VI Panahan Jawa Tengah. Ketiganya menyumbangkan total empat medali...
UMS Lampaui Target PMB 2026, 8 Ribu Mahasiswa Baru Sudah Registrasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (29/8/2026) pukul 15.00 WIB. Hingga penutupan pendaftaran, UMS telah...






