Di dunia yang serba cepat ini, banyak sekali orang berlari tanpa tahu jelas letak garis finish dari perjalanan hidupnya. Kita sibuk mengejar banyak hal, tapi tidak benar-benar mengerti apa yang kita mau. Seringkali, kita merasa kosong dan hampa bahkan setelah satu-banyak hal yang kita raih dalam hidup. Banyak orang kehilangan makna hidup, padahal Al-Qur’an penuh pelajaran hidup. Maka di tengah kesenyapan ini, kisah-kisah nabi hadir tidak hanya untuk dikenang ketika kecil, melainkan juga untuk diambil hikmah yang menuntun dan menyembuhkan.
Mempelajari kisah para nabi jelas memiliki nilai yang sangat besar bagi seorang Muslim. Dia bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi kejadian yang nyata yang kisahnya Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, agar menjadi renungan dan sumber inspirasi positif bagi seorang Muslim yang menjalani kehidupannya. (Dr. Salim Segaf Al-Jufri, 1997: 5)
Hikmah bukan hanya sekadar pengetahuan tapi juga kebijaksanaan dalam bertindak, sehingga melahirkan perbuatan yang mulia, meliputi tindakan yang bermanfaat dan terjauhkan dari perbuatan salah yang mengakibatkan dosa (Nurrohim dkk, 2019: 185). Contoh nyata yang mencerminkan sikap hikmah dalam Al-Qur’an adalah kisah Nabi Ibrahim A.S. ketika diberi wahyu oleh Allah melalui mimpinya untuk menyembelih anaknya, setelah penantiannya selama bertahun-tahun untuk punya keturunan. Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail, namun ketika hendak melaksanakan perintah-Nya, sampai Allah mendatangkan seekor domba sebagai gantinya. (Siregar dkk, 2024: 176)
Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (QS. As-Saffat: 102).
Di sini kita belajar bahwa hikmah adalah mampu melihat ujian dengan pandangan iman bukan dengan keluhan, tetapi dengan keyakinan bahwa Allah selalu punya rencana terbaik.
Etika dalam Berucap dan Bersikap
Al-Qur’an mengajarkan tiga prinsip utama dalam berkomunikasi: qaulan sadida (perkataan yang benar dan tepat), qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), dan qaulan karima (perkataan yang mulia). (Nurrohim dkk, 2024: 560). Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ketika diperintahkan untuk menasihati Fir’aun, seorang raja zalim yang mengaku sebagai tuhan. Allah tetap memerintahkan perkataan yang lembut. Ini bukan tanda kelemahan, tapi strategi komunikasi. Allah sedang mengajarkan bahwa tujuan dakwah bukan untuk memenangkan debat, tapi menyentuh hati. (Musthofa dkk, 2020: 144) Kalau dengan penguasa zalim saja kita diperintahkan untuk berkata dengan lembut, apalagi dengan manusia biasa?
Da’wah Diri dan Ketangguhan Pribadi
Dalam jurnalnya “Challenges of Da’wah Research: Understanding Da’wah Models in the Context of Qur’anic Guidance and Social Change”, Ahmad Nurrohim menegaskan bahwa dakwah bukan hanya tentang menyeru orang lain, tapi juga perjalanan memperbaiki diri sendiri. Oleh karenanya, Islam hanya akan menjadi da’wah yang benar apabila dibawakan oleh seorang da’i yang waa’in (paham) dan khuluuq (berakhlak), sehingga juru dakwah berhak meraih derajat yang mulia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh dan berkata, “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri‟. Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (Fushilat: 33-34) (H Hasanah, 2013: 4).
Ajaran Islam tidak hanya berbicara soal ritual, tapi juga tentang kemanusiaan — ihsan dalam berbuat baik pada sesama. (Nurrohim, 2025: 376). Dalam program PKLPP UMS di Ngemplak, mahasiswa berusaha mengimplementasikan nilai-nilai humanis dan religius dalam setiap berjalannya program. Beliau menunjukkan betapa pentingnya untuk saling berkolaboratif dan beraksi nyata untuk menghidupkan nilai islami ditengah-tengah masyarakat. (Nurrohim, 2025: 519)
Dua program tersebut menunjukkan bahwa nilai hikmah tidak hanya tumbuh di pikiran tapi juga harus tumbuh dalam jiwa. Banyak orang berpikir, menjadi kuat lantas kebal dengan sesuatu di sekitarnya. Tapi para nabi membuktikan sebaliknya: mereka kuat karena menjaga hatinya hidup. Nabi Muhammad yang dilempari bebatuan oleh penduduk Thaif tapi tetap memaafkan. Nabi Nuh yang ditolak da’wahnya oleh anak dan istrinya. Nabi Yusuf yang diperdaya oleh saudara-saudaranya. Ketangguhan mereka bukan berasal dari ego, tapi karena keimanan dan hikmah yang terpaut dalam jiwa.
Kita hidup di zaman yang serba mudah dan penuh fitnah. Namun dari kisah-kisah nabi, kita belajar kembali bagaimana harus bersikap: kita bisa tangguh tanpa kehilangan hati, kita bisa berda’wah tanpa kekerasan, kitab bisa tegas tanpa kehilangan empati. Seperti hikmah yang diajarkan Al-Qur’an dan dikaji dalam karya-karya Ahmad Nurrohim, kebijaksanaan sejati tumbuh dari pengalaman, kesabaran, dan cinta pada kebenaran. “Karena yang membuat manusia besar bukan hanya apa yang ia capai, tapi seberapa dalam ia memahami makna dari setiap ujian yang Allah beri.”
Penulis adalah mahasiswa Prodi IQT FAI UMS
Darul Arqam Paripurna IMM Tekankan Gagasan dan Mentalitas Kader
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Paripurna (DAP) tingkat nasional di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus),...
Pastikan Kelancaran Ujian, Kemenag Monitor Pelaksanaan TKA di MTs Muhammadiyah Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pelaksanaan hari Pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Tsanawiyah di MTs Muhammadiyah Solo mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan Kementerian Agama (Kemenag). Pada...
Pembekalan Mubaligh Muhammadiyah Blimbing Telusuri Akar Sejarah Halalbihalal
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah panjang tradisi halalbihalal kembali diulas dalam pembekalan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing yang digelar di Masjid Baitul Ghofur Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, Rabu...
SD Muhammadiyah 3 Solo Gelar Halal Bihalal dengan Konsep Baru
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SD Muhammadiyah 3 Solo menggelar kegiatan halal bihalal dengan konsep yang berbeda pada hari ini, Senin (30/03/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi...
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Resmikan Gedung Baru Panti Asuhan Yatim Putri Kottabarat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, meresmikan gedung baru Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yatim Putri Kottabarat, Sabtu (28/3/2026). Gedung tersebut berada di Jalan Samratulangi...
Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Kunci Negeri yang Berkah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko hadir menjadi imam dan khatib salat Idulfitri di Krida Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jumat (20/3/2026) pagi. Dia mengingatkan bahwa di antara nikmat...
PCPM Kota Bengawan Tutup Safari Dakwah Ramadan 1447 H, Takmir Masjid: Luar Biasa!
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masjid Al Falah Baluwarti menjadi tempat berlabuh akhir Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, setelah bertempur sejak awal Ramadan dalam program...
UMKM Maju, Ekonomi Kuat dan Keberkahan di Bulan Ramadan
Kolaborasi hebat antara Takmir Masjid Nurul Hidayah Semanggi dengan Pimpinan Cabang Pemudaa Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, berhasil menggelar Festival Ramadan #3 2026 dengan...
KBGO Dinilai jadi Ancaman Serius Kesehatan Mental
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS...
Lebih dari Sekadar Hafalan, Tasmi’ 30 Juz Jadi Spirit Perjuangan Kader IMM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Solo menuntaskan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Solo pada Sabtu...
Buka Puasa Bersama Alumnus MABAS UMS, Jaga Api Dakwah Berdampak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menegaskan esensi buka puasa bersama alumnus Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq (MABAS) Universitas Muhammadiyah...
Sambut Ramadan, PRA Bangetayu Kulon Santuni Santri Panti Asuhan ‘Aisyiyah
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Srikandi X/61, Kota Semarang,...






