Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Hikmah dalam Kisah Nabi: Meneladani Nilai-Nilai Qur’ani di Zaman Modern

Asma’ Sabrina, Editor: Sholahuddin
Minggu, 26 Oktober 2025 16:04 WIB
Hikmah dalam Kisah Nabi: Meneladani Nilai-Nilai Qur’ani di Zaman Modern
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Image by freepik

Di dunia yang serba cepat ini, banyak sekali orang berlari tanpa tahu jelas letak garis finish dari perjalanan hidupnya. Kita sibuk mengejar banyak hal, tapi tidak benar-benar mengerti apa yang kita mau. Seringkali, kita merasa kosong dan hampa bahkan setelah satu-banyak hal yang kita raih dalam hidup. Banyak orang kehilangan makna hidup, padahal Al-Qur’an penuh pelajaran hidup. Maka di tengah kesenyapan ini, kisah-kisah nabi hadir tidak hanya untuk dikenang ketika kecil, melainkan juga untuk diambil hikmah yang menuntun dan menyembuhkan.

Mempelajari kisah para nabi jelas memiliki nilai yang sangat besar bagi seorang Muslim. Dia bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi kejadian yang nyata yang kisahnya Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, agar menjadi renungan dan sumber inspirasi positif bagi seorang Muslim yang menjalani kehidupannya. (Dr. Salim Segaf Al-Jufri, 1997: 5)

Hikmah bukan hanya sekadar pengetahuan tapi juga kebijaksanaan dalam bertindak, sehingga melahirkan perbuatan yang mulia, meliputi tindakan yang bermanfaat dan terjauhkan dari perbuatan salah yang mengakibatkan dosa (Nurrohim dkk, 2019: 185). Contoh nyata yang mencerminkan sikap hikmah dalam Al-Qur’an adalah kisah Nabi Ibrahim A.S. ketika diberi wahyu oleh Allah melalui mimpinya untuk menyembelih anaknya, setelah penantiannya selama bertahun-tahun untuk punya keturunan. Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail, namun ketika hendak melaksanakan perintah-Nya, sampai Allah mendatangkan seekor domba sebagai gantinya. (Siregar dkk, 2024: 176)

Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (QS. As-Saffat: 102).

Di sini kita belajar bahwa hikmah adalah mampu melihat ujian dengan pandangan iman bukan dengan keluhan, tetapi dengan keyakinan bahwa Allah selalu punya rencana terbaik.

Etika dalam Berucap dan Bersikap

Al-Qur’an mengajarkan tiga prinsip utama dalam berkomunikasi: qaulan sadida (perkataan yang benar dan tepat), qaulan ma’rufa (perkataan yang baik), dan qaulan karima (perkataan yang mulia). (Nurrohim dkk, 2024: 560). Kisah Nabi Musa dan Nabi Harun ketika diperintahkan untuk menasihati Fir’aun, seorang raja zalim yang mengaku sebagai tuhan. Allah tetap memerintahkan perkataan yang lembut. Ini bukan tanda kelemahan, tapi strategi komunikasi. Allah sedang mengajarkan bahwa tujuan dakwah bukan untuk memenangkan debat, tapi menyentuh hati. (Musthofa dkk, 2020: 144) Kalau dengan penguasa zalim saja kita diperintahkan untuk berkata dengan lembut, apalagi dengan manusia biasa?

Da’wah Diri dan Ketangguhan Pribadi

Dalam jurnalnya “Challenges of Da’wah Research: Understanding Da’wah Models in the Context of Qur’anic Guidance and Social Change”, Ahmad Nurrohim menegaskan bahwa dakwah bukan hanya tentang menyeru orang lain, tapi juga perjalanan memperbaiki diri sendiri. Oleh karenanya, Islam hanya akan menjadi da’wah yang benar apabila dibawakan oleh seorang da’i yang waa’in (paham) dan khuluuq (berakhlak), sehingga juru dakwah berhak meraih derajat yang mulia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh dan berkata, “sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri‟. Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia (Fushilat: 33-34) (H Hasanah, 2013: 4).

 Ajaran Islam tidak hanya berbicara soal ritual, tapi juga tentang kemanusiaan — ihsan dalam berbuat baik pada sesama. (Nurrohim, 2025: 376). Dalam program PKLPP UMS di Ngemplak, mahasiswa berusaha mengimplementasikan nilai-nilai humanis dan religius dalam setiap berjalannya program. Beliau menunjukkan betapa pentingnya untuk saling berkolaboratif dan beraksi nyata untuk menghidupkan nilai islami ditengah-tengah masyarakat. (Nurrohim, 2025: 519)

Dua program tersebut menunjukkan bahwa nilai hikmah tidak hanya tumbuh di pikiran tapi juga harus tumbuh dalam jiwa. Banyak orang berpikir, menjadi kuat lantas kebal dengan sesuatu di sekitarnya. Tapi para nabi membuktikan sebaliknya: mereka kuat karena menjaga hatinya hidup. Nabi Muhammad yang dilempari bebatuan oleh penduduk Thaif tapi tetap memaafkan. Nabi Nuh yang ditolak da’wahnya oleh anak dan istrinya. Nabi Yusuf yang diperdaya oleh saudara-saudaranya.  Ketangguhan mereka bukan berasal dari ego, tapi karena keimanan dan hikmah yang terpaut dalam jiwa.

Kita hidup di zaman yang serba mudah dan penuh fitnah. Namun dari kisah-kisah nabi, kita belajar kembali bagaimana harus bersikap: kita bisa tangguh tanpa kehilangan hati, kita bisa berda’wah tanpa kekerasan, kitab bisa tegas tanpa kehilangan empati.  Seperti hikmah yang diajarkan Al-Qur’an dan dikaji dalam karya-karya Ahmad Nurrohim, kebijaksanaan sejati tumbuh dari pengalaman, kesabaran, dan cinta pada kebenaran. “Karena yang membuat manusia besar bukan hanya apa yang ia capai, tapi seberapa dalam ia memahami makna dari setiap ujian yang Allah beri.”

Penulis adalah mahasiswa Prodi IQT FAI UMS

Berita Terbaru

FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...

Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...

Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...

Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...

Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...

Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...

Kader IMM Didorong Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong...

Benchmarking ke Kampus Malaysia UKM, Rektor UMS Perkuat Kolaborasi Internasional

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat daya saing global melalui pengembangan jejaring internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor...

BURT DPR RI Apresiasi Layanan Personalized Treatment RS PKU Muhammadiyah Surakarta

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jamkestama...