Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

IMM Jateng Gelar Webinar Safe Space Circle, Ajak Kader Ciptakan Ruang Aman di Organisasi

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 20 Oktober 2025 18:24 WIB
IMM Jateng Gelar Webinar Safe Space Circle, Ajak Kader Ciptakan Ruang Aman di Organisasi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menyelenggarakan webinar dengan tema "Safe Space Circle: Meningkatkan kesehatan mental melalui ruang aman di lingkungan organisasi" pada hari Jumat, (17/10/2025), melalui platform Zoom. (Humas)

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menyelenggarakan webinar dengan tema “Safe Space Circle: Meningkatkan kesehatan mental melalui ruang aman di lingkungan organisasi” pada hari Jumat, (17/10/2025), melalui platform Zoom.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Kesehatan DPD IMM Jawa Tengah ini bertujuan memberikan pengetahuan epistemologi tentang pentingnya kesehatan mental, menjadi wadah bagi siapapun yang memiliki perasaan berkecamuk , dan akan sangat bermanfaat bagi seorang aktivis yang hidup dalam dunia yang bergerak cepat (fast moving).

Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah Nia Nur Pratiwi, dalam sambutannya menekankan pentingnya stabilitas mental sebagai fondasi berorganisasi. “IMM Jawa Tengah memberikan satu bentuk pengetahuan secara epistemologi bahwa ternyata di organisasi harus sehat secara mental dulu sebelum melakukan banyak hal,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan solusi bahwa ternyata dalam organisasi kita harus sehat secara mental sebelum melakukan banyak hal, mengingat banyak aktivis atau organisatoris yang masih mengalami tantangan baik secara personal ataupun komunal.

Nia menyampaikan pesan sebelum bertanggung jawab terhadap organisasi, setiap individu harus bertanggung jawab pada diri sendiri. “Sebagai seorang aktivis, penting untuk menyelesaikan masalah pribadi terlebih dahulu sebelum menyelesaikan urusan organisatoris.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar sebagai fondasi kesejahteraan mental. “Bahwa kita sebagai manusia harus terpenuhi secara kebutuhan, secara teori Abraham Maslow menyampaikan 5 kebutuhan manusia (hierarki of needs).”

Dalam praktiknya, sebelum menjadi bermanfaat harus tercukupi kebutuhan fisiologi (sandang pangan papan). Kebutuhan keamanan dan kebutuhan rasa cinta (cinta kepada keluarga, teman) harus terpenuhi. Selain itu, kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri juga menjadi penunjang untuk menuju individu yang mapan secara internal.

Jika kebutuhan dasar ini tidak stabil, organisasi akan timpang. Ia juga menambahkan bahwa personality yang melatarbelakangi orang-orang dalam organisasi penting untuk ditinjau guna mengevaluasi jalannya organisasi.

Bangun Kebahagiaan Sejati (Eudaimonia) dan Mengelola Stres

Sesi materi pertama diisi Wilda Kumala Sari, seorang aktivis IMM yang juga menjabat sebagai Ketua Korps IMMawati DPP IMM dan Founder platform Ruang Gembira Belajar. Wilda memaparkan tentang konsep kebahagiaan sejati (eudaimonia), yang ditegaskan bukan sekadar kesenangan. Ia menjelaskan lima elemen kunci untuk kesejahteraan mental yang mencakup:

Emosi positif, yaitu kemampuan meregulasi emosi, melakukan aktivitas yang disukai, dan tidak langsung reaktif terhadap hal-hal yang memicu emosi negatif. Engagement (Keterlibatan), di mana individu mampu mindful dengan aktivitas yang dilakukan agar bisa mengeksplorasi.

Relasi, yaitu berelasi dengan baik terhadap teman dan orang sekitar. Makna, yang berarti membangun kebermaknaan pada diri sendiri, sesama, dan organisasi. Accomplishment, yakni rasa pencapaian sebagai sumber motivasi.

Wilda juga menjelaskan pentingnya mengidentifikasi stres, yaitu dengan mengidentifikasi pemikiran diri sendiri dan emosi yang dirasakan. Ia menegaskan bahkan situasi yang netral sekalipun bisa memicu stres ketika emosi negatif tidak dikelola dengan tepat. Namun, stres tidak sepenuhnya buruk karena ada eustress dan distress.

Support Group untuk Ciptakan Safe Space

Sesi selanjutnya disampaikan Rizqi Ulin Nuha, yang merupakan Sekretaris Bidang Kesehatan DPD IMM Jawa Tengah sekaligus Founder Komunitas Kesehatan Mental Sahabat Karsa. Ulin menyampaikan bahwa organisasi dibentuk dan menjadi tempat untuk belajar bertumbuh.

Untuk mewujudkan tema webinar, Ulin menekankan bahwa organisasi harus mendukung kesehatan mental dan emosional anggotanya , dan support group penting untuk mengatasi stigma yang ada dalam organisasi.

Ulin mendefinisikan support group sebagai lingkungan fisik atau psikologis di mana setiap individu merasa diterima, dihormati, didukung, dan bebas dari ancaman, diskriminasi, penghakiman, atau kekerasan , yang pada akhirnya menciptakan suasana yang inklusif dan adaptif.

Untuk menciptakan safe space (ruang aman) ini, langkah awal dapat dimulai dari diri sendiri , yaitu dengan menjadi pendengar yang baik (safe listener), menghormati kerahasiaan , dan yang terpenting, menggunakan bahasa yang inklusif serta tidak menghakimi.

Ulin menekankan urgensi adanya ruang aman di lingkungan organisasi. Kehadiran safe space sangat penting karena dapat mendukung kesehatan mental dan emosional anggota. Hal ini juga terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas. Selain itu, ruang aman berfungsi krusial dalam membangun budaya organisasi yang inklusif.

“Dengan terciptanya suasana yang suportif, komunikasi dan kolaborasi di antara anggota juga akan meningkat. Ulin menegaskan, membentuk support group di organisasi adalah salah satu alternatif yang paling efektif untuk memberikan ruang aman.”

Diskusi Kesehatan Mental di Lingkungan Organisasi

Sesi tanya jawab pada webinar ini menghadirkan diskusi yang mendalam dari para peserta. Pertanyaan yang diajukan Zalfa Lilatul menyoroti tantangan implementasi konsep kesejahteraan psikologis dalam organisasi di Indonesia.

Merujuk pada teori Positive Psychology Martin Seligman mengenai engagement dan meaning sebagai komponen kebahagiaan, ia mempertanyakan sejauh mana organisasi di Indonesia mampu membangun ekosistem kerja yang mendukung emotional literacy dan collective empathy sebagai fondasi safe space.

Lebih lanjut, ia menanyakan apakah budaya hierarkis yang masih kuat di banyak institusi justru menjadi penghalang (barrier of openness) bagi karyawan untuk mengekspresikan kerentanan psikologisnya. Menanggapi hal ini, Wilda Kumala Sari menjelaskan bahwa dalam konteks Positive Psychology, engagement dan meaning adalah kunci eudaimonia.

Namun, ia membenarkan budaya hierarkis di Indonesia memang masih menjadi tantangan serius. Hierarki sering kali menciptakan penghalang karena individu takut dinilai, dianggap tidak profesional, atau bahkan dikeluarkan, jika mengekspresikan kerentanan psikologisnya. Oleh karena itu, membangun emotional literacy dan collective empathy harus dimulai dari level kepemimpinan.

“Pemimpin harus menunjukkan kerentanan mereka (vulnerability) dan menciptakan lingkungan yang bebas dari penghakiman (no judging). Hanya ketika rasa aman psikologis ini tercipta, barulah collective empathy dapat tumbuh dan safe space benar-benar terwujud,” ujar Wilda.

Diskusi berlanjut ke pertanyaan dari Resvy Andrian, yang membagikan pengalaman pribadinya mengenai tekanan dari teman-teman yang bersifat pemaksaan dalam kegiatan organisasi, yang menyebabkan ia merasa tertekan dan mentalnya hampir down. Ia meminta saran mengenai cara menghadapi dan “membungkam” tekanan tersebut.

Ulin, selaku narasumber kedua, menjelaskan pengalaman ini sangat nyata terjadi di lingkungan organisasi. Ia mengingatkan kembali bahwa organisasi adalah tempat dibentuk dan belajar untuk bertumbuh, bukan tempat untuk dipaksa. Solusi kuncinya adalah setiap individu harus bertanggung jawab pada diri sendiri dan mengelola tekanan tersebut dengan menerapkan batasan (boundaries).

Ulin menegaskan pentingnya berani mengatakan ‘Tidak’ pada hal yang melanggar batasan diri dan mengganggu kesehatan mental. Ia juga menambahkan, jika tekanan datang dari lingkungan kelompok, itu adalah indikasi bahwa support group di lingkungan tersebut tidak sehat.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mencari support group yang membuat individu merasa diterima, dihormati, dan bebas dari penghakiman. IMM Jawa Tengah sendiri, sebagai komitmen, akan berupaya membuat program support group untuk membantu kader menghadapi situasi seperti ini.

Ajakan dan Komitmen IMM Jawa Tengah

Pada kegiatan ini, Ulin yang juga sebagai sekretaris bidang kesehatan DPD IMM Jawa Tenga menutup kegiatan webinar ini dengan mengajak seluruh kader untuk bersama-sama memberikan ruang aman (safe space) di lingkungan organisasi. Diharapkan dengan adanya safe space, para aktivis bisa selesai secara diri sendiri dan dapat tumbuh dalam dinamika organisasi.

Sebagai tindak lanjut, DPD IMM Jawa Tengah akan coba membuka akses ruang aman dengan membuat program support group di lingkungan IMM. Langkah ini merupakan komitmen konkret untuk menjawab kebutuhan kesehatan mental dan emosional kader IMM Jawa Tengah.

Berita Terbaru

Darul Arqam Paripurna IMM Tekankan Gagasan dan Mentalitas Kader

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan Darul Arqam Paripurna (DAP) tingkat nasional di Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus),...

Pastikan Kelancaran Ujian, Kemenag Monitor Pelaksanaan TKA di MTs Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pelaksanaan hari Pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Madrasah Tsanawiyah di MTs Muhammadiyah Solo mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan Kementerian Agama (Kemenag). Pada...

Pembekalan Mubaligh Muhammadiyah Blimbing Telusuri Akar Sejarah Halalbihalal

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah panjang tradisi halalbihalal kembali diulas dalam pembekalan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Blimbing yang digelar di Masjid Baitul Ghofur Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, Rabu...

SD Muhammadiyah 3 Solo Gelar Halal Bihalal dengan Konsep Baru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SD Muhammadiyah 3 Solo menggelar kegiatan halal bihalal dengan konsep yang berbeda pada hari ini, Senin (30/03/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi...

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Resmikan Gedung Baru Panti Asuhan Yatim Putri Kottabarat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, meresmikan gedung baru Panti Asuhan ‘Aisyiyah Yatim Putri Kottabarat, Sabtu (28/3/2026). Gedung tersebut berada di Jalan Samratulangi...

Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Kunci Negeri yang Berkah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko hadir menjadi imam dan khatib salat Idulfitri di Krida Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jumat (20/3/2026) pagi. Dia mengingatkan bahwa di antara nikmat...

PCPM Kota Bengawan Tutup Safari Dakwah Ramadan 1447 H, Takmir Masjid: Luar Biasa!

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masjid Al Falah Baluwarti menjadi tempat berlabuh akhir Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, setelah bertempur sejak awal Ramadan dalam program...

UMKM Maju, Ekonomi Kuat dan Keberkahan di Bulan Ramadan

Kolaborasi hebat antara Takmir Masjid Nurul Hidayah Semanggi dengan Pimpinan Cabang Pemudaa Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, berhasil menggelar Festival Ramadan #3 2026 dengan...

KBGO Dinilai jadi Ancaman Serius Kesehatan Mental

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS...

Lebih dari Sekadar Hafalan, Tasmi’ 30 Juz Jadi Spirit Perjuangan Kader IMM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Solo menuntaskan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Solo pada Sabtu...

Buka Puasa Bersama Alumnus MABAS UMS, Jaga Api Dakwah Berdampak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menegaskan esensi buka puasa bersama alumnus Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq (MABAS) Universitas Muhammadiyah...

Sambut Ramadan, PRA Bangetayu Kulon Santuni Santri Panti Asuhan ‘Aisyiyah

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Srikandi X/61, Kota Semarang,...