Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Praktik Bikin Gerabah Teknik Putar

Nikmah Hidayati, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 14 Oktober 2025 14:17 WIB
Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Praktik Bikin Gerabah Teknik Putar
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Sebanyak 65 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip belajar pembuatan gerabah dengan teknik putar di Desa Wisata Krebet, Bantul, DIY, Senin (13/10/2025). (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 65 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip belajar pembuatan gerabah dengan teknik putar di Desa Wisata Krebet, Bantul, DIY, Senin (13/10/2025).

Kegiatan field trip merupakan bagian dari program tahunan tiap kelas yang dilaksanakan tiap semester sekali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah serta membantu menguatkan konsep materi yang sudah dipelajari di kelas.

Tema yang diangkat untuk kegiatan field trip kali ini “Kreativitas Tanpa Batas: Dari Tanah Liat Menjadi Karya Multi Guna.” Kegiatan ini juga selaras dengan mata pelajaran Seni Rupa terkait materi ciri-ciri, fungsi, dan bentuk karya tiga demensi.

Koordinator tim kelas IV, Eka Pratiwi Nugrahini, menyampaikan selain praktik membuat gerabah dari tanah liat, para murid juga belajar kesenian tradisional berupa karawitan, tari, aneka permainan tradisional, dan jathilan (pertunjukan seni tari yang menggunakan properti kuda lumping dari anyaman bambu).

“Harapannya dengan kegiatan field trip ini, para murid mendapatkan pembelajaran yang lebih menarik dan tidak monoton, sehingga tumbuh minat belajar serta keterampilan yang dimiliki. Kegiatan ini juga sebagai sarana rekreasi untuk menyegarkan pikiran dan mengembalikan semangat belajar para murid dari rutinitas belajar di kelas,” terangnya.

Field Trip

Kegiatan field trip diawali dengan sambutan dari Ketua Pengelola Desa Krebet, Agus Jati Kumara. Para murid diberi penjelaskan tentang awal mula Desa Krebet dinobatkan sebagai desa wisata terbaik se-DIY pada bulan Agustus 2024 berkat kerajinan seni batik kayu ukir yang kemudian merambah ke cabang seni tradisional yang lain, seperti seni pertunjukan, pembuatan gerabah, dan permainan tradisional.

Selanjutnya, para murid dibagi menjadi enam kelompok besar. Setiap kelompok dipandu satu orang dari warga lokal yang sudah terlatih dan tergabung dalam Tim Pemandu Desa Wisata Krebet. Setiap kelompok, terlebih dahulu dijelaskan enam tahapan pembuatan gerabah dari tanah liat, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan gerabah menggunakan teknik putar, penjemuran, pembakaran, penyelesaian, dan pengecatan.

Tahapan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan khusus adalah saat pembentukan gerabah di atas meja putar atau sering disebut subang pelarik. Hasil gerabah yang dihasilkan biasanya berbentuk bulat dan silinder, sedangkan tanah liat yang digunakan bersifat plastis dan lumat. Para murid terlihat sangat tekun dan menikmati proses menekan tanah liat supaya menjadi bentuk gerabah yang diinginkan.

Sebanyak 65 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip belajar pembuatan gerabah dengan teknik putar di Desa Wisata Krebet, Bantul, DIY, Senin (13/10/2025).

Sebanyak 65 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip belajar pembuatan gerabah dengan teknik putar di Desa Wisata Krebet, Bantul, DIY, Senin (13/10/2025). (Humas)

Sembari menunggu proses penjemuran dan pembakaran, para murid diajak untuk memainkan seperangkat gamelan Jawa, bermain permainan tradisional khas Desa Krebet “mul- mulan”, dan belajar tari jathilan menggunakan properti kuda lumping dari bambu.

Salah satu murid kelas IV, Bhagaskara Suarrabbani Ayudha, sangat penasaran dan baru pertama kali mencoba kesenian tari jathilan. “Geli rasanya menaiki kuda kepang dari ayaman bambu, tapi lama-kelamaan jadi seru karena kita juga diberi pedang kayu dan pecut untuk properti tambahan dalam mempraktikkan tarian ini. Sehari merasakan jadi kesatriya berkuda yang gagah dan lincah,” ucapnya sambil tersenyum.

Akhir kegiatan diisi dengan pengecatan hasil gerabah yang sudah melalui proses pengamplasan permukaan gerabah menggunakan kuas dan kain basah. Para murid diberi kebebasan untuk melukis dan membubuhkan warna di permukaan gerabah yang sudah mereka buat. Gerabah yang sudah jadi, diserahkan ke tim pemandu untuk dibungkus dan dibawa pulang oleh setiap murid yang mengikuti kegiatan field trip kali ini.

Berita Terbaru

Wayang Golek Pitutur Warnai Halal Bi Halal PCM Jebres

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jebres Solo menggelar Halal Bi Halal pada Kamis (16/4/2026) di Komplek Perguruan Muhammadiyah Kandangsapi, PCM Jebres, Solo. Acara...

SD Muhammadiyah 1 Solo Mulai Gunakan AI untuk Pembelajaran Islam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru yang juga Humas SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, mengimplementasikan prompt AI (Artificial Intelligence), teknologi buatan untuk mendukung pembelajaran Islam, tahfizul...

Field Trip ke Hortimart, Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Belajar Menanam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Sentra Hortikultura Agrowisata Hortimart Agro Center,...

Rihlah Edukatif, SMA Muhammadiyah PK PonpesMu Boyolali Boyongan ke UMM Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) PonpesMu Manafiul Ulum Boyolali melaksanakan kegiatan rihlah edukatif ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan...

Kemah Pandu Athfal HW SD Muhammadiyah 3 Solo: Tanamkan Kedisiplinan dan Kemandirian

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SD Muhammadiyah 3 Solo menyelenggarakan kegiatan Kemah Pandu Athfal Hizbul Wathan bagi siswa kelas 5 di Watu Gambir, Jumat–Sabtu, (10-11/4/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan...

Seminar Parenting dan Halal Bihalal SMP Muhammadiyah PK Solo, Perkuat Sinergi Raih Prestasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo menggelar seminar parenting dan halal bihalal pada Sabtu (11/4/2026) di Ballroom Harris Hotel Solo. Kegiatan ini diikuti sekitar...

PR IPM MTs Muhammadiyah Solo Siap Bawa Semangat Baru Bersama PC IPM Jebres

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Estafet kepemimpinan IPM di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Solo resmi berganti. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhamammadiyah (PR IPM) MTs Muhammadiyah Solo periode terbaru...

SD Muhammadiyah 14 Danuksuman Hadirkan Fashion Show Budaya Nusantara di The Park Mall

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SD Muhammadiyah 14 Danukusuman, Kota Solo, berkolaborasi dengan eSaje Sikop dan Esmo Models Agency sukses menggelar kegiatan Fashion Show bertema “Gemerlap Budaya Adat Indonesia”,...

Outing Class di Boyolali, Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Islam Berkemajuan Lewat Wayang Golek

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 66 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, mengikuti kegiatan outing class di pelataran Masjid Besar Ciptomulyo Pengging, Kecamatan...

Pembelajaran Coding Bekali Siswa Kemampuan Memecahkan Masalah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru pendidik siswa gen-Z di zaman now ini diharapkan bisa mengajar coding dengan kreatif dan menyenangkan. Pembelajaran coding sangat penting untuk membekali...

Butuh Peta Jalan untuk Masa Depan Sekolah Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perlu peta jalan untuk menuju masa depan sekolah berkeunggulan dan berkemajuan. Hal ini disampaikan Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, saat...

Murid SD Muhammadiyah PK Solo Antusias Belajar Tatah Sungging di Bantul

BANTUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 83 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip dengan mengunjungi sentra pembuatan wayang kulit milik Suprih...